Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

KARENA KAMU KURANG PERCAYA

(Matius 17:19-20a)

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya.”

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Dikisahkan bagaimana anak yang sakit ayan tidak bisa disembuhkan oleh para murid Yesus. Akhirnya, ibu dari anak yang sakit ayan langsung menemui Yesus. Dengan penuh kuasa Yesus mengusir setan ayan itu. Seketika, ia sembuh. Tentu para murid dibuat heran. Mereka bertanya kepada Yesus: "Mengapa kami tidak bisa menyem buhkan anak yang sakit ayan itu?" Jawab Yesus: "Karena kamu kurang percaya." Betapa pentingnya iman kepercayaan. Iman kepercayaan adalah penyerahan dan keterbukaan kepada Allah. Membiarkan  Allah bertidak dalam diri dan hidup kita. Apa yang kita pikirkan pada saat kita berdoa kepada Tuhan Yesus? Apa yang kita rasakan ketika ternyata doa-doa permohonan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan Yesus?? Kita kecewa, pasti! Kita kesal, bahkan mungkin kita marah kepada Tuhan Yesus. Kita tuduh Tuhan Yesus tidak lagi mau mendengarkan doa kita, Tuhan Yesus tidak mencintai kita, Tuhan Yesus membenci kita. Buktinya Tuhan Yesus samasekali tidak mau peduli pada doa dan permohonan kita.

Saudara-saudari terkasih.

Biasanya apa yang terjadi kalau doa kita tidak dikabulkan oleh Tuhan Yesus? Kita ngambek, kita tidak mau berdoa lagi dan kita tidak mau meminta kepada Tuhan Yesus lagi. Kita mencari orang pandai, kita mencari paranormal, kita mencari guru spiritual, kita menggunakan cara yang tidak sesuai dengan iman Katolik, yang tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik dan yang tidak diajarkan dan dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Kita cari jalan pintas, kita cari cara yang lebih menjanjikan. Kita menipu, kita mencuri, kita korupsi. Bahkan tidak sedikit juga yang lalu menggunakan kekuatan gelap, menggunakan cara-cara yang irasional, berguru, mengikuti ritual, membakar kemenyan, berendam di sungai atau di pantai. Dengan harapan agar keinginan kita bisa terlaksana. Akibatnya kita menjadi jauh dari keluarga, menjadi jauh dari Tuhan Yesus. Kita hidup di alam kita sendiri.

Saudara-sadari terkasih.

Setelah Yesus menjawab kepada murid-muridNya, kenapa mereka tidak dapat mengusir setan ayan itu, penyebabnya ialah:  "Karena kamu tidak percaya." Kemudian Yesus menjelaskan kepada mereka, bahwa untuk dapat mengusir setan ayan itu, harus dengan "berdoa dan berpuasa." Doa dan puasa sangat berkhasiat untuk mengusir setan. Karena doa dan puasa mendekatkan orang pada Tuhan, mendekatkan orang pada hidup yang suci, yang kudus, yang berkenan kepada Tuhan. Dan berdoanya pun bukan hanya dengan menggunakan kata-kata saja, melainkan harus  dengan hati dan budi. Menggunakan kata yang keluar dari hati yang tulus dan budi. Berpuasa sangat berguna bagi manusia, karena dengan berpuasa kita berlaku tapa, kita mengurangi kesenangan jasmani, bermatiraga, mengendalikan diri dan menjauhkan diri dari  nafsu duniawi yang tidak terkendali.

Saudara-saudari terkasih.

Selain setan ayan, ada pula setan lain yang cara mengusirnya harus dengan doa dan puasa. Yaitu setan keras kepala. Ada orang yang tidak mau meminta maaf dan tidak mau memberi maaf. Sekali pun sadar bahwa dirinya bersalah, namun ia tidak mau  meminta maaf. Demikian pun, bila ada orang lain yang bersalah kepadanya, dia tidak akan mau memberi maaf.  Padahal kita tahu, bahwa pengampunan adalah obat yang paling mujarab dan manjur. Ada seorang perempuan, belum menikah, sudah bertahun-tahun menderita sakit. Menurut pemeriksaan dokter, dia sehat. Dia tidak mengidap penyakit apa pun. Namun perempuan itu selalu mengeluh bawa badannya sakit. Selain berobat ke dokter, dia juga berkonsultasi dengan seorang Pastor. Pastor itu menganjurkan agar dia menjalani retret pribadi selama tujuh hari. Pada saat penga kuan dosa, perempuan itu mengungkapkan bahwa dia punya rasa sakit hati pada ayahnya, karena meninggalkan dirinya dan ibunya pada waktu ia masih kecil. Setelah pengakuan dosa, dia merasakan sembuh, hidupnya terang, ringan serta   bahagia. Karena  telah  mengampuni ayahnya.

 

REFLEKSI :

Apakah selama ini kita masih menyimpan dendam pada seseorang dan kita berkeras kepala  tidak mau memaafkannya?

 

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, libatkanlah kami dalam karya pewartaanMu, untuk menyem buhkan orang sakit dan mengusir setan. Engkau mengusir berbagai setan yang merasuki orang; usirlah pula setan yang merasuki kami, sehingga kami tidak  merasa kan damai sejahteraMu, ya Yesus. Doa ini kami persembahkan dalam namaMu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9502