Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

WAKTU HARI MASIH GELAP

(Markus 1 : 35)

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap. Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin,

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar, ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Yesus bersatu dengan BapaNya dalam doa. Yesus sadar, bahwa keheningan merupakan saat untuk menimba kekuatan adikodrati dari BapaNya, sebagai bekal  berkarya pada hari itu. Yesus menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, mengajar dan mewartakan Kabar Gembira dari Bapanya. Saat pagi yang hening, sangat baik untuk mengawali hari yang baru, untuk mengawali suatu kehidupan bersama Tuhan dan di dalam Tuhan. Setelah berdoa, Yesus meninggalkan tempat itu. Para murid menemuinya dan berkata: "Semua orang mencari Engkau!" Jawab Yesus: "Marilah kita pergi ke tampat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat, menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Hari-hari Yesus untuk melakukan perbuatan baik untuk orang-orang yang sakit dan menderita.

Saudara-saudari terkasih. 

Bagi Yesus membangun relasi yang intensif dengan BapaNya sangat penting. Di tengah kesibukanNya berkarya, memberitakan Injil, menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Yesus tidak memisahkan antara doa dan karya, karyaNya diawali dengan doaNya. DoaNya mengalir dan memancar pada karyaNya. DoaNya menjadi kekuatan dalam karyaNya. Mungkin kita pernah mendengar semboyan Ora Et Labora. Bekerjalah dan Berdoalah. Tetapi Yesus lebih menghayati sebagai "Ora In Labora". Berdoa Di dalam Berkarya. KaryaNya itulah doaNya. Di tengah kesibukan harian kita, apakah kita masih bisa menyediakan waktu untuk bertemu Tuhan, berdoa kepada Tuhan? Tuhan memberi kita waktu selama 24 jam dalam sehari. Maukah, bersediakah kita meluangkan waktu 1 jam saja untuk bertemu Tuhan, untuk berdoa? Marilah bersama Yesus, kita warnai hidup dan karya kita dengan doa dan kesatuan dengan Bapa. Hanya dengan kekuatan doa dalam karya, kita dapat memperoleh kekuatan dan sukacita dari  Bapa kita di sorga.

Saudara-saudari terkasih.

Yesus berkata kepada para muridNya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." (Mrk.1:38.) Yesus adalah Sang Penyembuh. Yesus mengunjungi rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon sedang sakit demam dan Tuhan Yesus menyembuhkannya. Lalu perempuan itu melayani mereka. Saat sakit tentu ibu mertua Simon tidak bisa melayani Tuhan Yesus dan murid-muridNya yang bertamu ke rumahnya. Tuhan Yesus hadir dan menyembuhkan ibu mertua Simon, maka perempuan itu bisa berkerja secara maksimal, melayani Yesus dan para muridNya dengan baik. Sebagai murid dan pengikut Yesus, kita dipanggil untuk melayani sesama kita dengan sepenuhnya. Pelayanan membuat hidup kita menjadi bermakna dan punya arti. Mungkin kita pernah mendengar kalimat Latin berbunyi: "Gloria Dei Vivens homo". "Kemuliaan Allah pada manusia yang hidup". Kalau manusia sakit, hidupnya tidak sepenuhnya, tidak bisa memuliakan Allah dengan baik. Maka kita merawat badan kita agar tetap sehat dan bugar. Tuhan kita muliakan, sesama kita layani; kita selamat, kita hidup kekal di dalam sorga.

Saudara-saudari terkasih.

Sering  dalam waktu luang saya membandingkan apa bedanya karya Tuhan Yesus dengan pekerjaan kita sehari-hari. Dari pagi hari hingga petang bahkan malam hari. Dari waktu hari masih gelap, Tuhan Yesus telah pergi ke tempat sunyi untuk beroda kepada Bapa, untuk menimba kekuatan serta berkat dari BapaNya untuk bekal berkarya hari itu. Mewartakan Injil, mengajar di rumah ibadat, menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Sampai-sampai tak ada waktu lagi untuk istirahat, karena banyaknya orang yaqng datang memohon disembuhkan dari sakitnya dan dibersihkan dari setan yang merasuki dirinya. Bagaimana dengan kita, orang Kristiani, orang Kristen dan Katolik yang hidup di jaman ini? Kita juga sibuk, penuh dengan pekerjaan, kegiatan dari pagi hari hingga larut malam. Tetapi untuk apakah, apa yang kita lakukan, apa yang kita cari? Kita sibuk bekerja mencari uang, mecari harta, mencari pujian, sanjungan, popularitas, kekuatan dan kekuasaan. Sampai-sampai kita lupa pada Tuhan dan sesama. Bahkan tidak jarang kita menjadi serigala bagi sesama kita, kita benci dan musuhi, kita seret ke pengadilan dan kita penjarakan lawan politik kita. Kita tebarkan  kebencian dan kebohngan.

  

REFLEKSI:

Bagaimanakah kita menggunakan hari-hari kita, untuk mewartakanm Injil Yesus ataukah uang dan harta kekayaan?

 

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, berilah kami sikap rendah hati serta keterbukaan hati sehingga kami bisa menemukan penyakit kami yang membuat kami menjasdi malas dan tidak mampu lagi untuk keluar dari diri kami guna memuliakan Engkau dan melayani sesama kami, ya Tuhan Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu, yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat  kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9290