Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENYAMPAIKAN KABAR BAIK

BC - 9654H | Kamis, 10 Januari 2019

Bacaan Hari ini:
Yoh 4:19-5:4
Mzm 72:1-2,14.15bc.17
Luk 4:14-22a

KepadaNya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibukaNya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku.”
Lukas 4 : 17 - 18.

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin,
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Yesus mulai hidup dan berkarya di tengah masyarakat dengan penuh kesadaran akan persatuanNya dengan BapaNya. Visi hidup dan karya Yesus adalah mewartakan Kerajaan Allah. MisiNya adalah menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Karena ada visi dan misi, hidup dan karya Yesus penuh makna. Meski pun tak lama hidup, namun karya Yesus penuh makna. Visi dan misi Yesus mengena kepada orang-orang yang paling membutuhkan pertolongan: orang miskin, orang tawanan dan orang buta. Yesus tidak berkarya Seorang Diri. Untuk mendekati visiNya dan mewujudkan misiNya, Yesus memanggil para murid, mereka tinggal dan hidup bersama Yesus. Mereka tinggal dan hidup bersama Yesus. Mereka diajak terlibat dalam visi dan misi Yesus.

Saudara-saudari terkasih.
Adakah kita juga punya visi dan misi? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu masuk dalam keheningan, kita bawa suka duka hidup kita dan kita sampaikan kepada Tuhan Yesus. Tentu ada berbagai  permohonan, keinginan serta harapan yang kita sampaikan kepada Tuhan Yesus. Masing-masing dari kita pun tentu mempunyai permo honan, harapan serta keinginan yang berbeda, yang tidak sama; namun satu keyakinan kita, kita mohon agar Tuhan Yesus berkenan mengabulkan permohonan kita. Memang, kita manusia boleh merancang, merencanakan dan menginginkan sesuatu. Namun janganlah kita lupa, Tuhanlah yang berhak menentukan, yang berhak memutuska. Oleh karena itu alangkah bijaksananya, alangkah baiknya pula bila keputusan akhirnya kita serahkan kepada Tuhan Yesus, akan mengabulkan, akan  menunda, bahkan akan menolak permohonan kita. Kita percaya, Tuhan Yesus pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Saudara-saudari terkasih.
Hidup harus punya visi dan misi. Hidup harus punya arah, yang akan menjadikan hidup kita lebih jelas. Waktu menjadi bermakna dan seluruh kesibukan menjadi berharga. Untuk itu kita perlu mempunyai misi, mempunyai apa yang akan kita lakukan, yang akan kita kerjakan dalam hidup kita untuk mewujudkan visi atau arah hidup kita itu. Seperti orang menikah, mempunyai visi, mempunyai arah yang akan dicapai ialah kebahagiaan. Namun untuk mencapai itu, orang perlu melakukan berbagai hal dan perkara. Antara lain: mencintai, setia, terbuka, memaafkan, mengampuni dan melayani.  Tidak ada yang otomatis, tidak ada yang akan terjadi dengan sendirinya. Tetapi semua nya memerlukan perencanaan, memerlukan tindakan nyata dan memerlukan waktu. Tidak ada yang instan, yang siap saji.  Sayang hidup yang sedemikian belum menjadi kesadaran setiap orang yang menikah. Mereka menikah asal menikah, bahkan tidak sedikit yang berseloroh: “Yes never mind!” Tidak beres, cari yang lain! Tentu pemikiran seperti ini bukan perkawinan Gereja Katolik. Karena dalam, perkawinan Gereja Katolik tidak ada cerai! Tidak ada perceraian!!    

Saudara-saudari terkasih.
Tuhan Yesus hari ini mengajak kita memiliki visi atau arah dalam kehidupan kita. Visi yang diharapkan Yesus tidak hanya soal karier. Tetapi juga soal cara hidup. Berangkat dari baptisan yang telah kita terima, dimana kita dikaruniai Roh Kudus, hendaknya hidup ini bermakna bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Hidup menjadi berkat untuk orang lain. Kita tahu, kita sadar tahun 2019 adalah tahun politik, bahkan ada yang menyebut sebagai tahun yang panas. Ada pemilihan caleg, pilpres dan wapres. Kepada kita dibebani tanggungjawab, agar memilih pemimpin yang memberikan kekadamaian, keamanan, kesatuan, kerukunan,  kebenaran dan keadilan. Bukan yang sebaliknya! Karena nasib limatahun ke dapan kita ada di tangan mereka, ditentukan oleh ulah tingkah mereka, yang mengatas namakan diri mereka sebagai wakil rakyat dan pemimpin negara. Bukanlah tugas serta tanggungjawab yang ringan. Melainkan  yang besar dan yang berat.


REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah menyampaikan kabar baik bagi orang-orang yang ada di dalam ketakutan dan ketidak pastian?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa yang Mahapengasih dan yang Mahapenyayang, kami bersyukur atas baptisan yang telah kami terima. Kami telah Engkau angkat menjadi anakMu dan Engkau beri karunia Roh Kudus yang membarui hidup kami. Semoga kami dapat menjadi berkat bagi sesama kami, ya Bapa... Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Putera Mu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.