Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

PESTA YESUS MENAMPAKKAN KEMULIAAN-NYA

(9497)

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Injil Markus hari ini menceritakan bagaimana Yesus menampakkan kemuliaan-Nya. Dikisahkan bahwa enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.                     

Saudara-saudari terkasih,

Bacaan hari ini yang diambil dari injil Markus bab sembilan ayat dua sampai sepuluh, menampilkan kisah Yesus dengan ketiga murid kesayangan-Nya, yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Ketiga rasul ini dibawa oleh Yesus ke gunung Tabor dan di sana mereka diperkenankan untuk melihat Tuhan Yesus yang berubah rupa. Ketika mereka melihat dan mengalami itu semua, mereka seakan-akan berada di surga. Karena itu, Petrus sampai dengan berani meminta kepada Yesus agar mereka diperbolehkan mendirikan tiga kemah satu untuk Yesus, satu untuk Musa dan satu untuk Elia. Padahal kalau kita melihat injil Markus sebelumnya, khususnya bab delapan ayat tiga puluh satu sampai tiga puluh delapan, Yesus baru saja menceritakan bahwa Dia akan menderita sengsara, ditolak dan dibunuh. Artinya ada perbedaan yang bertolak belakang antara apa yang dilihat oleh ketiga rasul itu seperti dalam perikop injil hari ini dengan perikop injil sebelumnya.

Saudara-saudari terkasih,

Perbedaan antara kisah injil Markus hari ini yang menggambarkan kebahagiaan dengan kisah injil Markus sebelumnya yang menggambarkan penderitaan, hendak menegaskan kepada kita bahwa kehidupan manusia akan senantiasa diwarnai oleh dua sisi kehidupan yang berbeda atau terkesan bertolak belakang. Di satu sisi, Tuhan Yesus akan menderita sengsara sampai wafat di kayu salib. Namun setelah itu, Yesus akan dimuliakan dan ditinggikan Allah melebihi semua yang ada, baik yang ada di dunia maupun yang ada di surga. Hal yang sama akan dialami oleh umat Kristiani. Kita para pengikut Yesus tidak mungkin dapat mengalami kemuliaan jikalau kita tidak mau menderita seperti yang dialami oleh Yesus. Sebab yang kita ikuti adalah Yesus. Yesus telah menunjukkan jalan kepada kita. Jalan yang Yesus tempuh adalah jalan kasih. Jalan kasih akan mendorong kita untuk berkorban dan menderita. Tetapi kita tidak perlu takut, sebab lewat jalan pengorbanan dan penderitaan seperti Yesus, kita dapat memperoleh kemuliaan di surga.

Saudara-saudari terkasih,

Hari ini Gereja merayakan Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya. Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya memberikan harapan kepada umat Kristiani dari zaman ke zaman bahwa Yesus sungguh Allah yang akan memberikan kemuliaan-Nya kepada kita. Rasul Petrus sendiri memberi kesaksian. Dalam surat yang kedua bab satu ayat enam belas sampai sembilan belas, Rasul Petrus menegaskan : "Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Yesus menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Yesus di atas gunung yang kudus. Artinya apa yang tertulis dalam inji hari ini sungguh-sungguh pernah nyata.

                                                                

REFLEKSI:

Apakah kita sudah menyadari bahwa sebelum kita mengalami kemuliaan, kita terlebih dahulu harus menderita dan berkorban seperti Yesus?

                                                                                                         

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, hari ini Gereja merayakan Pesta dimana Engkau menampakkan kemuliaan-Mu. Semoga dengan merayakan pesta ini kami diberikan kekuatan dan keberanian untuk mau berkorban dan menderita agar kelak kami Engkau perkenankan memperoleh hidup kekal di surga. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  Markus 9:2