Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

MISI PERUTUSAN

(Matius 10: 7 - 8)

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Allah sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan ...

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Firman yang baru saja kita dengar adalah misi perutusan Yesus bagi para rasul. Pertama, memberitahu orang banyak bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Selama ini, orang banyak menanti-nantikan datangnya Kerajaan Allah di dunia. Mereka mendambakan kebahagiaan sejati, terbebas dari segala penderitaan. Kerajaan Allah terkesan jauh sekali dari kehidupan sekarang. Sudut pandang itu keliru. Kerajaan Allah sesungguhNya sudah dekat. Kita dapat masuk Kerajaan Allah begitu kita berserah diri secara total kepada kehendak Allah akan kita sekarang ini juga. Berserah  diri secara total berarti melepas semua keinginan badan, rasa, dan pikiran kita, termasuk hasrat maupun penolakan kita akan situasi di hadapan kita. Kita diminta untuk netral, menerima apa pun yang ada secara apa adanya.                                      

Saudara-saudari terkasih.

Berita paling efektif disebarkan melalui aksi nyata atau teladan. Bagaimana paktiknya dalam kehidupan  sehari-hari? Saat badan tidak nyaman, misalnya lapar, mengantuk, ataupun muncul kebutuhan seksual, biasanya kita merasakan adanya desakan untuk bersegera mengikuti keinginan badan agar kembali merasa nyaman. Desakan ini muncul semaunya, ada kalanya tidak pada tempat dan waktu yang tepat. Sebagian orang cenderung mengikutinya begitu saja. Mereka melanggar aturan dengan alasan jujur mengikuti dorongan. Sebagian orang cenderung melawannya secara paksa. Mereka menyangkal diri dan menuntut orang lain melakukan hal yang sama, lalu marah besar pada sesama yang melanggar. Sebagian lagi tidak memihak pada dorongan  maupun  aturan, melainkan netral.             

Saudara-saudari terkasih.

Apa yang kemudian dilakukan oleh kelompok orang terakhir? Mereka mengakui adanya desakan dalam badan mereka, sekaligus menyadari bahwa menuruti desakan tidak akan menghantar mereka masuk dalam Kerajaan Allah. Memenuhi hawa nafsu tidak pada tempatnya  memunculkan rasa bersalah, yang bila ini diulangi bisa  mematikan hati nurani. Di sisi lain, mereka juga mengakui adanya norma diri yang sok kuasa melawan nafsu, sekaligus menyadari bahwa menuruti norma hanya bersifat menahan nafsu, dimana nafsu semakin mendesak, sehingga perjuangan rasanya sia-sia. Ini juga tidak menghantarkannya masuk Kerajaan Allah. Mereka memilih untuk diam. Ya, diam. Manakala jiwa kita sungguhan diam, maka nafsu maupun pikiran kita akan menaruh hormat dan ikutan diam, tidak lagi memaksakan keinginannya untuk segera diikuti. Sebaliknya, mereka jinak dan tunduk. Kita mengalami kesatuan, ketenteraman  dan damai sejahtera dengan penuh sekarang.           

Saudara-saudari terkasih.

Ketika kita berada dalam Kerajaan Allah, tenang, damai, dan menjadi satu kesatuan dengan sekeliling kita pada saat sekarang, kita menerima kuasa untuk melakukan hal di luar kebiasaan manusia, termasuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Bagaimana bisa demikian? Karena saat kita bersatu dengan kehidupan, kita tidak lagi berpusat pada kepentingan dan kekuatan sendiri, melainkan pada kehendak  Allah dan penyelenggaraan ilahi. Sungguh luar biasa dan menakjubkan misi perutusan yang Tuhan berikan! Bagaimana kita menjalankanNya? Hidup bertakwa mengikuti ajaran Nya, rendah hati mengakui kelemahan dan kelalaian, percaya dan terus saja mengikuti Nya sepanjang waktu dengan penuh cinta. Bila kita renungkan, perjalanan hidup kita terus mengarahkan kita untuk semakin mendekati Kerajaan  Allah.                   

  

REFLEKSI:

Sadarkah kita bahwa kerinduan terdalam adalah hidup bersama Allah sekarang dan selamanya? 

  

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, terima kasih, atas FirmanMu pada hari ini. Terima kasih atas misi perutusan yang diberikan kepada kami. Terima kasih atas pemahaman menurut TerangMu. Terima kasih atas kesabaranMu menerima  kami dalam perjalanan menuju kesatuan denganMu. Kami juga mau bersabar pada diri sendiri dan sesama. Kami percaya dapat menjalani misi perutusanMu. Amin.

 

LUMEN NO     :  9441