Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

SIAPAKAH YESUS?

(Markus 2:5.)

Yesus bersabda: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin,

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" ? Berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat ".

Saudara-saudara terkasih

Sudah lumrah terjadi ketika seseorang menjadi terkenal akan banyak orang datang kepadanya. Dalam dunia hiburan kehidupan pribadi si selebritis itu akan lenyap. Kemanapun ia pergi ia akan dikenal. Orang akan meminta tanda tangan atau berfoto bersama. Rahasia pribadipun akan disebarkan kemana-mana. Tidak ada tempat baginya di mana ia bisa hidup sebagai dirinya sendiri. Dirinya sudah menjadi milik masyarakat. Dan peristiwa ini terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, entah dia seorang penyanyi, pemain film, olahragawan, politikus, pejabat pemerintah, agamawan, orang kaya. Bagaimana menyikapi keadaan ini, tergantung kepada nilai-nilai yang dimilikinya. Bisa membebani, tapi bisa pula menjadi jalan baginya untuk berbuat baik kepada orang lain.

Saudara-saudara terkasih

Situasi itulah yang dihadapi Yesus. Bagaikan seorang selebritis, Yesus dikenal banyak orang. Yesus didatangi banyak orang. Waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Nampaknya nama Yesus sudah dikenal di seluruh Israel, sehingga di manapun ia berada akan banyak orang mengetahui keberadaannya. Walaupun dalam Kitab Suci tertulis bahwa Yesus pergi menyendiri ke tempat yang sepi, tetapi sebenarnya Yesus pun tidak akan menghindar. Tentu saja bukan karena Yesus ingin menikmati ketenarannya, apalagi untuk mendapatkan keuntungan material. Yesus jauh dari hal-hal duniawi itu. Bahkan kalau kita baca lebih teliti dalam Kitab Suci bukan Yesus yang menantikan kehadiran penggemarnya, tetapi sebaliknya orang-oranglah yang mendatangi Yesus. Saat itu Yesus sebenarnya berkehendak beristirahat. Yesus ingin berada di dalam rumah. Di tempat yang bersifat pribadi yang nyaman.

Saudara-saudara terkasih

Sebagian besar orang yang datang menemui Yesus itu berharap Yesus menyembuhkan seorang lumpuh yang mereka bawa dengan tandu. Begitu besarnya harapan untuk menemui Yesus, sehingga mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Sungguh upaya yang luar biasa, karena mereka tahu siapa Yesus yang mereka harapkan itu. Yesus pun kagum akan iman mereka kepada-Nya. Maka secara langsung Yesus bersabda: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Jadi, Yesus tidak membicarakan tentang sakit lumpuhnya. Bagi Yesus kesembuhan rohani lebih penting daripada kesehatan jasmani. Namun, di sinilah permasalahan muncul, karena para ahli Taurat berpikir Yesus menghujat Allah dengan mengampuni dosa si lumpuh. Jadi, para ahli Taurat tidak mengenal siapakah Yesus itu. Mereka tidak mengenal ke-Allah-an Yesus. Mereka tidak beriman kepada Yesus. Sungguh berbeda dengan orang-orang biasa, yang walaupun tidak memahami Kitab Taurat, tetapi mengenal siapakah Yesus. Semestinya pemahaman tentang Kitab Suci membantu kita untuk mengenal Yesus, karena bukankah  Kitab Suci hanya menuliskan tentang Yesus? Menjadi panggilan bagi kita saat ini, yang tidak berjumpa dengan Yesus sebagai manusia, untuk terus menerus membaca Kitab Suci, karena di dalam Kitab Suci itu kita akan semakin mengenal Yesus. Melalui Kitab Suci kita beriman kepada Yesus.

 

REFLEKSI

Apakah kita sudah beriman bahwa Yesus adalah Allah Putra?

Apakah kita sudah mendalami Yesus melalui Kitab Suci?

 

MARILAH KITA BERDOA

Ya Tuhan, betapa rapuh iman kami. Kami masih meragukan siapakah diri Yesus itu. Padahal Dia lah Tuhan kami. Kini dan sepanjang masa.  Amin.

 

 

LUMEN NO     :  9291