Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

MEMBERI PERSEMBAHAN

(Markus 12:43)

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Bacaan pada hari ini menampilkan kisah seorang janda yang memberikan persembahan. Dikisahkan bahwa : "Pada suatu waktu ketika Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Melihat tindakan janda itu, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." Yesus memuji janda yang memberikan persembahan dari kekurangannya.

Saudara-saudari terkasih,

Yesus memuji janda yang memberi persembahan dua peser. Peser atau lepton dalam bahasa Yunani adalah mata uang Yahudi terkecil. Satu peser sama dengan setengah duit. Maka dua peser sama dengan satu duit. Sementara pada waktu itu, yang paling banyak dan umum digunakan adalah dinar. Satu dinar adalah upah sehari untuk seorang pekerja. Satu dinar sama dengan seratus dua puluh delapan peser. Jika dirupiahkan satu dinar, yakni upah kerja sehari kira-kira tujuh puluh lima ribu rupiah. Maka persembahan janda yang berjumlah dua peser nilainya sekitar seribu dua ratus rupiah. Nilai seribu dua ratus rupiah tentu terbilang sangat kecil bagi orang-orang yang kaya. Namun janda itu adalah orang miskin. Dan justru di  dalam kemiskinannya, janda itu memberikan persembahan yang besar.

Saudara-saudari terkasih,

Ada alasan lain, dari sekedar memasukan uang ke dalam peti persembahan, yakni menyangkut iman dan niat. Sebab ada orang yang memberi sumbangan atau memberi derma, hanya sekedar untuk dipuji dan dikagumi orang. Orang-orang yang demikian, tidak memiliki niat yang baik dan tulus. Mereka akan marah atau tersinggung, bila pemberian mereka tidak dihargai atau tidak mendapat ucapan terima kasih. Sedangkan orang yang bersikap tulus, akan berusaha memberi atau menyumbangkan sesuatu secara sembunyi-sembunyi. Mereka yang memberi dengan niat yang baik dan tulus pun tidak akan marah atau tersinggu saat pemberian mereka tidak dihargai atau tidak mendapat ucapan terima kasih. Sementara dari segi iman, orang yang memberi seluruh yang dia miliki, menunjukkan iman yang besar. Manusia yang demikian percaya kepada Tuhan, bahwa Tuhan tidak akan meninggalkannya. 

Saudara-saudari terkasih,

Gereja Katolik memang tidak menetapkan berapa jumlah uang derma atau kolekte yang kita harus kita sumbangkan. Dalam hal ini, Gereja lebih mementingkan keikhlasan serta ketulusan kita dalam memberi sumbangan. Sebab apa gunanya seseorang memberi derma dalam jumlah besar, tetapi diberikan dengan terpaksa. Hal itu tidak akan menjadi berkat bagi Gereja dan bagi umat yang bersangkutan. Lebih baik orang memberi dalam jumlah yang kecil, tetapi disertai dengan keikhlasan dan ketulusan. Apa yang diberikan dengan ketulusan dan keikhlasan akan mendatangkan berkat bagi Gereja. Namun sumbangan derma yang kita berikan perlu disesuaikan dengan pendapatan kita. Kalau seorang umat mendapat rejeki atau gaji yang selalu meningkat, tentu nilai sumbangan yang kita berikan bisa kita tambah. Jangan kita kikir pada Tuhan, maka Tuhan pun akan melimpahkan berkatNya bagi kita.

 

REFLEKSI:

Apakah kita sudah memberi persembahan seperti seorang janda yang mendapatkan pujian dari Yesus bukan pujian dari manusia?

                                                                                                         

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau memuji seorang janda yang rela memberikan persembahan dari kekurangannya, bahkan dia memberi seluruh nafkahnya. Ajarilah kami untuk memberi dengan sukacita, sehingga apa yang kami berikan menjadi berkat bagi Gereja dan bagi kami sendiri. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9439