Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

KEDATANGAN ANAK MANUSIA

BC - 9615P | Minggu, 02 Desember 2018

Bacaan Hari ini:
(Hr Minggu Adven 1)
Yer.33:14-16
Mzn\m.25:4bc-5ab,8-9,10,14
1Tes.3:12-4:2
Luk.21:25-28,34-36

”Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.”
Luk 21:27-28

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Hari ini adalah hari pertama dalam tahun baru kalender liturgis. Awal tahun ini ditandai dengan masa Advent. Inilah masa untuk merenungkan kedatangan Tuhan yang akan kita rayakan pada hari Natal mendatang dan menantikan kedatangan Tuhan pada akhir zaman. Injil hari ini menggambarkan bagaimana kelak jika Anak Manusia datang untuk kedua kalinya. Ia yang datang ke dunia pada pertama kalinya, hadir dalam rupa bayi lemah, dalam kesederhanaan dan ketidakberdayaan; Ia juga yang kelak akan datang untuk kedua kalinya, hadir dalam keperkasaan, dalam kemuliaan dan kemaha kuasaanNya. ”Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.”  Anak Manusia akan datang sebagai hakim yang adil dan Allah yang maharahim, yang memisahkan orang benar dari orang yang tidak benar.

Saudara-saudari terkasih,
Sepanjang tahun liturgi yang baru ini, Sabda Tuhan akan membimbing kita untuk selalu mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan sendiri. Tuhanlah yang harus menjadi pusat perhatian kita orang-orang yang percaya kepadaNya. Di awal tahun liturgi yang ditandai dengan pewartaan Sabda Tuhan tentang Allah yang rindu menyelamatkan umat kesayangannya. Nabi Yeremia dalam liturgi Minggu Advent pertama memberikan jaminan bagi umat Allah untuk percaya kepada Allah. Janji Tuhan melalui Yeremia merupakan harapan. Umat yang telah jatuh dalam dosa berulangkali bukanlah menjadi hambatan bahwa Allah mau menyelamatkan umatNya. Sementara santo Paulus memberikan harapan baru. Mereka yang telah percaya kepada Yesus yang bangkit, diharapkan untuk tetap bertahan di hari kedatangan Yesus, karena di dalam diri mereka telah tumbuh  kasih dan kebenaran. Hidup dalam kasih dan kebenaran dapat membantu setiap pribadi menjadi kudus. Kekudusan harus menjadi panggilan luhur bagi setiap orang yang percaya.

Saudara-saudari terkasih,
Seruan sang Juruselamat semasa hidupnya pada kedatanganNya yang pertama adalah agar mereka yang percaya kepadaNya membangun hidup berkenan kepada Allah. “Hendaklah sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga adalah sempurna”. Untuk menuju kepada kekudusan, perlu dibangun sikap tobat yang terus menerus dan selalu diperbaharui. Sikap batin yang harus dibangun oleh orang-orang yang percaya kepadaNya adalah selalu berjaga-jaga dan berdoa. Sikap berjaga-jaga ini harus dihayati. Banyak orang menggunakan kesempatan untuk berpesta dan mabuk-mabukan, masuk dalam dunia kayalan. Ada juga orang yang kawatir akan hidupnya: kawatir akan apa yang akan mereka makan dan minum, akan pakaian dan papan, serta kekuatiran akan tergerusnya harta kekayaannya. Hal-hal ini dapat menjadikan orang tidak siap untuk menanti kedatangan Tuhan. Apabila kita percaya kepada Tuhan dan menjauhkan diri dari hal-hal duniawi ini, maka kita akan tahan berdiri di hadapan Anak Manusia yang kelak datang kembali.

Saudara-saudari terkasih,
Apakah  yang dapat kita petik dari sabda Tuhan yang diwartakan oleh Gereja pada hari ini? Kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya memang berbeda dengan kedatanganNya yang pertama. Ia datang sebagai raja yang mulia dan berkuasa. Kalau pejabat mau datang ke tempat kita, begitu banyak persiapan telah dilakukan. Bukan saja masalah tempat penyambutan, tetapi juga cara penyambutan, keamanan dan kelayakan penyambutannya. Masih ingatkah kita, ketika Paus Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia dua dekade yang lalu? Gereja Katolik di Indonesia mempersiapkan sungguh kehadiran beliau. Sabda Tuhan hari ini membantu kita untuk menyadari bahwa warta sukacita tentang kedatangan Tuhan ternyata tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berjaya dan hidup penuh kelimpahan, melainkan kepada umat Allah yang lemah dan menderita. Sarana ampuh menantikan kedatangan Tuhan adalah dengan berjaga-jaga dan berdoa. Menata hidup baik dalam pertobatan dengan berjaga dan berdoa, adalah cara yang terbaik untuk menyongsong kedatangan Tuhan di akhir zaman.

 

Refleksi :
Apakah kita berjaga-jaga dan sabar mendengar Tuhan hari demi hari melalui ajaran dan didikanNya?

 Marilah kita berdoa:
Bapa, kami bersyukur telah diperkenankan memulai Tahun Liturgi yang baru. Kami mohon, berilah kami kesadaran untuk membangun hidup suci dan mengandalkan Yesus dalam hidup kami. Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.