Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

BUKAN UNTUK MAKANAN

(Yohanes 6 : 27)

Yesus bersabda: “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu...”

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Bekerja pada jaman ini merupakan hal yang sangat utama, tanpa bekerja kita tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Maka janganlah heran kalau orang berebut, bahkan rela untuk meninggalkan segalanya untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bekerja di jaman ini tentu tidak hanya untuk mencari pemenuhan kebutuhan tetapi juga sebuah prestasi, pencapaian "harga diri". Maka tidak jarang pula ada orang yang sampai hati mencelakai dan menjatuhkan orang lain demi untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Kutipan Injil yang kita terima hari ini, sangat cocok untuk meneguhkan dan meyeimbangkan kita terhadap kehidupan dan tuntutan dunia jaman ini. Kita bekerja, bukan untuk makanan dan kenikmatan jasmani saja, melainkan juga untuk memperoleh kehidupan kekal. Kita bekerja bukan hanya untuk makanan jasmani, tetapi juga untuk makanan rohani yang menghantar kita pada kehidupan kekal. Maka sangatlah terpuji, kita tekun bekerja, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi, jasmani; melainkan juga untuk kebutuhan illahi, rohani. Kita makhluk jasmani-rohani.

Saudara-saudari terkasih.

Orang banyak mencari Yesus. Tidakkah ini terpuji, ini mulia? Namun mereka shock, ketika Yesus secara terbuka melemparkan permenungan ini: "Kamu mencari Aku, karena kamu telah makan roti da kamu kenyang. Tidak lebih, tidak kurang, karena kamu ingin lagi, ingin makanan, untuk perutmu, gratis pula. Yesus mau kita "bertolak lebih dalam", Duc In Altum. Di balik kebutuhan raga, ada kebutuhan jiwa. Di balik roti dari toko atau warung, ada roti dari sorga, Yesus roti sorga. Akulah roti hidup, Aku berasal dari Bapa, oleh jkaerweba itulah amu tak akan lapar lagi. Carilah yang sorgawi, bekerjalah untuk yang abadi, kejarlah yang ilahi. Kita perlu belajar dan meneladan dari hidup Santo Yusuf,, Ia seorang pekerja yang , tenang, teduh, rendah hati, lurus hati. Ia bekerja untuk hidup, dan untuk menghidupkan pekerjaannya, untuk memuliakan Allah dan menyelamatkan sesama.

Saudara-saudari terkasih.

Ada banyak orang yang berpikir bahwa setelah menjadi pengikut Yesus hidupnya akan menjadi lebih enak, gembira dan mudah.Dalam kenayttaaannya yang sering terjadi justru keba,lkikannya. Orang beriman ditantang dengan berbagai kesulitan, permasalahan, penolakan, penderitaan dan penghinaan atau penbistaan.Drai banyak riwayat para kudfus atau santao dan santa; kita tahu bahwa sebagian besar dari mereka itu mengalami penderitaan yang hebat iuntuk mencapai kekudusan hidup. Yesus tidak pernah menjanjikan bahwa pengikutNya akan bebas dari openbderitaan , bahkan Yesus menganjurkan mereka untuk rela menderita dengan memamhggil; salib. Iman kepada Yesusmengantar untuk memahami sertyi hidup dan pen deritaan secara seimbang. Iman membuat kita menjadi lebih tabah dan lbih kuat menderita dan brjuang serta membuat kita mampu melihat segi piositif dari setioap mjkemalanagan atau opnsderitaan. Penderitaan dan  ketabahan kita bisa membuat orang lainmenjadi lebih baik. Oleh penderitaan  dan kemtian Yesus, kita diselamatkan.

Saudara-saudariterkasih.

Sering orang bertanya kepada saya, apa pekerjaan saya? Dulu memang saya bekerja di Sanggar Prathivi. Kemudian setelah dua puluh lima tahun saya bekerja di sana, saya berhenti, saya pensiun. Saya lebih banyak ada di rumah. Siag hari  banyak waktu saya gunakan untuk menemani isteri menunggu cucu-cucu saya yang rata-rata masih kecil masih sekolah SD. Malam hari banyak waktu saya pakai membaca Kitab Suci dan berdoa. Selebihnya saya pakai untuk mendoakan orang yang minta saya doakan dan menulis naskah renungan untuk disiarkan lewat radio. Saya mencari rejeki dengan menggunakan Kitab Suci, dari bacaan harian dari penanggalan Liturgi Gereja. Dan puyji Tuhan, dari kegiatan itu,m saya mendapatkan imbalan cukup untuk memnuhi kebutuhan hidup bewrsama isteri saya. Juga sesakali untuk membelikan kue serta sertya minuman untuk cucu-cucu saya.

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita telah bekerja bukan saja untuk mencari uang, tetapi untuk menanggapi rahmat Tuhan?

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, terimakasih untuk firmanMu hari ini, Engkau mengingatkan kami agar  bekerja secara seimbang, teguhkanlah kami selalu dalam usaha menumbuhkan kese hatan jasmani dan rohani kami. Ke dalam tanganMu kami serahkan hidup kami seke luarga, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

  

  

  

  

  

 

LUMEN NO     :  9385