Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

YESUS BERSAMA ORANG MISKIN

BC - 9749C | Senin, 15 April 2019

Bacaan Hari ini:
Yes.42:1-7
Yoh,12:1-11

Yesus bersabda: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”
Yohanes 12:7-8

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya.. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermu pakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi mening galkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Saudara-saudari terkasih.
Marta, Maria, dan Lazarus adalah tiga orang bersaudara yang sangat dekat dengan Yesus. Tidak mengherankan jika Yesus berkenan mengunjungi rumah mereka. Tiga bersaudara ini memiliki hubungan yang berbeda-beda dengan Yesus. Marta menyibukkan dirinya dengan berbagai pekerjaan rumah untuk melayani Yesus dan rombongannya. Bukankah tidak ada yang salah dengan tindakan ini? Namun, Yesus lebih berkenan dengan tindakan Maria yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang mahal. Jika Marta merisaukan hidup duniawi dengan makanan dan minuman, Maria lebih memilih hidup rohani dengan melayani Yesus sendiri. Bukankah seluruh hidup jasmani kita di dunia ditopang oleh berkat Tuhan sendiri?  Lazarus dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menunjukkan kuasa-Nya atas hidup seseorang dengan membangkitkan Lazarus dari kematian. Pada masa Paskah nanti Yesus sekali lagi menunjukkan bahwa kematian yang dialaminya di kayu salib akan menjadi masa lampau, karena Ia bangkit dari kematian.

Saudara-saudari terkasih.
Perkataan Yesus bahwa “orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu" hendak mengingatkan para Rasul bahwa kebersamaan Yesus di dunia ini tidak selamanya terjadi. Ada batas waktunya. Seseorang akan berlalu dari hadapan kita. Mengapa Yesus mengajarkan demikian? Karena Yesus tahu betul bahwa iman para rasul belum lah kuat dan mendalam. Mereka masih mengandalkan Yesus. Mereka tidak melihat tindakan nyata Yesus. Untuk itulah Yesus mengingatkan akan masih adanya orang-orang miskin. Mengapa? Karena karya Yesus ditujukan bagi orang miskin, orang cacat, anak-anak, orang tua, orang kusta, orang berdosa. Walaupun Yesus sudah tidak bersama mereka, tetapi para Rasul masih dapat melakukan apa yang dilakukan Yesus, yaitu mengasihi orang miskin. Mengapa Yesus begitu memperhatikan orang miskin? Karena mereka tidak memiliki segala sesuatu yang bisa dibanggakan. Pakaian hanya yang dikenakan. Makanan sejauh ada orang memberikan. Dalam kondisi serba kekurangan, orang miskin hanya mengan dalkan belaskasi orang lain dan Tuhan sendiri.

Saudara-saudari terkasih.
Kemanusiaan kita sejujurnya sama persis dengan apa yang dikatakan Judas Iskariot yang berkata, "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus Dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Perkataan Judas Iskariot itu seolah-olah hendak menunjukkan empatinya kepada orang miskin dan mengkritik tindakan membuang uang  yang dilakukan Maria. Namun, sebenarnya Judas tidak peduli dengan kamu miskin. Judas hanya memikirkan uang tiga ratus Dinar tadi. Demikianlah dalam hidup sehari-hari kita hanya memikirkan harta benda saja. Bahkan kita sering menggunakan urusan-urusan Gereja untuk mendapatkan uang atau penghormatan dari orang lain. Walaupun tidak salah juga kalau kita memikirkan kebutuhan duniawi kita, tetapi kita juga diundang  untuk berdoa dan merenungkan sabda Tuhan. Jika kita hanya memikirkan masalah duniawi saja, apa bedanya dengan banyak orang yang tidak beriman kepada Gereja? Tidak ada. Bacaan hari ini mengajak kita untuk menaikkan taraf hidup rohani kita, dari manusia dunia menjadi manusia surga. Apakah salah jika kita memiliki kekayaan? Tidak. Yang penting adalah membagikan kekayaan itu kepada orang miskin dan menderita. Kita percaya pada sabda Yesus, bahwa yang kita lakukan atau tidak kita lakuklan kepada sesama kita, itu kita lakukan atau tidak kita lakukan terhadap Tuhan Yesus sendiri.

REFLEKSI:
Apakah kita sudah berendah hati, seperti orang miskin, yang hanya mengandalkan Tuhan dalam hidup kita? Apakah kita juga pernah merasakan penderitaan orang- orang miskin dan sakit yang menderita hidupnya?

MARILAH KITA BERDOA:
Ya Tuhan, selama ini kami begitu sombong dengan membanggakan apa yang kami miliki. Harta benda, pangkat dan jabatan yang akan musnah. Ajarlah kami untuk  mengandalkan-Mu, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.