Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

SABDA TUHAN TETAP UNTUK SELAMANYA

(Luk 21:33)

”Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu.”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,

Saat ini kita sudah berada di penghujung tahun liturgi. Minggu besok dimulai hari pertama Tahun Liturgi yang baru, Hari Minggu Advent Pertama. Hari ini Gereja kudus menyajikan santapan rohani untuk umat Allah, bahwa semuanya akan berlalu, berubah dan berganti. Ada satu hal yang pasti, tetap dan kekal, yaitu SabdaNya, Sabda Tuhan itu adalah sabda yang berkuasa, berwibawa dan bijaksana. Sabda itu telah menjadi manusia Yesus, anak Maria, karena perkandungan oleh Roh Kudus. Dari padaNyalah kehendak Tuhan untuk menyelamatkan dan menebus dunia berasal. Perkataan Yesus penuh kuasa, karena dengan firmanNya, Ia telah membuat segala sesutu menjadi baik, seperti Allah menciptakan alam semesta pada masa purba. Dengan firmanNya, Yesus menyembuhkan orang sakit, mencelikkan mata yang buta, membuka telinga orang yang tuli, membuat kaki lumpuh sanggup berjalan kembali, dan membangkitkan orang yang sudah mati sekalipun. Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu. Manusia lahir dan dilahirkan, manusia pergi dan mati silih berganti, tetapi Sabda Yesus tetap berkuasa atas hidup manusia di bumi sampai Dia kelak datang kembali.

Saudara-saudari terkasih,

Tuhan Yesus akan datang kembali ke dunia ini pada akhir zaman dan menjadi hakim yang adil. Pada masa itu Ia akan menepati janjiNya, ia memisahkan orang jahat dari orang baik, orang berdosa dari orang saleh. Lalu Dia akan berfirman kepada orang yang baik : "Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku". "Marilah kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan." Sabda Tuhan Yesus adalah sabda Kasih, yang diajarkannya kepada kita dan diucapkannya pada malam Perjamuan Terakhir. "Kalau Aku yang adalah Guru dan Tuhanmu membasuh kakimu, maka hendaklah kamu saling membasuh kaki satu sama lain." Firman Kasih yang disabdakan Yesus adalah Firman hidup yang dihayatiNya sendiri. Ia menyerahkan nyawaNya untuk orang-orang berdosa, untuk kita,  supaya kita tetap hidup karena pengorbananNya. Seluruh Sabda Tuhan terangkum dalam firman hidup ini: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap akal budimu, dengan segenap tenagamu; dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Firman ini tetap hidup dan dibutuhkan oleh manusia. Tak seorangpun dapat bertahan ."Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu."

Saudara-saudari terkasih,

Tuhan Yesus mengajarkan hukum kasih kepada kita agar kita hidup dalam bimbinganNya. Jika hidup ini diwarnai oleh kasih akan sesama kita, maka sukacita akan hadir dan dirasakan. Kasih itu akan menetap di hati sesama, dan mereka akan mengalami Allah dalam hidupnya selamanya. Dalam pembaringannya seorang nenek yang sudah lanjut usianya dan sakit, tampak tetap segar dan tersungging senyum di wajahnya. Sebelum dipanggil oleh Tuhan beliau meminta untuk dapat bertemu dengan dua orang anaknya yang berada di luar negeri. Anak yang satu suaminya berkewargaan Amerika dengan tiga cucu; anak yang lain isterinya berasal dari Guang Zhou dengan satu orang cucu. Ketika berjumpa dengan anak, mantu dan cucunya, air matanya berlinang kala mereka memeluknya saat terbaring di tempat tidur. Nenek itu berkata: "Mama bahagia sekali dapat melihat kalian semua - tampak senyum di wajahnya yang lemah dan keriput, dengan linangan air mata di pipinya  -  sudah waktunya mama untuk kembali ke Tuhan," tutur wanita tua itu patah-patah. "Mama bangga, karena kalian menjadi keluarga kristiani yang penuh kasih dan sayang. Papamu sudah di surga, dan Mama akan segera menyusul, ...tetaplah menjadi keluarga yang baik, suci dan saling kasih di antara kalian. Mama mau Frans dan Dona memelihara kasih dalam keluarga kalian masing-masing. Jangan tinggalkan Tuhan dan Bunda Maria dalam hidupmu setiap hari." Dua hari kemudian nenek itu menghembuskan nafasnya dengan damai di rumah sakit .

Saudara-saudari terkasih,

Apakah yang diharapkan oleh orang tua kepada anaknya untuk masa depannya? Mereka tentu ingin anaknya berhasil dalam belajarnya, sukses dalam pekerjaan, memiliki kecukupan untuk hidupnya setiap hari. Doa seorang ibu dipanjatkan untuk tercapainya keinginan-keinginannya, dan untuk kebahagiaan anak-anaknya, bukan? Ketika mereka mencapai usia lanjut dan melihat doanya terkabul, betapa bahagiannya mereka. Seperti seorang ibu, Tuhan Yesus memastikan bahwa SabdaNya akan terus hidup. Sabda yang diwartakan oleh gereja dari satu ke generasi ke generasi yang lain, juga menjadi tanggungjawab kita semua. Tuhan Yesus sudah mengajarkan hukum kasih kepada kita, sudah selayaknya jika kita menghayatinya. Kepada kitalah Tuhan Yesus berfirman: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, da ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahklan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku akan menyertai kamu sampai kepda akhir zaman." Maka bersama Tuhan yang menyertai kita marilah kita mewartakan  kabar kasih Allah kepada sekalian bangsa.

  

Refleksi :

Apakah hidup  kekristenanku sudah diwarnai oleh kasih kepada Tuhan dan sesamaku?

  

Marilah kita berdoa:

Ya Bapa, semoga Bapa memberkati kami agar dapat menjadi saksi warta kasih Tuhan kami Yesus Kristus, yang menghendaki SabdaNya tetap bergema di dunia ini. Bantulah kami untuk setia mewartakan kasih itu dalam sikap dan tutur kata  kami setiap hari. Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

 

 

LUMEN NO     :  9249