Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENGANDALKAN SABDA TUHAN

BC - 9713G | Minggu, 10 Maret 2019

Bacaan Hari ini:
Ui.26:4-10
Rm.10:8-13
Luk.4:1-13

Lalu berkatalah Iblis kepadaNya : “Jika Engkau Anak  Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”
Lukas 4: 3-4

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Hari ini adalah hari Minggu Prapaskah pertama setelah hari Rabu Abu. Sisa waktu 40 hari masa pantang dan puasa adalah masa-masa penuh rahmat yang disediakan oleh Gereja bagi umatNya untuk membangun hidup rohani yang berkenan di hadapan Allah. Firman Tuhan hari ini, Injil Lukas, bicara tentang bagaimana Tuhan Yesus dicobai setan setelah berpuasa, tidak makan dan selama 40 hari dan 40 malam. Yang menarik perhatian adalah cobaan yang pertama. Iblis itu cerdas. Betapa tidak, kalau orang puasa tentu ia mengalami rasa lapar dan haus yang luar biasa. Di padang gurun tidak ada panganan, yang ada adalah batu. Untuk mengatasi rasa lapar itu, Yesus yang dikenali Iblis sebagai Anak Allah dicobai untuk mengubah batu menjadi roti sehingga Ia dapat mengatasi rasa laparNya. Namun Yesus tidak terpedaya. Ia menegaskan, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja. Puasa itu adalah sarana untuk belajar menahan diri dari kenikmatan-kenikmatan duniawi untuk dapat menemukan apa yang menjadi kehen dak Allah. Di manakah kita dapat menemukan kehendak Allah? Dalam FirmanNya, yang tertulis di dalam Kitab Suci.

Saudara-saudari terkasih.
Adalah habitus atau kebiasaan baik yang disarankan oleh Gereja Kudus kepada umat Allah, yaitu supaya rajin bersahabat dengan Kitab Suci. Artinya meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Pada hari-hari puasa dan pantang, Gereja mengharapkan agar umat Allah meluangkan waktu untuk membangun hidup yang suci, dengan semangat bertobat. Tobat yang benar adalah tobat yang didasari oleh cinta kepada Firman Tuhan. Sebab Firman Tuhan dapat “memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus.” Sabda Tuhan itu “bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Makan dan minum itu perlu dan bahkan menjadi salah satu kebutuhan pokok hidup kita. Namun sebagai orang iman beriman hidup kita tidak bisa dan tidak boleh digantungkan pada makanan dan minuman saja. Tidak makan untuk berbagi dengan orang lapar itu tindakan luar biasa, dan tidak minum untuk membantu yang kehausan juga sikap yang dibenarkan oleh Tuhan. Namun itu semua harus didasari oleh cinta kepada Tuhan yang tampak dalam diri sesama.

Saudara-saudari terkasih.
Umat Kristiani dididik untuk meneladan Yesus dalam hal berpuasa dan berpantang Yesus memulai karya perutusanNya dengan menyendiri dan menyepi. Ia juga hari dan 40 malam. Di padang gurun, di mana tidak ada sesuatu apa pun yang dapat diandalkanNya untuk bertahan hidup. Yesus menyediakan diriNya dibentuk oleh Sabda Allah, sehingga Ia sungguh siap menjalankan pelayananNya. Setelah Ia menyepi, Iblis mencobaiNya . Ia dicobai untuk menjadi pribadi yang sombong, yang adalah watak dari Iblis itu sendiri. Tuhan Yesus telah dibentuk oleh Allah dan SabdaNya untuk diutus ke tengah umatNya Israel. Ia tidak bisa dipengaruhi oleh Iblis, Akhirnya Yesus menghardik Iblis sabdaNya: “Ada firman: jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu!” Jadi selama masa pantang dan puasa ini umat Kristiani telah memperoleh contoh dari Yesus untuk tidak berkompromi dengan cobaan dan godaan si jahat. Godaan-godaan itu antara lain kenikmatan dunia berupa makan dan minum. Kita dilatih untuk bisa menahan diri dari hedonisme atau rasa nikmat yang berlebihan; kita dilatih untuk mengandalkan Tuhan saja, bukan kekuasaan semu yang ditawarkan Iblis; kita dididik untuk tidak mengandal kan kehebatan diri kita atau memaksakan kehendak kita kepada Tuhan, melainkan supaya kita berserah kepadaNya dan tidak mencobai Tuhan dengan tingkah laku kita yang seolah tidak membutuhkan Tuhan.

Saudara-saudari terkasih.
Untuk bisa dan berhasil mengalahkan godaan-godaan Iblis, maka kita dapat belajar dari Tuhan Yesus sendiri.  Perhatikan: ketika Ia diminta untuk mengubah batu menjadi roti, kataNya mengutip kitab Ulangan: “Manusia hidup bukan dari roti saja.”  Ketika Iblis meminta Dia menyembah setan dengan iming-iming menjadi penguasa dunia, Yesus mengutip kitab Ulangan lagi: Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” Dan ketika Iblis menguji Yesus juga dengan mengutip Alkitab dari Mazmur: bahwa Ia bisa menjatuhkan diri dari atas bubungan bait Allah dan Allah akan menyelamatkannya dengan menatangNya, Yesus mengutip kitab sekali lagi kitab Ulangan: “Jangan Engkau mencobai Tuhan Allahmu!” Pada masa  Prapaskah ini kita dianjurkan untuk membaca dan merenungkan Kitab Suci, yang dengannya kita dapat mengalahkan cobaan atau godaan iblis. Inilah waktu penuh rahmat yang disediakan Tuhan untuk kita, akan tetapi bagaimanakah tanggapan kita. Mungkin ada di antara kita yang berpikir dan berniat, mulai hari ini akan membaca Kitab Suci. Itu pertanda yang baik dan suatu keputusan yang tepat untuk membangun hidup baru untuk memulai hidup tobat dan menjalani pantang dan puasa. Semoga niat baik ini akan bertahan di hati kita.

Refleksi :
Apakah kita sudah membaca dan merenungkan Sabda Tuhan untuk bertobat?

Marilah kita berdoa:
Tuhan Yesus puji syukur, Engkau telah mengajar kami untuk melatih diri dengan pantang dan puasa, serta mengandalkan Tuhan, dengan membaca dan merenungkan firman Kitab Suci, demi Kristus. Amin.