Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

PATUH HATI

(Matius 5: 19)

Siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tapi siapa yang melakukan dan mengajarkannya, ia akan menduduki tempat tinggi dalam Kerajaan Sorga.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Sebagai murid Yesus, kita diutus untuk memberitakan kepada semua orang bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Cara paling efektif adalah dengan menunjukkan teladan. Hidup mengikuti ajaran Kristus terkadang membingungkan, karena bertentangan dengan aturan dan pengetahuan sebelumnya. Misalnya ajaran untuk memberikan pipi kanan kita saat orang sudah menampar pipi kiri kita; Bukankah ini mendorong sesama membabi buta mengulangi tindakan menyakiti sesama? Mengapa kesalahan dan kejahatan malah seakan diijinkan dan tidak ditentang? Mari kita diam sejenak. Yesus paham perbantahan yang terjadi dalam diri kita. Ia berkata: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.  melainkan untuk menggenapinya". Maka hidup mengikuti Kristus, bukan hanya melakoni cara hidupNya, melainkan juga  mematuhi aturanNya.

Saudara-saudari terkasih.

Saat tak ada pertentangan dalam suatu ajaran, kita cenderung mudah mematuhinya. Namun sebalilknya, saat ada pertentangan yang terkandung dalam suatu ajaran, pikiran kita  pun sibuk berdebat, sehingga kita bingung memutuskan apa yang sebaiknya kita lakukan. Misalnya ajaran Yesus yang menolak perceraian dan menegaskan bahwa perkawinan setelah bercerai termasuk zinah. Salah satu hukum Taurat mengijinkan perceraian pada kondisi tertentu. Orang Yahudi sempat menanyakan perbedaan sudut pandang tentang perceraian itu. Kita pun mungkin bingung, dan berisiko memilih aturan yang sesuai dengan kondisi dan kepenttingan kita. Maka kita pun sering mencari pembenaran diri.                           

Saudara-saudari terkasih.

Firman Yesus hari ini menegaskan kepatuhan: Siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tapi siapa yang melakukan dan mengajarkannya, ia akan menduduki tempat tinggi dalam Kerajaan Sorga. Kerajaan Sorga ada pada kehidupan kita sekarang. Kita bisa berada di dalamnya manakala kita dapat  hening dan menghidupi keberadaan saat  ini secara utuh. Perilaku yang akan membantu kita untuk sampai ke kondisi hening adalah patuh. Bagaimana bisa demikian? Apabila fokus utama kita adalah nafsu, keinginan, perasaan, pikiran, dan kepentingan pribadi, maka kita cenderung akan menentang aturan yang menghalangi kita. Pertentangan menyebabkan energi kita terpecah. Kita menjadi tidak damai. Kita jauh dari Kerajaan Sorga.           

Saudara-saudari terkasih.

Patuh akan membantu kita menjadi bagian yang padu dari keseluruhan. Energi kita satu. Rasanya utuh dan penuh. Kita akan ditinggikan dan berada dalam Kerajaan Sorga  pada masa sekarang. Bila ditelusuri lebih jauh, dasar dari  kepatuhan adalah rasa hormat, yakni memberi waktu dan tempat untuk boleh ada atau terjadi. Yesus menaruh hormat pada hukum Taurat. Mari kita simak  kisah singkat tentang menghormati dan mematuhi. Seorang anak muda gemar mengkritik orang tua. Ia merasa pintar, bangga, hebat, dan unggul manakala berhasil menunjukkan kesalahan orang tua. Saat oang tua tidak suka dan marah, hubungan mereka tersendat. Namun saat orang tua menaruh hormat, menyimak, dan berterima kasih, tanpa harus menyetujui, anak muda pun tergugah untuk ikut  menaruh hormat, menyimak, berterima kasih, bahkan juga  patuh mengikuti orang tua. Energi kedua pihak bersatu padu. Damai Kerajaan Sorga terjadi pada saat itu.

                 

REFLEKSI:

Sudahkah saya patuh? Atau saya sekedar mudah terpengaruh? Atau saya masih suka bersikeras dengan kepentingan sendiri? 

 

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, terima kasih atas FirmanMu hari ini. Saya menjadi tahu kebaikan yang mau saya tuju. Sering kali saya gagal melakukan apa yang saya tahu. Saya frustrasi. Saya menolak diri.  Saya  tidak menaruh hormat pada kegagalan. Terima  kasih Yesus, Engkau mengingatkan saya untuk menghormati  apapun yang tejadi dan berterima kasih. Terpujilah Allah sepanjang masa. Amin.

 

LUMEN NO     :  9443