Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

SALING MENGAMPUNI

BC - 9715G | Selasa, 12 Maret 2019

Bacaan Hari ini:
Yes.55:10-11
Mat.6:7-15

“Karena jikalau kamu mengampuni orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Matius 6:14-15

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Setelah Tuhan Yesus mengajar para pengikutNya bagaimana harus berdoa dengan benar, Ia menegaskan bahwa para pengikutNya harus hidup dalam suasana siap sedia untuk mengampuni orang yang bersalah kepadanya. Kalau mereka tidak mengampuni sesamanya yang datang minta ampunan, maka ia juga tidak akan mendapat ampunan dari Bapa, yang Maharahim. Bagian ini juga menjadi bagian integral dan tidak terpisahkan dalam Doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus. Pada bagian kedua dari doa Bapa Kami, kita berdoa: “Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami!” Bagian ini ditegaskan secara khusus oleh Tuhan Yesus bukan tanpa alasan. Dalam realitas kehidupan jelas terlihat betapa sulitnya orang untuk  bersedia dan mau mengam puni orang yang bersalah kepadanya. Jangankan untuk orang lain, sesama saudara saja ternyata juga sukar mengampuni satu sama lain. Alasannya beragam, namun biasanya karena gengsi dan demi menjaga harga diri, begitu katanya. “Anak kemarin kok sudah mau mengajari kita yang sudah tua? Tidak punya adik macam dia juga tak apalah!” Mungkin saudara pernah mendengar kata-kata seperti itu?

Saudara-saudari terkasih,
Tentang hal mengampuni ini Tuhan Yesus pernah mengutarakan hal perumpamaan tentang pengampunan. Ada seorang hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta kepada raja. Dan ketika ia minta keringanan, raja itu membebaskan dia dari segala hutangnya. Tetapi orang ini, ketika baru saja diampuni hutang-hutangnya, ia tidak melakukan hal yang sama kepada temannya yang hanya berhutang seratus dinar. Bahkan ia sangat geram, ia tidak habis piker; kenapa dia itu bersikap seperti itu? Mengapa pula ia tega menangkap dan mencekik kawannya itu, lalu katanya: “Bayar hutangmu!” Ketika temannya itu minta belaskasihannya, ia malah menjebloskan kawannya itu ke dalam penjara. Ketika orang banyak melihat tingkahnya yang tidak bisa mengampuni, lalu melaporkannya kepada raja yang telah menghapuskan hutang-hutangnya. Raja itu marah, dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo sampai ia melunasi hutang-hutangnya. Lalu Yesus berkata: “Maka BapaKu yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hati.”

Saudara-saudari terkasih.
Kepada Petrus yang menanyakan “berapa kali ia harus mengampuni” sesama yang bersalah kepadanya? Apakah sebanyak tujuh kali? Tujuh kali adalah jumlah hari dalam sepekan, angka itu menunjukkan kesempurnaan, namun angka itu terbatas dan kurang dari angka sepuluh, jumlah untuk hukum Tuhan yang disebut 10 perintah Allah. Pertanyaan Petrus itu baik, setidak-tidaknya ada sikap yang benar dari pertanyaan itu; Petrus mempunyai kehendak baik untuk mengampuni saudara nya jika ia berbuat dosa kepadanya. Tuhan Yesus tidak memberi tanggapan positip untuk Petrus, melainkan memberi tambahan bobot berat tentang pertanyaan Petrus perihal mengampuni saudara yang bersalah kepadanya. Sabda Yesus kepada Petrus: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Ketika hal itu saya tanyakan kepada salah seorang murid yang pandai matematika: Jadi berapa kali kita harus mengampuni? Murid itu menjawab: ”490 kali.” Betul. Apakah kamu sanggup melakukan perbuatan mengam puni sebanyak itu. Dia menjawab: “Mana mungkin, bu!” “Mengapa?” Tanyaku. Murid  yang lain berkata: “Jangankan sebanyak itu, bu.” Untuk kesalahan yang sekali  saja dilakukan kita sudah amat sangat sulit menerima, apalagi kalau orang itu sudah menyakiti hati kita, sudah melukai batin kita, sudah mempermalukan kita di depan umum, sudah menjaytuhkan nama baik kita! Pasti lebih dari amat sangat sulit…Betapa  sulitnya untuk mengampuni orang yang  berulang kali menyakiti hati kita!!

Saudara-saudari terkasih,
Hampir setiap hari kita mendoakan doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, yaitu Doa Bapa Kami. Diawal doa kita memuliakan Tuhan, sedangkan pada bagian akhir  menyampaikan permohonan-permohonan kita. Salah satunya adalah hal mengampuni. Bahkan dalam doa itu kita meminta ampun sembari juga berjanji memiliki sikap terlebih dahulu bersedia mengampuni. Kita berdoa: “Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni  yang bersalah kepada kami.” Masalahnya adalah bahwa kita lupa untuk merefleksikan, apakah doa itu menjadi bagian dari hidup kita. Mungkin kita mendoakan doa Bapa kami  hanya sebagai rutinitas, dan kurang mendalami makna nya, sehingga hidup kita juga tidak dijiwai oleh doa  itu. Pada masa Prapaskah ini kita diingatkan kembali untuk tekun berdoa serta berdoa dengan benar, yaitu berdoa dengan kesadaran dan dengan niat untuk hidup dari doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Masa Prapaskah ini kita memperbaiki hubungn kita dengan Tuhan, yang rusak karena dosa  kita. Maka marilah kita saling mengmpluni supaya Bapa kita di sorga  kiranya  mengampuni dosa  kita.                                                                                                                                                                                       

Refleksi :
Apakah aku sudah mengampuni dosa dan kesalahan sesamaku?

Marilah kita berdoa:
Bapa, kami bersyukur untuk doa yang diajarkan oleh Yesus. Bantulah kami untuk berdoa dengan penuh sadar dan hati yang terarah kepadamu, sehingga  yang kami doakan, juga kami lakukan. Amin