Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

IMANMU TELAH MENYELAMATKANMU

(Matius 9 : 22.)

Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anakKu, imanmu telah menyelamatkanmu.”

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Injil hari ini berkisah tentang iman. Kepala rumah ibadat meminta dengan penuh iman kepada Yesus untuk memghidupkan kembali anaknya yang telah mati. Karena imannya itu Yesus membangkitkan anaknya. Imannya yang mendalam telah mendatangkan mujizat dari Tuhan Yesus. Iman adalah penyerahan hidup kepada Tuhan. Meski pun terkesan bahwa iman adalah sebuah jawaban personal menusia, namun iman itu tidak muncul dengan sendirinya. Iman itu juga adalah pemberian atau karunia yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia dengan perantaraan Roh Kudus. Dengan kata lain, iman adalah pemberian dari Tuhan kepada manusia secara cuma-cuma. Dengan berbekal iman, kita dapat mengarungi kehidupan, yang penuh dengan berbagai persoalan.Yang terpenting adalah begaimana kita menghadapi aneka persoalan hidup kita di dalam Tuhan. Injil hari ini mengajarkan kepada kita bahwa iman yang teguh membuahkan kesembuhan dan sukacita. Yang perlu kita renungkan adalah apakah kita sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan Yesus ketika kita menghadapi persoalan dalam hidup kita?

Saudara-saudari terkasih.

Iman kepada Tuhan Yesus selalu membuahkan kehidupan, penyembuhan, penghapusan dosa dan hidup dalam rahmat Tuhan. Hal ini secara nyata dialami oleh kepala rumah ibadat yang anaknya mati dan dihidupkan kembali oleh Tuhan Yesus. Yesus selalu tergerak hatinya oleh belaskasih. Inilah gambaran kerahiman ilahi yang selalu terbuka pada pertobatan, keterbukaan serta kepercayaan dan iman yang mendalam dari manusia kepada belaskasih Allah. Yesus akan selalu berpaling jika kita minta pertolongan padaNya dengan penuh iman dan kepercayaan serta berserah kepadaNya. Tidak ada yang bisa membawa kita kepada Bapa selain Yesus, karena hanya Yesuslah satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup. Syaratnya hanya satu  ialah apakah kita sungguh beriman kepada Yesus dan percaya sepenuhnya kepadaNya? Apakah kita sanggup mengikuti dan menghidupi jalan kebenaran yang telah ditunjukkanNya pada kita?

Saudara-saudari terkasih.

Sebagai orang beriman, apa pun yang terjadi dalam diri kita tidak pernah lepas dari perhatian Allah. Terutama saat keadaan kita lemah, kita sakit, perhatian Allah sangat besar. Allah mudah tergerak hati oleh belaskasih. Maka sangatlah tepat bersikap seperti kepala rumah ibadat yang anaknya mati. Ia percaya pada kuasa Yesus: "Letakkanlah tanganMu atasnya, maka ia akan hidup." Ia percaya Yesus bisa berbuat sesuatu atas anaknya.. Ternyata benar. Yesus berkata: "Teguhkanlah hatimu, imanmu telah menyelamatkanmu." Itulah penegasan Yesus terhadap siapa pun yang datang kepadaNya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita percaya pada kemurahan dan rahmat Tuhan? Ketika ada orang meminta bantuan mendesak, Ia segera berangkat. Inilah sikap Yesus dalam menolong sesama. Yesus segera bereaksi cepat dan spontan ketika ada permintaan pertolongan. Yesus bukan orang yang menunda-nunda bantuan. Ia segera datang dan mau menyembuhkan. Sikap Yesus selalu mengutamakan orang yang sakit. Orang sakit diampuni dosanya, diteguhkan imannya, dan diselamatkan hidupnya. Dilimpahi kebahagiaan dan sukacita.           

Saudara-saudari terkasih.

Sikap Yesus yang demikian menjadi contoh bagi kita orang beriman dalam menolong sesamanya. Apakah kita memiliki sikap mengutamakan orang yang menderita sakit dan selalu siap menolongnya? Sikap Yesus yang spontan, segera dan tidak menunda-nunda menjadi contoh untuk menolong sesama yang menderita. Teladanlah sikap dan semangat Yesus itu dalam hidup kita untuk menolong sesama. Alangkah baiknya sekiranya mulai hari ini kita menolong sesama yang menderita. Semoga hal ini lama kelamaan menjadi kebiasaan dalam hidup kita. Membina hati yang siap sedia menolong sesama seperti Yesus. Alangkah baiknya dalam kunjungan kita pada orang sakit, kita berdoa untuk kesembuhan  saudara kita yang sedang sakit. Kita pun  diharapkan bisa meringankan beban biaya pengobatannya, dengan berbagi uang serta buah tangan. Itu tidak harus, tetapi bila kita bisa melakukannya, pasti akan membahagiakan yang sakit dan keluarganya.

 

REFLEKSI:

Apakah selama ini kita telah memperhatikan kesehatan jasmani mau pun rohani hidup kita dengan sebaik-baiknya?

  

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk menerima setiap pengalaman hidup dengan hati yang tenang dan percaya. Jauhkanlah kami dari sikap suka mengeluh, cepat marah dan memusuhi orang yang tidak kami sukai. Ampunilah kami orang yang berdosa ini, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9469