Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

TUHAN BEKERJA

BC - 9616G | Senin, 03 Desember 2018

Bacaan Hari ini:
(Ps.St. Fransiskus Xaverius)
1Kor.9:16-19,22-23
Mzm.117:1,2
Mrk.16:15-20

”Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”
Mrk 16:19-20

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Setelah Tuhan Yesus menyelesaikan tugas perutusan dan pelayananNya di dunia ini, Ia kembali kepada Bapa dengan terangkat ke sorga dan disaksikan oleh para rasul dan mereka yang percaya kepadaNya. Kini pelayanan Tuhan diwariskan dan diteruskan kepada para murid, kepada Gereja, kepada kita yang percaya kepadaNya. Yesus datang dengan warta: “Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” Warta pertobatan adalah pesan yang harus disampaikan, bukan saja kepada orang-orang Yahudi, melainkan juga kepada segala keturunan dan segala bangsa. Tuhan tidak meninggalkan para murid, melainkan hadir bersama dengan mereka dan menyertai mereka dengan tanda-tanda luar biasa. Seperti Yesus yang semasa hidupnya menyembuhkan orang sakit, rasul-rasul itu juga menyembuhkan orang-orang yang sakit dengan kuasa Yesus. Terlebih-lebih setelah Roh Kudus turun atas para murid, mereka bersemangat memberitakan bahwa Yesus yang telah disalibkan itu sudah bangkit dan  menjadikan mereka saksiNya.

Saudara-saudari terkasih,
Sesungguhnya Tuhan Yesus sudah memastikan kepada para muridNya: “Jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh badan, dan janganlah kamu takut dan cemas akan apa yang akan kamu katakan. Aku akan menyertaimu sampai akhir jaman”. Bahkan Tuhan menegaskan supaya mereka tidak perlu memikirkan apa yang harus mereka katakan untuk mempertanggungjawabkan kesaksiannya, sebab Roh Kudus akan  membantu mereka menjelaskan apa yang telah diajarkan kepada mereka oleh Yesus sendiri. Roh Kudus akan membimbing mereka. Roh Kudus akan menyertai mereka.  Pada masa awal gereja, para rasul yang ditangkap dan disiksa membela diri dan sanggup melawan orang-orang Yahudi, bahkan Tuhan membebaskan mereka dari penjara yang terkunci dan dijaga ketat. Para pengaku iman dan para martir tidak gentar dengan ancaman yang dapat melenyapkan nyawa merek

Saudara-saudari terkasih,
Tuhan telah terangkat ke surga, dan Ia akan kembali lagi dengan kemuliaan dan kekuasaanNya. Menantikan hari yang tidak diketahui hari dan waktunya itu, Tuhan menghendaki Gereja terus memberikan kesaksian kepada seluruh umat manusia. Itulah dikatakan hari ini bahwa “Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru....” Gereja yang mengalami hidup bersama dengan Yesus memberikan kesaksian tentang kasih Allah, dan itulah kabar gembira, atau juga kita sebut Injil. Kabar gembira yang sudah dialami oleh Gereja di masa lalu harus diwartakan dan                                diwariskan kepada generasi berikutnya hingga sekarang. Adalah tanggungjawab gereja untuk mewartakan bahwa Tuhan sudah datang ke dunia dan menyatakan kasihNya kepada umat manusia. Ia lahir sebagai anak Maria, Ia dibesarkan sebagai anak tukang kayu, namun Ia bertindak atas namaNya dan dalam kesetiaan dan ketaatan kepada kehendak BapaNya. KesetiaanNya itu dibuktikan dengan kasih yang bukan hanya diajarkanNya, melainkan kasih yang dihidupi dan diwujudnyatakan. Ia memberi makan orang yang lapar, menyembuhkan orang sakit, Ia membangkitkan orang mati. Ia menyatakan kasihNya dengan dengan wafat, wafat di kayu salib.

Saudara-saudari terkasih,
Yesus yang sudah wafat itu, bangkit. Ia mati supaya kita hidup, ia bangkit supaya kita percaya dan memperoleh hidup yang kekal. Setelah menyelesaikan tugasNya, Ia terangkat ke sorga. Ia yang terangkat ke sorga itu akan datang kembali untuk kedua kalinya pada akhir jaman. Sebelum hari itu tiba, Allah menghendaki supaya Injil, yaitu kabar gembira dari Allah diwartakan ke segala penjuru. Tugas ini tidak mudah, penuh tantangan, banyak penolakan dan penderitaan. Seperti Yesus sendiri semasa hidupNya dan selama Ia berkarya, Ia ditolak oleh bangsaNya dan oleh tua-tua agama Yahudi. Ia memastikan bahwa seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya. Dan Ia juga mengingatkan kita: “Barangsiapa mau mengikuti Aku, ia harus memikul salibnya dan mengikuti Aku.”. Menjadi seperti Yesus, itulah pointnya. Yang menarik dari kesaksian gereja pada masa awal pewartaannya, mereka itu menyadari bahwa mereka tidak bisa bekerja sendiri. Inilah kesaksian gereja yang kita dengar hari ini: “Tuhan  bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertai nya.” Jadi kalau Imam atau siapa pun mewartakan Injil kepada kita hari ini, itu adalah Kristus yang menyapa kita melalui mereka.


Refleksi :
Apakah aku sudah mewartakan Injil dalam hidupku setiap hari?

 Marilah kita berdoa:
Bapa, mampukanlah kami untuk bersaksi dan mengandalkan kuasaMu. Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus PuteraMu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.