Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

MENINGGIKAN YESUS

(Yohanes 3:14-15)

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal."

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara - saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Dalam pertemuan yang cukup singkat antara Yesus dan Nikodemus, seorang Farisi, Yesus menjelaskan bahwa sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Saudara-saudari terkasih,

Ular merupakan binatang yang identik dengan kecerdikan atau kelicikannya. Banyak orang yang takut dengan ular terutama ular yang berukuran besar atau ular yang berbisa. Bahkan dalam kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah terjanji, ada orang-orang Israel yang meninggal karena digigit ular tedung. Akibat gigitan ular-ular tedung dalam jumlah yang besar itu menyebabkan banyak orang Israel yang meninggal. Semua itu terjadi karena kesalahan orang Israel sendiri yang tidak setia dan berkeras hati kepada Allah yang telah membuat banyak mukjizat kepada mereka. Orang-orang Israel dengan mudah kehilangan kepercayaan kepada Allah yang maha kuasa dan maha kasih. Namun saat orang Israel menyadari dan mengakui kesalahan mereka dengan memohon ampun kepada Allah, Allah meminta Musa membuat ular tedung dan menaruhnya pada sebuah tiang, sehingga orang yang digigit ular akan sembuh dan tetap hidup.

Saudara-saudari terkasih,

Hari ini adalah hari Minggu Pra Paskah keempat. Dengan kata lain, kita sudah memasuki hari kedua puluh enam dalam masa Pra Paskah. Artinya sekitar tiga minggu lagi kita merayakan Hara Raya Paskah. Dengan demikian kita masih mempunyai waktu yang cukup selama tiga minggu ini untuk semakin mendekatkan diri kita dengan Allah dengan memandang Yesus yang tersalib. Pada saat kita memandang Yesus yang tersalib kita dapat melihat sebuah pengorbanan yang luar biasa dari Allah. Allah tidak menyayangkan Yesus Kristus, Putra Tunggal-Nya demi menyelamatkan umat manusia dari dosa. Sebaliknya Yesus dijadikan korban untuk menggantikan kita para pendosa. Orang-orang Israel digigit oleh ular, tetapi mereka sembuh dan tetap hidup setelah melihat ular tembaga yang dibuat Musa. Dan Allah sendiri telah meninggikan Yesus dengan membiarkan diri-Nya terpaku pada tiang salib, sehingga setiap orang yang memandang salib Yesus akan diselamatkan.

Saudara-saudari terkasih,

Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Namun walaupun Yesus adalah Allah, Yesus tidak mempertahankan ke-Allah-anNya. Artinya Yesus meninggalkan ke-Allah-anNya dan mau menjadi seorang manusia, tetapi bukan manusia biasa, melainkan seorang hamba, tetapi bukan hamba biasa, melainkan hamba yang mau menderita. Oleh karena itulah, Allah meninggikan Yesus melebihi semua yang ada di langit dan di bumi. Bahkan semua yang ada di bumi dan di surga bertekuk lutut dan menyembah Yesus. Tindakan dan sifat Yesus yang merendahkan diri serendah-rendahnya bertentangan dengan tindakan dan sifat lucifer yang meninggikan diri. Maka Allah memberikan mereka tempat paling hina dan paling rendah yakni neraka. Dan sekaranglah saatnya, khusus pada masa Pra Paskah ini Gereja memberi kita kesempatan belajar dari Yesus untuk merendahkan diri. Ketika kita merendahkan diri, kita akan ditinggikan Allah.

                                                                

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita sudah berusaha untuk meninggikan Yesus dengan bersikap rendah hati terhadap Allah dan sesama kita?

                                                                                                         

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau ditinggikan Allah di atas kayu salib. Bantulah kami para pengikut-Mu agar kami berusaha bertobat dengan dengan merendahkan diri kami. Sebab ketika kami merendahkan diri kami, maka Engkau pun akan meningikan kami seperti Engkau ditinggikan Allah. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9349