Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

PERCAYA DAN TAAT PADA TUHAN

BC - 9685G | Minggu, 10 Pebruari 2019

Bacaan Hari ini:
Yesaya 6:1-2a.3-8
Kor 15:1-11
Luk 5:1-11

”Kata Yesus kepada Simon :”Jangan takut,  mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.”
Lukas 5 : 10b – 11

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Motto almarhum Uskup Agung Semarang Yohanes Pujosumarto adalah “Duc In Altum” atau “Bertolaklah ke tempat yang dalam.” Ini merupakan perintah Tuhan Yesus kepada Petrus, Rasul dan Paus pertama. Terhadap perintah ini Petrus sedikit berkeberatan katanya: “Guru, sudah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruh, aku akan menebarkan jala juga.” Apa yang terjadi setelah itu? Tuhan menjawab kerisauan Petrus, yang adalah seorang nelayan kawakan, sebab setelah ia menebarkan jala ia mendapat banyak ikan bahkan jala mereka nyaris koyak. Petrus tidak paham akan kejadian ini, ia hanya sanggup tersungkur di kaki Gurunya. Petrus yang merasa ahli dalam menangkap ikan, merasa diri tidak berarti apa-apa di hadapan Yesus, Katanya: “Tuhan, pergilah dari padaku, sebab aku ini seorang berdosa.” Di hadapan Yesus, Petrus menemukan betapa kecil dan tidak ada apa-apanya sebagai ahli menangkap ikan. Tuhan menghendaki, dan itulah yang terjadi.

Saudara-saudari terkasih,
Inilah jawaban Tuhan Yesus kepada Petrus: “Jangan takut,  mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Kali ini tidak ada sepatah kata pun yang meluncur dari bibir Petrus. Penginjil Lukas tidak mencatat apa pun dari Petrus setelah mendengar perintah Yesus. Lukas hanya menulis begini :” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.” Mereka, Petrus bersama dengan Yohanes dan Yakobus, mengikuti Yesus, mening galkan semua yang selama ini menjadi andalannya. Mereka sekarang mengandalkan Yesus, mereka kini tidak lagi menjala ikan, mereka kini menjadi penjala manusia. Mereka tidak punya pertanyaan, mereka hanya percaya dan taat pada perintah sang Guru. Para murid mempunyai pengalaman yang sungguh-sungguh nyata, apa yang dipikirkan manusia tidak mungkin, bagi Tuhan Yesus menjadi mungkin. SabdaNya nyata, penuh daya dan kuasa. Mereka berusaha menjala ikan semalam-malaman tetapi sia-sia, tidak memperoleh apa-apa; tetapi ketika Tuhan Yesus memerintahkan mereka untuk menebarkan jalanya kembali, mereka memperoleh ikan amat banyak, bahkan jala mereka sampai nyaris koyak.

Saudara-saudari terkasih.
Sesungguhnya kita pun sedang berjalan seperti Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk menemukan sesuatu yang berguna untuk kehidupan kita. Namun yang sering terjadi kita terlalu “percaya diri” dan bisa bertindak “sendiri” dan memastikan semuanya pasti bisa kita lakukan sebab semuanya berada dalam genggaman kita. Banyak orang beriman di antara kita cukup yakin bahwa usaha dan upayanya ditentukan oleh iktiar dan keputusan-keputusannya sendiri. Sebagai orang beriman kita lupa akan peran Tuhan dalam hidup kita; kita tidak melibatkan Tuhan dalam usaha-usaha kita. Yang terjadi adalah kecewa, marah dan putus asa ketika yang kita iktiarkan ternyata tidak menjadi kenyataan. Beberapa waktu yang lalu, kami sekeluarga ingin pindah dari tempat tinggal kami yang lama dan pergi ke kota yang lain. Aku sudah tidak bekerja lagi, karena dokter menganjurkan aku beristirahat dan tidak boleh terlalu capai. Satu-satunya jalan adalah menjual rumah kami dengan iktiar sebagian untuk dijadikan rumah kecil, sisanya didepositokan untuk mendapat bunga. Tantangannya: tidak mudah menjual rumah, tidak mudah pula untuk mencari pengganti rumah yang kami jual. Setelah empat bulan, nihil upaya yang kami lakukan. Tetapi ketika kami berdoa dan berserah kepada Tuhan, akhirnya pembeli rumah kami datang dan jadilah kami pindah ke tempat yang baru. Tuhan  mendengarkan doa kami. Tuhan mempunyai rencana yang indah untuk keluargaku.

Saudara-saudari terkasih,
Pengalaman saya ini, menjadi pengalaman iman yang sungguh saya syukuri. Ketika mendengar Sabda Tuhan hari ini, aku baru mengerti bahwa aku tidak bisa melewati hari-hari hidupku tanpa mengandalkan Tuhan. Betul  dan benar: “Percaya saja.” Firman Tuhan Yesus. Ketika kita bersedia percaya pada sabda Tuhan dan taat pada kehendakNya, sungguh apa yang tidak kita pikirkan bahkan di luar nalar kita, dikerjakan oleh Tuhan untuk kita yang dikasihiNya. Masalahnya kita ini sering melupakan Tuhan yang telah lebih dahulu mengasihi kita. Kita tidak melibatkan Tuhan dalam usaha-usaha kita. Petrus dan kawan-kawan merasa sudah ahli sebagai nelayan, tapi Tuhan Yesus lebih piawai daripada mereka. Yesus memanggil mereka dan menjadikan mereka penjala manusia. Mereka mengikuti Dia, sebab mereka tahu: Pasti Yesus akan menjadikan mereka orang-orang yang berbahagia, menjadikan mereka sahabatNya dan rekan sekerjaNya.

Refleksi :
Apakah aku mengandalkan Tuhan daripada usaha-usahaku sendiri? Percayakah aku  Yesus akan mengabulkan doaku?

Marilah kita berdoa:
Bapa, kami ini orang-orang yang merasa mampu dan mengandalkan kemampuan dan kebisaan kami. Tapi kami juga sering kecewa. Kami berserah padaMu dan mengandal kanMu dalam hidup kami setiap hari. Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.