Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

BAHAGIA MERINDUKAN TUHAN

BC - 9617G | Selasa, 04 Desember 2018

Bacaan Hari ini:
Yes.11:1-10
Mzm.72:2,7-8:12-13,17
Luk.10:21-24

”Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat,tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
Luk 10: 23b-24

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Tuhan Yesus sudah datang ke dunia. Ia telah dijanjikan berabad-abad lamanya. Alkitab Perjanjian Lama memberikan kesaksian tentang Dia. Banyak orang merindukannya, para nabi dan para raja dan tentu orang-orang pilihan Yahweh, sangat merindukan dan menantikan hadirnya seorang Mesias, yang dilahirkan dari tengah-tengah mereka.  Yesus dilahirkan oleh seorang wanita sederhana dan saleh. Ia tidak dilahirkan sebagai anak bangsawan apalagi putera mahkota. Sedih dan miris memang mendengarnya, “ia dilahirkan di kandang sapi!” Bukan di atas kasur atau tilam, melainkan di atas wadah pakan hewan, di palungan dia direbahkan. Ia lahir sebagai orang termiskin pada masanya. Tapi lihatlah siapa yang mengenaliNya dan menerimaNya? Tidak ada ceritanya. Raja yang sedang berkuasa, yaitu Herodes? Ia malah ingin menying kirkannya. Tragis memang.

Saudara-saudari terkasih,
Sebelum ayat yang kita kutip hari ini, Tuhan Yesus  dalam Roh Kudus berkata: “Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan  bagiorang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecl. Ya bapa, itulah yang berkebnan kepadaMu.” Siapakah orang-orang kecil yang dimaksud oleh Yesus? Orang-orang yang mempunyai penginapan tidak menerima Maria dan Yusup di penginapannya. Tidak ada tempat bagi “orang miskin” di penginapan. Akhirnya Ia dilahirkan di kandang hewan, dan tamu utama Yesus adalah orang kecil, yaitu para gembala. Malaikat Tuhan memberitakan kepada mereka tentang kelahiran “anak miskin Raja Agung” begini: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” Kepada orang pinggiran,  orang sederhana; Tuhan menyatakan kehadiranNya di dunia. Bukan kepada para nabi    dan para raja yang telah menantikannya.

Saudara-saudari terkasih,
Allah menyatakan dirinya kepada orang-orang yang kecil, yaitu orang yang menyandarkan seluruh hidupnya atas campur tangan Allah. Mereka adalah orang-orang yang tahunya Allah yang memberikan keputusan yang terbaik bagi hidupnya dan yang memberkati hidup dan karya mereka. Orang-orang ini selalu menempatkan Allah dalam urutan pertama dari kesibukan dan aktivitasnya. Mereka itu bukan orang-orang yang menyuarakan hak-hak Allah seperti para nabi, mereka juga bukan orang-orang yang atas nama Allah memperjuangkan hak-hak masyarakat. Mereka bukan ahli Taurat yang sibuk mempelajari Alkitab tapi tidak melaksanakannya. Mereka itu bukan orang yang suci, tampil di tempat umum untuk mendapat penghormatan dan pujian karena sudah mempersembahakan persepuluhan dan korban persembahan serta korban bakaran. Mereka itu orang yang sangat biasa. Ia adalah Maria, wanita saleh yang menyucikan hidupnya untuk Allah. Ia adalah Yusuf, yang rendah hati dan menaati perintah Allah sekali pun keadaannya menjadi sulit: ia harus menjadi ayah dari anak yang bukan dari benihnya. Dan para gembala, yang percaya bahwa Allah memberkati dan menjagai mereka.

Saudara-saudari terkasih,
Kita ini orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus, dibaptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Pertanyaannya, apakah kita sudah “melihat” Yesus dan “mendengarkan” Yesus dalam hidup kita sekarang ini? “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat, dan telinga yang mendengar apa yang kamu dengar!” Tapi ini yang dipastikan oleh Tuhan Yesus untuk kita ketika ia berkata kepada Tomas: “Karena melihat aku, engkau percaya, berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya!” Betul dan benar bahwa pada masa Yesus hidup,  sesungguhnya banyak sekali kesempatan untuk berbahagia bagi mereka yang berjumpa dengan Yesus, tetapi kenyataannya hanya sedikit yang melihat dan mendengarkan Dia, dan mereka tetap setia kepadaNya. Kalau kita merindukan Allah kita akan menjadi generasi yang berbahagia. Berbahagia karena percaya pada firman Tuhan dalam  Kitab Suci dan melaksanakan apa yang menjadi kehendak Allah berkat pembacaan Kitab Suci. Maka kalau kita ingin melihat dan mendengar Yesus, jalan satu-satunya menemukan Dia dalam pewartan Kitab Suci.


Refleksi :
Apakah aku sudah mencari kehendak Allah dalam hidupku dan mengandalkanNya?

Marilah kita berdoa:
Bapa terimakasih telah memilih kami dan menganugerahi kami iman, sehingga kami menerima Yesus sebagai Juruselamat kami. Bantulah kami untuk setia kepadaNya.  Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.