Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

REKOLEKSI DAN RETRET

BC - 8684G | Sabtu, 09 Pebruari 2019

Bacaan Hari ini:
Ibr 13:15-17.20-21
Mrk 6:30-34

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ketempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.  
Markus 6 : 31

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Pada suatu hari seorang ibu yang rajin ke gereja pagi setiap hari terkejut, sebab pada hari itu tidak ada perayaan Ekaristi, melainkan Ibadat Sabda dengan penerimaan komuni oleh seorang Rasul Awam, yang di daerah kami disebut prodiakon. Ibu setengah baya itu bertanya kepada saya: “Kok gak ada perayaan Misa pagi ini ya?” Saya menjawab: “Ya bu, Romo kepala dan Romo Rekan  sedang mengadakan Retret tahunan selama tiga hari! Ibu itu tidak bertanya lagi. Para Romo juga butuh waktu berhenti sejenak untuk refreshing dan menimba inspirasi untuk karya pelayanan yang mereka emban di Paroki yang serba cepat dan super sibuk. Pengalaman para Romo ini sesungguhnya sudah dialami oleh Tuhan Yesus dan para muridNya. Banyak sekali orang yang datang dan pergi untuk melihat “orang macam apakah” Yesus itu? Ada juga yang ingin mendengarkan ajaranNya, ada pula yang ingin disembuhkan dari sakit yang dideritanya. Beberapa di antara mereka ingin menjadi pengikutNya. Sibuk, sibuk dan sibuk, tanpa jedah, makan pun tidak sempat. Awas, jangan sampai sakit. Maka Tuhan Yesus mengajak para Rasul untuk beristirahat.

Saudara-saudari terkasih,
Beberapa waktu yang lalu Pastor Paroki kami di awal perayaan Ekaristi Minggu pagi  mengatakan: “Berhubung para Romo yang membantu saya berhalangan mempersem bahkan Misa, hari ini saya akan mempersembahkan Misa 5 kali. Sekarang, misa pagi kedua, siang nanti memberkati pernikahan dua pasang pengantin dan sore nanti misa untuk umat.” Apakah tidak capai Romo? Semoga saja Romo sehat, doa saya dalam hati. Kembali pada pertanyaan ibu tadi, memang ternyata para Romo yang melayani di paroki itu memiliki kesibukan yang luar biasa. Terkadang makan pun mereka tidak sempat. Lalu terdengar kabar, bahwa Romonya sakit dan dirawat di rumah sakit. Sakit apa? Sakit  kecapaian. Sakuit kelelahan. Yang menarik bahwa mereka adalah Romo-Romo  yang tidak meninggalkan doa sebagai kegiatan rutin setiap hari. Mereka masih berdoa Ibadat Harian, bermeditasi dan beradorasi. Mereka memiliki waktu khusus untuk berdialog dengan Tuhan yang diabdinya. Namun mereka tetap butuh waktu untuk menyendiri untuk mengisi hidup rohaninya dengan retret dan  rekoleksi. Untuk berbicara secara pribadi dengan Tuhan Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Lalu bagaimana dengan kita. Kita juga orang-orang awam yang super sibuk mencari nafkah setiap hari. Bangun pagi, terkadang lupa doa pagi, dan mulai sibuk dengan HP menjadwalkan kegiatan hari ini. Waktu 24 jam terkadang terasa tidak cukup. Tidur larut malam bahkan sampai menjelang pagi karena target yang harus diselesaikan, sebab tugas hari berikutnya sudah menanti untuk dijalani. Gereja melihat bahwa situasi ini seperti kurang sehat untuk kehidupan beriman umat Allah. Lalu ada tawaran untuk kegiatan rekoleksi atau retret yang diorganisasi oleh Gereja. Sayang sekali hanya sedikit orang yang tertarik. Alasannya beragam: masalah biaya atau waktunya tidak memungkinkan. Bagaimana dengan pengalaman menggereja di tempat saudara hingga saat ini? Apakah saudara pernah mengikuti kegiatan rekoleksi atau retret yang ditawarkan? Kita memang perlu mengambil waktu sejenak “bebas” dari berbagai kesibukan mencari makan atau rejeki. Yang menyedihkan adalah: ada orang Kristen yang sangat-sangat sibuk, bahkan hari Minggu pun ia terus bekerja dan bekerja. Ke gereja pada hari Minggu diabaikan, atau bahkan mungkin sudah lupa. Lalu mereka hanya dikenal sebagai orang Kristen “Napas”.

Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus menyadari keterbatasan manusiawi para murid yang menyertai Dia dalam karya perutusan dan pelayananNya. Mereka adalah manusia yang butuh makan dan minum, mereka adalah manusia yang butuh istirahat agar tidak kelelahan. Tuhan mau mereka memiliki waktu “menyendiri” tanpa diganggu orang lain. Tuhan ingin mereka menikmati saat-saat kebersamaan dengan para pengikutNya. Pertanyaannya : apakah para murid Tuhan menyadari akan arti pentingnya “beristirahat” dari berbagai kesibukan mereka? Apakah mereka merasa perlu bertemu dengan Tuhan untuk mendengarkan Dia bersabda dan menyampaikan kehendakNya: dengan istirahat dari berbagai kesibukan? Kalau para Rasul perlu istirahat, para imam perlu rekoleksi dan retret. Okelah, kalau kita berdalih tidak punya waktu, apakah kita masih mau menyediakan waktu untuk berdoa setiap hari, membaca dan merenungkan Firman Tuhan dari hari ke hari? Pertanyaan ini adalah pengalaman pribadi kita masing-masing. Kita adalah orang beriman yang tidak meninggalkan doa, gereja dan Tuhan di tengah-tengah kesibukannya. Kalau pun sekiranya ada yang seperti itu, saya yakin tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya.  


Refleksi :
Apakah aku orang beriman yang super sibuk? Masihkah ada waktuku untuk berdoa dan mendengarkan Tuhan bersabda?

Marilah kita berdoa:
Bapa, Yesus mengingatkan kami akan pentingnya beristirahat, rekoleksi, retret dan mendengarkan SabdaMu. Semoga kami tidak tenggelam dalam kesibukan dan melalai kan kewajiban kami sebagai umatMu. Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.