Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

KAMU ADALAH SAHABATKU

(Yohanes 15 : 14)

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabatKu jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.”

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin,

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

"Homo Homini Socius". Manusia adalah sahabat bagi sesamanya. Dalam Alkitab, persahabatan merupakan tingkat hubungan yang tinggi, bahkan yang sangat berharga. Abraham disebut sahabat Allah. Santa Perawan Maria, para malaikat, para kudus sahabat-sahabat terbaik Allah. Ignasius Loyola sahabat Fransiskus Xaverius. Yesus sahabat Lasarus. Menjadi sahabat, menjadi saudara. Sahabat mempunyai tiga ciri. Satu dalam suka. Hadir dalam duka. Kerabat dalam doa. Sudahkah kita melakukan tiga ciri itu? Marilah kita serahkan semua rasa kasih dan persahabatan kita kepada Tuhan Yesus. Marilah pula kita memohon supaya selalu bersahabat dengan penuh kasih. Tidak ada satu pun yang dapat menghalangi kasih Yesus kepada para sahabatNya. Apakah kita sudah menjalankan yang diperintahkan Yesus kepada kita agar saling mengasihi"? Apakah kita juga sudah berusaha menjadi sahabat bagi sesama kita??  Kendati pengalaman pahit yang kita terima. Namun, kita percaya, kita mengimani, Yesus akan memampukan kita. 

Saudara-saudari terkasih.

Teman itu banyak, tetapi sahabat itu sedikit. Bila hidup sedang jaya, banyak teman. Tetapi bila hidup sedang terpuruk, yang mau menemani hanya sedikit. Perlu kita ketahui, yang sedikit itulah sahabat kita yang sejati. Keterpurukan bisa untuk menguji siapakah sahabat kita itu? Tuhan Yesus memanggil kita untuk menjadi sahabat-sahabatNya. Dia tidak menyebut kita hamba. Padahal seorang hamba, abdi, pelayan, sahaya Allah, bukanlah suatu pekerjaan yang rendah, yang asor dan yang hina. Bukan! Itu suatu gelar kehormatan. Musa disebut "doulos."  Hamba Allah. Demikian pula dengan Daud. Tuhan Yesus bersabda: "Kamu adalah sahabat-sahabatKu." Tuhan Yesus mengharapkan agar pada saat Ia menderita sengsara, murid-muridNya tetap berada di dekatNya. Di samping itu, Dia memberikan kepada kita "status" , "kese taraan" yang sangat luhur dan mulia. Kita dijadikan sahabatNya dan saudaraNya.  Dia sahabat kita! Dia saudara kita.!!      

Saudara-saudari terkasih

Kalau kita menjadi murid dan pengikut Yesus, itu karena panggilan dan pilihanNya. Dengan rahmat baptis, yang telah hilang karena dosa, dipulihkan oleh Kristus. Kita menerima rahmat pengudusan. Melalui rahmat baptis pula kita menjadi anggota Gereja dan perutusan untuk berbuah menjadi berkat bagi sesama. Setiap kali kita mengikuti Perayaan Ekaristi, dimana Yesus memberikan diri untuk dibagi, dipecah menjadi santapan tubuh dan jiwa kita Setelah itu Yesus juga mengutus kita untuk menjadi pewarta khabar baik dan kasihNya dalam kehidupan sehari-hari. Kita adalah sahabat Yesus kalau kita menuruti sabdaNya supaya mengasihi satu sama lain. Yesus menghendaki kita bersatu denganNya, supaya kita berbuah lebat dalam keutamaan kasih. Jika kita bersatu denganNya apa yang kita minta dari Bapa dalam namaNya, akan disediakanNya bagi kita. Meski bagaimana pun keberadaan kita, Dia tetap men cintai kita dengan sempurna. 

Saudara-saudari terkasih.

Mengasihi orang yang baik kepada kita itu hal yang mudah. Hanya dibutuhkan sedikit pembiasaan. Tetapi mengasihi orang yang jahat kepada kita, yang sudah menyakiti hati kita, yang sudah melukai batin kita tidak cukup hanya dengan kemauan, melainkan membutuhkan rahmat dan berkat Tuhan. Tuhan akan memampukan kita melamplaui keterbatasan kita sebagai manusia biasa, yang memiliki kelemahan insani, yang mudah jatuh dalam kesombongan dan dosa. Kita diminta untuk berbuat, melakukan yang diperintahkan oleh Yesus. Yesus dengan tegas meminta kepada kita melakukan perintahNya, karena hanya dengan itulah kebahagiaan akan dialami oleh semua sahabat-sahabatNya. Marilah kita kecap kasih Tuhan Yesus, kita nikmati kehangatan cintaNya dan kita jadikan semua itu milik kita. Karena kasih Tuhan itulah yang akan memampukan kita mengasihi orang lain. Namun, kita masih harus belajar mengasihi sesama, bukan saja mereka yang menyukai dan baik kepada kita, tetapi juga mereka yang tidak baik dan tidak menyukai kita. Marilah kita memaafkan dengan tulus hati apa pun kesalahan  mereka. 

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita telah menjadi sahabat Yesus, yang mengasihi  sesama seperti Yesus telah mengasihi kita?  

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, kami  mengucap syukur dan terima kasih karena mempunyai Tuhan yang sekaligus "sahabat" yang mencintai kami dengan sangat sempurna. Mampukan lah kami  mencintai seperti Engkau sendiri telah mencintai kami, para murid dan peng ikutMu, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

  

  

  

  

  

  

  

 

LUMEN NO     :  9403