Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. ... (Yohanes 12: 46)

HIDUP KEKAL ADALAH SEGALANYA

(Markus 9:47)

Yang berdasarkan pada Injil Markus 9:47: Yesus bersabda : “Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka.”

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Dalam bacaan injil pada hari ini Tuhan Yesus bersabda: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." Dan "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.

Saudara-saudari terkasih,

Tuhan Yesus melanjutkan pengajaran-Nya yang sangat keras dengan berkata : "Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Karena setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. Dari pengajaran Tuhan Yesus hari ini dapat kita simpulkan bahwa jangan pernah untuk kompromi atau tawar-menawar jika berkaitan dengan hidup kekal. Bagi Yesus hidup kekal adalah segala-galanya. Tubuh manusia dengan segala anggotanya, seperti mata, tangan, telinga maupun kaki hanya dapat berfungsi selama kita berada di atas muka bumi ini.

Saudara-saudari terkasih,

Dunia kita sekarang ini lebih banyak menuntut penampilan lahiriah, apa yang kelihatan dimata manusia. Oleh karena itu, dunia kecantikan sangat diminati oleh manusia. Jika dulu yang pergi ke salon hanya ibu-ibu atau kaum perempuan, kini sudah mulai berubah. Laki-laki pun ikut-ikutan pergi ke salon demi sebuah penampilan yang keren dan mempesona. Bahkan sebuah laporan menunjukkan bahwa orang-orang Indonesia rela pergi ke luar negeri dengan menghabiskan uang jutaan sampai milyaran rupiah demi sebuah penampilan fisik yang menarik dan memikat hati banyak orang. Acara-acara televisi pun lebih banyak yang tidak mendidik daripada yang mendidik. Yang dikejar adalah rating, yakni keuntungan semata. Tidak peduli berapa benyak anak Indonesia yang terpengaruh dengan acara tersebut. Oleh sebab itu, bacaan injil pada hari hendak menyadarkan kita para pengikut Yesus bahwa tujuan hidup kita bukan di dunia ini tetapi hidup kekal yang hanya disediakan oleh Allah bagi-orang yang mau mengorbankan hal-hal dunia.  

Saudara-saudari terkasih,

Dalam kaitan dengan bacaan inji pada hari ini kita ingat kisah Santa Fransisikus dari Asisi. Santo Fransiskus Asisi rela diusir dari rumahnya yang sangat mewah dan kehilangan masa depannya sebagai anak seorang yang kaya raya. Bahkan di hadapan orang tuanya Santo Fransiskus Asisi rela menanggalkan jubah yang maha indah dan sangat mahal. Bagi Santo Fransiskus Asisi, Tuhan Yesus yang tersalib lebih indah dan lebih mahal dari apa pun yang ada di dunia ini. Dan inilah contoh paling ekstrim, paling keras yang dilakukan oleh seorang anak manusia. Di sini santo Fransiskus tidak hanya memotong tangan dan kaki atau mencungkil matanya. Sebaliknya santo Fransiskus Asisi seakan-akan memotong semua anggota tubuhnya termasuk masa depannya yang cerah demi Yesus yang merupakan jaminan menuju hidup yang kekal. Sebab hidup kita di dunia ini hanya sementara. Sedangkan hidup kekal bersifat abadi. Maka kalau orang sengsara, dia akan sengsara selamanya. Tetapi kalau dia bahagia, maka dia akan bahagia selamanya.  

                                                                

REFLEKSI:

Apakah kita sudah berusaha untuk memperoleh hidup yang kekal bersama Bapa di surga atau kita hanya mengejar hal-hal duniawi?

                                                                                                         

MARILAH KITA BERDOA:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajarkan dan mendorong kami untuk meraih hidup yang kekal bersama-Mu di surga dengan berani mengorbankan hal-hal dunia termasuk anggota tubuh kami. Berilah kami kesadaran bahwa hidup kekal bersama-Mu adalah segala-galanya bagi hidup kami. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

LUMEN NO     :  9423