Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENJADI ORANG KRISTEN ?

BC - 9718G | Jumat, 15 Maret 2019

Bacaan Hari ini:
Yeh.1821-28
Mat.5:20-26

“Maka Aku berkata kepadamu: “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”
Matius 5 : 20

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Ketika bertemu dengan seseorang atau beberapa orang yang baru pertama kali engkau temui, apa yang pertama kali ditanyakan orang kepadamu? Tentu mereka tidak bertanya : anda berasal dari mana? Atau apa keahlian anda? Hampir pasti mereka ingin mengetahui identitas utama anda dengan bertanya: Siapa nama anda? Betul begitu? Bahkan mereka tidak pernah menanyakan apa agama anda? Namun ketika hidup dalam masyarakat yang majemuk, pertanyaan yang muncul lebih beragam. Bukan hanya nama kita yang ingin mereka ketahui. Mereka ingin tahu tentang status kita, juga apa kita sudah bekerja dan mereka juga ingin tahu asal-usul kita dan tidak terkecuali “agama kita”. Dalam situasi seperti inilah Tuhan Yesus menuntut para muridNya untuk tampil “beda”, berkarakter dan beridentitas. “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi” kamu tidak layak masuk Kerajaan Sorga. Bahasa sederhananya, adakah pembeda antara kamu yang percaya kepada Yesus Kristus dengan mereka yang belum atau tidak percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya? Inilah yang menjadi PR kita hari ini.

Saudara-saudari terkasih,
Sudah berapa lama kita menjadi pengikut Yesus? Sebagian besar dari kita adalah orang-orang yang secara tradisi terlahir dalam keluarga katolik atau Kristen. Sejak lahir kita dibaptis dan dipersembahkan oleh kedua orang tua kita ke pangkuan gereja. Beberapa dari antara kita menjadi pengikut Yesus setelah dewasa, atau sejak remaja. Ada beberapa hal yang menghantar saudara-saudari kita yang menjadi percaya dan dibaptis setelah melewati usia balita. Karena sekolah di lingkungan yang beragama katolik atau Kristen, ada yang karena calon pendamping hidupnya sudah katolik atau Kristen. Karena melihat cara hidup orang katolik yang baik, beberapa di antaranya memutuskan untuk memilih belajar agama katolik dan atas kemauannya sendiri minta dibaptis dan menjadi pengikut Tuhan Yesus. Yang terakhir inilah menarik untuk ditegaskan dan dipromosikan. Sungguh merupakan kesaksian yang unggul dari seorang pengikut Yesus, bila karena cara hidupnya ada orang tertarik pada Yesus yang ditampakkan olehnya. Ia telah menjadi garam dan terang dunia bagi orang yang belum menemukan Yesus sang Juruselamat.

Saudara-saudari terkasih,
Saya mempunyai seorang sahabat yang sebelumnya bukan pengikut Yesus. Wanita ini bercerita kepadaku kalau sahabat karibnya adalah seorang katolik. Dia tidak bisa berdekatan dengan dia lagi karena ia pindah kota karena menikah dengan pemuda katolik dari kota Surabaya. Sahabatku itu bercerita kalau dia terpesona dengan temannya yang sudah pindah domisili, karena orangnya baik dan ringan tangan dan suka memperhatikan orang yang berkesusahan. Lalu ia berkata kepadaku: bagaimana caranya menjadi orang katolik? Karena sahabat ini menurut pendapatku sudah mulai terpesona akan kehidupan Kristen, saya membawanya kepada seorang Pastor untuk dibimbing dan diarahkan. Singkat cerita setahun kemudian dia dibaptis. Yang menarik lagi, wanita muda ini ingin menjadi biarawati, tetapi ditolak karena usia baptisannya masih melebihi usia balita. Akhirnya ia memang menjadi seorang biarawati Karmel di Lembang, Bandung. Ternyata kesaksian hidup orang Kristen yang baik dapat menghantar orang lain bisa bertemu dengan sang Juruselamat dan mereka menjadi pengikutNya. Jadi kalau “hidup keagamaanmu” tidak lebih benar dari orang Farisi dan ahli Taurat, engkau bukanlah pengikut Yesus yang sejati. Orang Kristen harus memelihara hidup yang baik dan pantas baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia. Sehingga dengan demikian dia dikenal sebagai pribadi yang berkepribadian seperti  Yesus Kristus sendiri.

Saudara-saudari terkasih,
Apa lebihnya bahwa kita ini dari orang lain sebagai pengikut Yesus Kristus? Bahkan ada orang yang secara terang-terangan berkata: yang penting orang baik. Gak masalah apapun agamamu! Mungkin sekarang saudara ragu dengan pernyataan tersebut. Belum lagi nyatanya – demikian kata seseorang Kristen – saudaraku yang tidak Kristen itu orang baik juga; mereka suka membantu orang lain, mereka juga murah hati dan selalu bersedekah dan peduli dengan orang lain. Nah, kalau situasi dalam hidup kita, pertanyaannya: Apakah kita masih ingin menjadi orang katolik yang baik? Apakah kita tidak ingin menunjukkan bahwa kita adalah orang Kristen yang memiliki keunggulan dan nilai lebih? Apakah kita masih mendengar bahwa hidup kita harus “lebih benar” dari hidup mereka yang tidak mengakui Yesus sebagai Juruselamatnya. Kalau kita memberi marilah kita memberi untuk Tuhan yang hadir dalam diri mereka. Kalau kita mengampuni, marilah kita mengampuni karena Tuhan itu Mahapengampun, yang meminta kita mengasihi orang yang memusuhi kita dan berdoa untuk pertobatannya. Inilah yang membedakan kita dari orang lain: kita meneladan hidup Kristus.“ Bukan aku lagi yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam aku.”


Refleksi :
Maukah aku  hidup sesuai kehendak dan ajaran Tuhan Yesus?

Marilah kita berdoa:
Bapa di dalam sorga, kami bangga memiliki Allah seperti Engkau dan Yesus Kristus Tuhan kami. Ia menghendaki kami hidup dalam kebenaran, maka bantulah kami untuk setia kepada Yesus Tuhan kami. Amin.