Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

IKUTLAH AKU

(Markus 2:17)

Yesus bersabda: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin,

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai di pinggir danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Saudara-saudari terkasih.

Bacaan hari ini membuktikan bacaan dua hari ini bahwa kemanapun Yesus berada akan banyak orang datang kepada-Nya. Entah di tempat umum, entah di rumah yang bersifat pribadi. Dalam bacaan hari ini Yesus berada di pantai di pinggir danau. Dituliskan bahwa banyak orang datang mengikuti-Nya. Kali ini Yesus tidak menyembuhkan orang lumpuh atau orang kusta, tetapi Yesus mengajar orang banyak. Jadi, jika pada dua hari terdahulu Yesus menyapa secara pribadi dua orang sakit, pada hari ini Yesus menyapa orang banyak. Benarkah demikian? Ternyata tidak. Karena pada bagian selanjutnya,Yesus menyapa seorang pribadi, yaitu Lewi anak Alfeus. Jadi, Yesus tidak berubah dalam pengajaran-Nya. Walaupun sedang bersama orang banyak, Yesus tetap memperhatikan setiap pribadi. Keselamatan setiap pribadi manusia itulah tujuan karya Yesus di dunia. Bukankah di dalam Kitab Suci sudah tertulis: "Sejak dalam kandungan ibumu engkau kukenal". Keselamatan seluruh umat manusia dimulai dari keselamatan pribadi per pribadi. Yesus memanggil satu per satu manusia untuk ikut dalam karya keselamatan-Nya.

Saudara-saudari terkasih.

Pribadi yang disapa Yesus pada bacaan hari ini adalah Lewi anak Alfeus. Panggilan ini begitu istimewa. Pertama, karena Lewi dipanggil di antara orang banyak yang sedang mendengarkan pengajaran Yesus. Semestinya, Lewi adalah seorang yang istimewa. Kedua, ternyata Lewi adalah orang yang dibenci masyarakat Yahudi pada waktu itu, karena ia seorang pemungut cukai. Mereka adalah orang Yahudi yang memungut cukai orang Yahudi untuk diserahkan kepada penjajah Romawi. Bisa dikatakan bahwa para pemungut cukai adalah penjajah atas bangsanya sendiri. Mengapa Yesus lebih memilih seseorang yang cacat di mata bangsanya sendiri? Masyarakat Yahudi melihat bahwa sikap Yesus aneh dan melawan arus bangsanya saat itu. Pilihan Yesus dipertanyakan karena ia sudah dikenal sebagai guru dan penyembuh di seluruh negeri. Bisa dikatakan Yesus tidak bisa menjadi panutan lagi. Namun, Yesus memiliki cara pandang sendiri. Yesus adalah Allah Putra dengan ke-illahi-an-Nya. Sedangkan kita semua adalah manusia dengan cara pikir manusiawi.

Saudara-saudari terkasih

Manusia biasa berpikir bahwa dirinya menjadi pusat perhatian. Aku lebih penting. Aku yang pertama. Aku yang menentukan. Sementara itu bagi Tuhan, manusialah yang menjadi tujuan seluruh karya-Nya. Dan semua itu dilandaskan kepada kasih Tuhan kepada manusia. Tuhan hanya mengharapkan kebahagiaan manusia. Maka, ketika Yesus memanggil Lewi itu karena Tuhan berencana menyelamatkan dirinya. Keselamatan yang pertama-tama dilakukan Yesus adalah dengan mengundang Lewi: "Ikutlah Aku". Sebenarnya, setiap orang  diundang untuk mengikuti Yesus. Namun, ada yang mendengar dan lalu mengikuti. Ada yang mendengar, tetapi tidak mau mengikuti. Ada pula yang tidak mendengar dan tidak mau mengikuti. Lewi termasuk yang mendengar dan mengikuti. Karena mau membuka diri terhadap ajakan Yesus, Lewi mendapatkan kesempatan yang lebih serius, yaitu Yesus menumpang makan di rumahnya. Hanya orang-orang tertentu yang intim hubungannya saja yang kita ajak makan di rumah kita. Tindakan Yesus ini dikritik para ahli Taurat. Mereka beranggapan tidak pantaslah bagi seorang seperti Yesus duduk satu meja dengan pemungut cukai. Namun, Yesus dengan tangkas menjawab bahwa diri-Nya hadir bagi orang berdosa, seperti Lewi si pemungut cukai tadi dan kita semua manusia yang berdosa ini. Yesus bermaksud menyelamatkan domba-domba yang hilang.

 

REFLEKSI:

Apakah kita terus menentukan panggilan Tuhan kepada kita?

 

MARILAH KITA BERDOA:

Ya Tuhan, kami syukur karena Engkau memanggil kami satu per satu sebagai pribadi yang Engkau cintai. Bukalah iman kami untuk semakin mampu mendengar panggilan-Mu itu. Engkaulah Tuhan kami. Kini dan sepanjang masa. Amin.

 

 

LUMEN NO     :  9292