Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

ORANG BENAR DAN SUCI

BC - 9683G | Jumat, 08 Pebruari 2019

Bacaan Hari ini:
Ibr 13:1-8
Mrk 6:14-29

 

”...Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adala orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya.”
Markus 6 : 19 – 20

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Hari-hari ini bangsa Indonesia tengah menuju sebuah perhelatan besar yang disebut Pemilu atau Pemilihan umum. Rakyat Indonesia akan memilih para pemimpin bangsanya untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Mereka itu adalah anggota DPD, DPR dan DPRD, serta Presiden dan wakil Presiden. Mereka itu diharapkan adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Pada masa yang lalu Herodes menjadi raja bangsa Yahudi, yaitu pada masa hidup Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus Kristus. Raja ini menemukan sosok Yohanes yang sungguh dikaguminya, sebab ia adalah orang yang benar dan baik. Namun karena Yohanes menegornya sebab ia menikahi Herodias, ia pun dipenjarakannya. Hanya sebatas itu, Herodes tetap mengaguminya dan ingin melindunginya. Namun akhirnya Yohanes harus ia penggal kepalanya juga karena sumpahnya yang tidak hendak dicabutnya, karena malu kepada para tamu. Setelah peristiwa itu muncullah Yesus yang menjadi terkenal dan hal itu sampai ke telinganya. Ia meyakini Yesus itu adalah Yohanes yang bangkit lagi. Mengapa? Sebab seperti Yohanes, Yesus menyuarakan pertobatan, kejujuran, kesetiaan, kebenaran,  keadilan serta belaskasihan.

Saudara-saudari terkasih,
Mungkin anda punya mimpi bahwa nanti setelah Pemilu pada bulan April selesai, kita mempunyai Presiden dan wakil Presiden yang “benar” dan “tulus” yang tidak hanya memikirkan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan bangsa Indonesia; kita menantikan terpilihnya wakil-wakil DPD dan DPR-DPRD yang juga “benar” dan “tulus.” Pada saat bersamaan hati kita miris mendengar sampai hari ini, betapa banyaknya wakil-wakil rakyat yang tertangkap tangan oleh KPK karena kasus korupsi, kasus suap, kasus pelecehan seksual dan lain sebagainya. Kepada orang seperti mereka itukah kita akan mempercayakan bangsa ini. Kita harus memilih orang yang betul-betul kita tahu rekam jejak kepemimpinannya: orang ini harus terbukti bersih dan tidak mementingkan diri, dan hanya berjanji. Jangan sampai mereka itu adalah Herodes yang demi gengsi melupakan kesetiaannya untuk menjaga nilai-nilai kebenaran dan mengupayakan kesejahteraan rakyatnya. Kita butuh bukan hanya orang baik, tapi juga jujur dan setia pada janjinya.

Saudara-saudari terkasih,
Gereja masa kini menantikan tampilnya sosok seorang Yohanes yang dikenal sebagai orang benar dan suci. Bahkan sekali pun sudah dipenggal kepalanya, ia diyakini masih hadir dalam masyarakat, dan bahkan dia disamakan dengan sosok Yesus yang justeru dikagumi oleh Yohanes sendiri. Ketika orang bertanya: Apakah engkau adalah Mesias? Yohanes tegas menjawab: bukan! Ketika ditanya engkau siapa? Ia menjawab: Aku adalah suara yang berseru-seru di padang gurun. Benar. Yohanes adalah corong yang menyatakan bahwa Yesuslah Mesias. Ketika ia mulai disanjung banyak orang, ketika semua mata tertuju kepadanya, ketika semua orang berharap kepadanya, Yohanes berkata tentang Yesus: “Lihatlah, Anak Domba Allah!” Yohanes bersaksi : Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Menjadi orang Kristen berarti memandang kepada Yesus yang diwartakan oleh Yohanes; menjadi orang Kristen berarti memperjuangkan kebenaran dan memelihara hidup suci dengan segala resiko dan konsekwensinya, bahkan jika harus nyawa taruhannya. Bahkan Tuhan Yesus sendiri pernah bersabda: ”Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Injil dan Aku, ia akan memperoleh nyawanya kembali!”

Saudara-saudari terkasih,
Melihat dan mengalami siatusi penuh “pencitraan diri” dan “tipu-tipu”. Pertama, diajak untuk bersikap lebih teliti dan selektip untuk menentukan pilihan. Jangan asal memilih, atau karena kecewa lalu tidak memilih, tetapi pilihan sesuai pengenalan kita bahwa orang yang kita pilih itu adalah orang yang tepat untuk membawa bangsa ini dapat mencapai cita-cita yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.Kedua, dan ini lebih penting dari yang pertama, yaitu bahwa orang Kristen, yaitu kita; kita harus meneladan hidup Yohanes Pembaptis yang dikenal sebagai orang benar dan suci; kita harus memandang Yesus sebagai model dan teladan hidup kita, sebagaimana dilakukan oleh Yohanes. Orang Kristen harus menjadi orang benar, orang kristen harus menjadi orang suci. Orang Kristen harus dapat dipegang kata-katanya dan dijamin bahwa janjinya dapat dibuktikan. Orang kristen itu harus hidup suci, seperti yang dikehendaki Yesus, “Hendaklah engkau kudus seperti Bapamu yang di sorga Kudus!” Pertama-tama orang Kristen itu mempunyai kewajiban untuk menguduskan dirinya, kemudian juga mengu duskan keluarganya, orang-orang yang ada di sekitarnya. Mengapa? Karena mereka adalah: “Garam” dan “Terang” dunia.


 


Refleksi :


Apakah aku sudah memelihara hidupku dalam kebenaran dan kesucian? Sudahkah aku menjadi berkat untuk ora


Marilah kita berdoa:
Bapa, terima kasih atas teladan Yohanes Pembaptis hari ini, yaitu supaya kami menjadi orang Kristen dalam kebenaran dan tulus. Bantulah kami mengusahakan hidup yang berkenan kepadamu..  Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.