Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

BERTOBATLAH !

BC - 9652H | Senin, 07 Januari 2019

Bacaan Hari ini:
Yoh 3:22-4:6
Mzm 2:7-8.10-11
Mat 4:12-17.23-25

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
Matius 4 : 17

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin,
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Firman Tuhan hari ini mengisahkan bagaimana Yesus mulai tampil di Galilea. Yesus mulai mewartakan pertobatan karena Kerajaan Sorga sudah dekat. Kemudian warta pertobatan itu dilanjutkan dengan mukjizat-mukjizat  penyembuhan, Yesus menyembuh kan segala penyakit dan kelemahan. Orang kerasukan, orang ayan dan orang lumpuh dibawa kepada Yesus dan disembuhkanNya. Yesus datang membawa kesembuhan dan kabar sukacita. Masih di awal Tahun Baru 2019, kita diajak oleh Injil hari ini untuk menata kehidupan kita, untuk bertobat. Bertobat adalah panggilan yang diserukan bagi kita. Datang kepada Yesus dengan membawa kelemahan, kerapuhan, kemalasan, serta segala sakit dan penyakit;  itulah yang diharapkan oleh Yesus dari kita. Karena itu marilah di awal Tahun Baru 2019 ini, dengan kerendahan hati kita bawa segala dosa, kelemahan, kerapuhan dan penyakit kita. Biarlah Yesus menyembuhkan kita, sehingga kita dimampukan menatap dan menata kehidupan kita agar lebih baik dari tahun yang sudah-sudah.

Saudara-saudari terkasih.
Awal tahun adalah saat yang tepat untuk berbenah diri. Banyak orang biasanya memulai tahun baru dengan semangat baru. Ada komitmen baru yang mulai diusahakan bahkan diperjuangkan. Ada pula mimpi-mimpi atau harapan-harapan baru yang hendak diwujudkan. Singkat kata, kita masing-masing memasuki tahun baru dengan berbagai macam rencana, harapan serta mimpi yang hendak kita lakukan. Namun kita ini tak lebih hanyalah manusia biasa, yang lemah, yang ringkih dan yang rapuh. Memang kita punya hak untuk merencanakan apa saja yang akan kita lakukan hari ini, esok hari atau pun lusa. Bahkan minggu depan, bulan depan, tahun depan. Kita merencanakan, tetapi Tuhan yang menentukan. Oleh karena itu, kita perlu menyerah kan segala rencana, keinginan serta harapan kita pada Tuhan, biarlah rencana dan kehendak Tuhanlah yang terjadi. Kita sertai doa: “Terjadilah kehendakMu, bukan kehendak kami ya Tuhan. Dan biarlah terjadi, apa bila memang selaras rencana dengan kehendakMu ya Tuhan.

Saudara-saudari terkasih.
Bila kita berhenti dari kesibukan lalu masuk dalam keheningan dan kita mulai meme riksa aktivitas rutin kita sehari-hari, kita akan menemukan beberapa aktivitas yang telah menyita waktu kita, entah berapa menit atau berapa jam. Kita gunakan waktu kita untuk bekerja, untuk istirahat, untuk tidur, untuk nonton TV, untuk berbicara bersama isteri-suami dan anak-anak, untuk membaca koran, majalah, untuk membaca Kitab Suci dan untuk berdoa. Pada hari Minggu berapa lama waktu kita gunakan untuk beribadat ke gereja, untuk pelayanan, untuk rapat di gereja. Marilah kita teliti, mana yang penting dan harus kita lakukan, dan mana yang tidak harus kita lakukan? Karena kita hidup berkeluarga, kita perlu waktu untuk bersama keluarga, untuk memperhatikan urusan rumah tangga, untuk memperhatikan suami, isteri, saudara dan untuk orangtua. Semoga dengan waktu yang kita miliki, pada hari Sabtu dan Minggu, kita bisa menggu nakannya untuk mendekatkan kita dengan:, suami, isteri, anak dan saudara serta saudari kita. Karena ada kerinduan dalam di hati kita  untuk mencintai dan dicintai, untuk mengasihi dan dikasihi.

Saudara-saudari terkasih.
Bagaimanakah hidup kita sehari-harinya? Sudahkah hidup kita selama ini berarti  dan berguna bagi sesama kita, bagi? Untuk anggota keluarga kita, untuk tetangga di sekitar rumah kita, untuk rekan di tempat kerja, untuk kenalan kita, untuk mereka yang kita kasihi ? Bahkan juga untuk mereka yang tidak kita sukai, dan yang tidak menyukai kita? Maka marilah kita tanamkan dalam benak kita tekad, hidup kita harus berarti dan berguna bagi sesama kita. Apakah hidup kita bararti dan berguna untuk perkem bangan hidup rohaninya dan untuk keselamatan jiwanya. Kita bisa membayangkan, bagaimana Yesus menjalani hidup setiap harinya. Pagi-pagi benar, pergi ke tempat sunyi, berdoa kepada BapaNya yang di sorga. Siang hari mulai pergi berkeliling mewartakan Kerajaan Allah, menyembuhkan orang sakit, menguatkan orang yang lemah, mengusir setan dan mengampuni dosa. Malam hari Yesus berdoa, berkomuni- kasi  dengan  BapaNya yang di sorga.


REFLEKSI:
Apakah hidup kita sehari-hari ada samanya dengan hidup Yesus, ataukah justru bertolak belakang dengan hidup Yesus?

MARILAH KITA BERDOA :
Tuhan Yesus, kami bersyukur, hari ini Engkau berkenan mengingatkan kami, bahwa hidup kami harus berarti dan berguna bagi perkembangan rohani dan keselamatan jiwa sesama kami. Untuk itu, ingatkanlah selalu, agar kami setia melakukan ajaran cintakasihMu, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.