Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

TUHAN MAU KITA BERTOBAT

BC - 9682G | Kamis, 07 Pebruari 2019

Bacaan Hari ini:
Ibr 12:18-19,21-24
Mrk 6:7-13

”Yesus memanggil keduabelas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyem buhkan mereka.”
Markus 6 : 7a & 12-13

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Tuhan memilih dua belas orang yang dikehendakiNya setelah semalam-malaman Ia berdoa kepada Bapa di surga. Mereka yang ditetapkanNya sebagai muridNya itu  diutusnya berdua-dua, tidak sendiri-sendiri. Sebab mereka adalah kelompok kecil yang bisa saling menguatkan, mengingatkan dan saling melengkapi.  Kepada kelompok kecil - kelompok kecil ini Tuhan Yesus menantikan hasil dari tugas mereka yaitu supaya orang bertobat. Mengapa orang-orang harus bertobat? Pertanyaan ini menyiratkan dan menegaskan akan situasi yang tidak beres yang sedang terjadi pada masa itu. Orang-orang hidup menjauh dari Tuhan, mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan Taurat Yahweh. Mereka hidup dalam serba kepura-puraan. Melalui kehadiran para murid ini Tuhan Yesus mau menjangkau sebanyak mungkin orang, agar mereka tahu bahwa sesungguhnya Tuhan peduli akan keadaan umatNya. Melalui para murid Tuhan Yesus menyatakan kehendak Allah supaya orang berbalik kepada Allah dan bertobat dalam hidupnya.

Saudara-saudari terkasih,
Untuk menemukan kehendak Allah itu, Tuhan Yesus memperlengkapi para muridNya dengan kuasa untuk mengusir setan, dan menyembuhkan orang sakit dengan cara mengoleskan minyak yang dapat menyehatkan. Tindakan kuasa ini sesungguhnya adalah kuasa yang hanya dimiliki Yesus sebagai Anak Allah, tapi kini dipercayakan kepada para murid, dengan harapan supaya mereka yang dilepaskan dari kuasa setan dan disembuhkan dari penyakit yang dideritanya, melihat hadirat Allah yang penuh kuasa. Harapan yang dinantikan adalah supaya mereka bertobat dan percaya kepada Dia yang mengutus para murid itu. Dia itu adalah Yesus, Anak Allah. Itulah sebabnya dikatakan Tuhan Yesus: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Kedatangan serta perutusan para murid ini adalah sebuah anugerah yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus.

Saudara-saudari terkasih.
Dewasa ini, ketika kehidupan serasa lebih mudah dijalani dengan segala macam bentuk dan aneka kecanggihan teknologi, siapakah orang yang berpikir bahwa bertobat adalah suatu kebutuhan apalagi suatu kewajiban. Hari ini makan apa? Besok apakah kita masih bisa bertahan hidup? Dua pertanyaan ini kerap menghantui  para orang tua. Mereka memutar otak dan mencoba menyiasati bagaimana supaya hidup ini dapat dilakoni secara normal dan baik-baik saja. Tapi orang “fasik” bertanya lebih jauh lagi: “Besok makan siapa? Di jaman nabi Amos, orang-orang kaya, yang digambarkan sebagai lembu-lembu tambun, tidak lagi menghargai sesamanya dan mereka bahkan menghargai nilai orang miskin dengan sepasang sandal. Pokoknya aku harus makmur, aku harus kaya, aku harus berkecukupan. Kenyataan itu juga masih bisa kita temukan di sekitar kita: ada pungutan liar, ada parkir liar, tapi juga ada gaji liar yaitu korupsi yang tak terkendali. Mereka ini memutar otaknya, bagaimana caranya memperkaya dirinya sendiri. Tuhan Yesus mau kita bertobat, kita berbuat benar, adil dan jujur. Mungkinkah itu terjadi di masa sekarang ini?

Saudara-saudari terkasih,
Ada adagium yang bunyinya begini: “Kalau engkau ingin mengubah dunia mulailah dari dirimu sendiri.” Itu berarti apa? Artinya kita harus menjadi agen perubahan itu sendiri. Itu juga berarti kita harus menjadi contoh atau model dari perubahan itu sendiri. Tuhan mengutus para muridNya supaya orang bertobat dan mengandalkan Allah, bukan setan. Tuhan mengutus para muridNya agar orang tidak hanya mengandalkan kesembuhan karena kemajuan dunia kesehatan dan banyaknya uang yang dia  miliki, melainkan mengandalkan Tuhan yang menguasai hidup dan mati serta kesembuhan setiap orang. Saudara ingin bahagia, berpautlah pada Tuhan, bukan pada setan. Jangan mencari kebahagiaan yang wujudnya harta dengan pergi ke dukun atau praktek tidak sehat lainnya. Saudara ingin kaya, bekerjalah dengan baik, taat dan jujur, jangan bohong, jangan menipu, jangan mencuri dan jangan korupsi. Tuhan mau saudara menjadi orang yang hanya mengandalkan Dia dalam meraih kebahagiaan di dunia ini dan kegembiraan di akhir hidup saudara. Kalau ada orang yang mengingat kan saudara, bahwa jalan saudara salah. Jangan berkata saudara mau bertobat setelah vonis dijatuhkan, saudara harus mendekam di dalam bilik dingin, tanpa teman dan orang yang menyayangi.

 

Refleksi :
Apakah aku sudah bertobat? Apakah aku percaya pada Tuhan Yesus dalam hidupku? Apakah aku mengandalkan Dia?

Marilah kita berdoa:
Bapa, kami sering ke gereja, tapi kami tidak mendengarkan SabdaMu; kami sudah berdoa tetapi kami tidak menjalankan perintahMu. Bantulah kami menyadari untuk bertobat dan mengandalkan Engkau. Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.