Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

SAATNYA MENDENGARKAN YESUS

BC - 9717G | Rabu, 13 Maret 2019

Bacaan Hari ini:
Yun.3:1-10
Luk.11:29-32

“Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan perkataan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”
Luk 11:32

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Hari-hari ini adalah masa untuk bertobat dan kembali kepada Allah, berdamai dengan sesama dan berdamai juga dengan Allah. Pada hari Rabu Abu yang lalu kita menerima abu, sebagai lambang bahwa manusia itu berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Pada waktu itu imam atau pelayan awam meletakkan abu pada dahi kita dan menyerukan ini: Bertobatlah dan percayalah kepada Injil. Pada zaman Yunus, orang-orang Niniwe mengadakan ritual yang mirip yaitu dengan berkabung dan mereka bertobat dari dosa-dosa mereka. Kehadiran Yesus seharusnya menjadi tanda kehadiran Allah sendiri yang seharusnya juga dapat diterima oleh bangsa Israel. Bahkan pada awal penampilanNya, Tuhan Yesus sudah menyerukan: Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat.

Saudara-saudari terkasih,
Bangsa Israel yang dikasihi Yahweh, sudah “terbiasa” jatuh dalam dosa, lalu bertobat kepada Yahweh, karena kepada mereka diutus para nabi dan utusanNya. Berulangkali Tuhan dikecewakan oleh bangsa pilihanNya sendiri, namun Ia mengasihi mereka dengan penuh kerahiman. Tuhan Yesus mencoba mengingatkan bangsa Israel dengan perumpamaan mengenai kebun anggur. Kebun anggur itu dipercayakan kepada mereka untuk digarap, tetapi mereka menelantarkannya. Tuhan menegur mereka dengan mendatangkan para utusan dan nabiNya, tapi mereka itu malah disiksa dan dianiaya, beberapa di antaranya dibunuh. Tuhan tidak kekurangan akal, lalu Ia mengutus anakNya sendiri, yang adalah ahli waris kebun anggur itu. Tetapi apa yang terjadi, anakNya itu juga tidak dihiraukan. Mereka berpikir sederhana, bahwa ahli warisNya sudah ada di depan mata, maka dengan melenyapkanNya, mereka akan mewarisi kebun anggurnya itu. Mereka bertindak ceroboh, anakNya itu pun dibunuh oleh mereka. Dengan cara seperti itu Yesus mengingatkan para pemuka bangsa Israel, bahwa mereka sudah salah jalan, dan mereka seharusnya segera bertobat. Yesus adalah tanda bagi bangsa Yahudi sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi bangsa Niniwe. Jadi tanda apa lagi yang harus diberikan, bukankah Yesus itu tanda yang datang dari Allah? Mereka itu meminta bahwa Yesus itu lebih hebat, lebih dahsyat.  Mereka salah memahami Yesus!

Saudara-saudari terkasih.
Saat ini, ketika kita memasuki masa puasa dan pantang, Ritual liturgis penerimaan abu pada awal masa Prapaskah kemarin, menjadi penanda awal yang mengingatkan kita kembali untuk menyadari kedosaan kita. Kita ini adalah orang berdosa, dan kita diundang oleh Allah untuk bertobat dari kedosaan kita. Injil hari ini menarik perhatian kita kepada Yesus, Anak Allah. Ia telah lama diramalkan oleh para nabi untuk datang ke dalam dunia sebagai Mesias, yaitu Dia yang terurapi. Bahkan Yesus sendiri menegaskan bahwa Dia datang untuk menebus dosa-dosa manusia, mencari yang tersesat dan menemukan yang hilang dari kawananNya. Inilah yang mau diwartakan Gereja kepada umat Allah hari ini. Bahwa Allah di dalam Yesus Kristus, mengasihi saudara dan saya. Yang dinantikan dari kita adalah sikap pertobatan, dan bukannya sikap bertegar hati atau hidup dalam kedosaan dan egoisme yang tidak peduli akan nasib orang lain juga. Bagaimana cara untuk membangun hal ini? Jalan yang terpendek dan langsung telah ditunjukkan oleh Bapa sendiri ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan atau ketika Yesus tampak mulia bersama Musa dan Elia di atas gunung. Bapa bersabda: “Inilah anakKu yang Kukasihi, dengarkanlah Dia!”

Saudara-saudari terkasih,
Memang kita harus bertobat dari segala kedosaan kita. Gereja menyediakan sarana untuk pertobatan itu, yaitu Sakramen Tobat atau Sakramen Pengampunan Dosa. Namun yang pertama dan harus segera disadari bahwa Allah menghendaki kita untuk mendengarkan AnakNya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus. Yesus Kristus ada di antara kita, dan Ia dihadirkan oleh Gereja melalui SabdaNya yang terdapat dalam Alkitab atau kitab suci. Itulah sebabnya kita harus membuka dan membaca firman itu, dan mendengarkan Ia bersabda, serta membiarkan Yesus membentuk kita dengan firmanNya, sehingga kita menjadi manusia baru yang dikuduskan oleh firman itu. Selama masa puasa dan pantang ini Gereja kudus menganjurkan umat Allah untuk rajin bergaul denganKitab Suci untuk mengenal dengan lebih baik betapa Bapa mengasihi kita di dalam Yesus Kristus. Santo Hieronimus mengatakan “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Yesus!” Yesuslah yang akan membentuk kita menjadi manusia yang baru, yang terbebas dari dosa-dosa kita. Ingatlah bahwa Kitab Suci itu disediakan untuk kita sehingga “memberi hikmat kepada kita dan menuntun kita kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus…bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Itulah yang disabdakan Yesus.. Marilah kita mendengarkan Dia dan bertobat.


Refleksi :
Apakah aku sudah meluangkan waktuku untuk memnbaca Kitab Suci?

Marilah kita berdoa:
Bapa yang baik, bukalah hati dan pikiran kami hari ini agar kami menyediakan diri  untuk mendengarkan Yesus, tanda yang berasal dariMu. Kami ingin menjadi serupa dengan PuteraMu, ya Bapa. Amin.