Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

HARI ORANG SAKIT SEDUNIA

BC - 9687H | Senin, 11 Pebruari 2019

Bacaan Hari ini:
Kej 1:1-19
Mzr 104:1-2a.5-6.10.1224.35c
Mrk 6:53-56

Kemana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, ke kampung-kampung. Orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepadaNya, supaya mereka diperkenankan menjamah jumbai jubahNya. Dan semua orang yang menjamahNya menjadi sembuh.
Markus 6 : 56

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin,
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Ada banyak mukjizat penyembuhan yang tidak dapat dijelaskan secara medis terjadi di Lourdes. Hingga kini, ratusan orang bahkan ribuan orang sakit di bawa ke Lourdes setiap harinya untuk mendapatkan kesembuhan. Cerita serupa juga dapat kita temukan dalam Injil hari ini, kemana pun Yesus pergi, orang-orang sakit datang memohon penyembuhan dari Yesus. Iman yang menggerakkan mereka untuk mencari Yesus. Kisah Injil hari ini, mengingatkan kita bahwa penyembuhan merupakan anugerah, karunia, kemurahan dan kebaikan Tuhan yang perlu kita mohon dan kita syukuri. Semoga dalam setiap pengalaman sakit, kita tidak salah arah mencari kuasa-kuasa lain, selain pada Yesus Sang Penyembuh Sejati. Hari ini, selain Gereja Katolik  mempe ringati Hari Orang Sakit Sedunia, juga memperingati penampakan Bunda Maria di Lourdes, Kita bisa meneladan Bunda Maria menjadi sumber penghiburan dan harapan bagi orang-orang sakit di sekitar kita.

Saudara-saudari terkasih.
Pengalaman jatuh sakit seringkali membuat orang merasa sangat menderita dan kehilangan akal sehatnya. Kemudian mengupayakan segala cara agar sembuh  Ketika upayanya untuk sembuh menemukan jalan buntu, semua obat yang diminumnya tidak bisa menyembuhkan dirinya, tidak jarang orang  berbalik mencari kekuatan supra natural serta meminta petunjuk paranormal. Bahkan sering kali nasehat dukun dan tukang ramal membuat orang kehilangan segalanya: harta benda, akal sahat, bahkan juga imannya. Hal yang sering dilupakan orang dalam setiap pengalaman sakitnya dan upayanya mencari kesembuhan ialah bahwa sesungguhnya hidup dan mati itu kuasa Tuhan. Setiap ciptaan seharusnya berserah dan memohon rahmat Tuhan. Karena itulah Gereja Katolik menetapkan Hari Peringatan Maria dari Lourdes sebagai Hari Orang Sakit Sedunia. Gereja menegaskan bahwa Tuhan peduli pada penderitaan dan rasa sakit yang dialami oleh manusia.

Saudara-saudari terkasih.
Ketika Allah menciptakan alam, semesta, Kitab Suci menyebut  dengan istilah “baik adanya.” Namun, sehubungan dengan penciptaan manusia, Kitab Suci menyebutnya  “sungguh amat baik.” Hal ini berarti bahwa harkat dan martabat manusia berada di atas semua makhluk ciptaan lain. Manusia adalah pribadi yang istimewa di hadapan Allah. Pengistimewaan keberadaan manusia tampak nyata dalam diri Yesus. Injil Markus yang kita terima hari ini menampilkan bagaimana Yesus sangat memperhatikan keberadaan manusia., terutama kesehatannya. Ia menginginkan agar manusia selalu berada dalam keadaan sehat. Karena itu, dimana pun Yesus berada di kampung-kampung, di kota-kota, pasar atau Bait Allah, Yesus selalu tergerak hatiNya oleh belas kasihan untuk menyembuhkan orang yang sakiit. Yesus menyembuhkan siapa pun yang menemuiNya, yang diusung atau diletakkan, bahkan mereka yang hanya menja mah jubahNya. Mari kita jaga martabat kemanusiaan kita, apa pun kondisi hidup kita. Mari kita mendekatkan di pada Allah.

Saudara-saudari terkasih.
Seringkali kita menimpakan kesalahan pada orang lain sebagai penyebab sakit kita. Padahal kita punya tanggungjawab dan kebebasan untuk memilih sekian banyak informasi yang ditawarkan kepada kita, seperti kita bisa memilih makanan dan minuman yang membuat badan kita lebih sehat dan kuat. Kita tidak bisa mengubah segala sesuatu yang berada di luar kontrol kita. Polusi udara, polusi air, polusi suara, polusi makanan, polusi minuman. Tetapi kita bisa mengubah pola hidup, pola pikir serta sikap kita terhadap segala sesuatu yang masuk ke dalam hidup kita. Hari ini Gereja Katolik memberi perhatian pada semua orang sakit dan memperingati Bunda Maria  dari Lourdes. Kita bisa meneladan Bunda Maria melalui cara hidup, pola pikir dan kata-kata yang keluar dari mulut kita, kita bisa mendoakan mereka kepada Tuhan untuk kesembuhan mereka. Kita bisa menjadi penyembuh. Mari kita pergi, kita diutus Yesus menjadi berkat untuk mereka. Kita kunjungi, kita hibur, kita doakan dan kita kuatkan iman kepercayaan mereka.

 

REFLEKSI:
Apakah selama ini kita telah memperhatikan orang-orang sakit disekitar kita dan mau berbagi kasih dan milik pada mereka?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus, kami bersyukur, Engkau sangat memperhatikan kesehatan tubuh kami. Maka kami mohon rahmat kesembuhan dariMui, agar kami bisa hidup sehat dan bahagia. Sehuingga kami bisa memuliakan namaMu dan mengusahakan keselamatan diri kami dan sesama, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namamU, yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat kami., Amin.