Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENGGENAPKAN KEHENDAK ALLAH

BC - 10021L | Minggu, 12 Januari 2020

Bacaan Hari ini:
Yes.42:1-4,6-7
Kis.10:34-38
(Ps Pembaptisan Tuhan)

Tetapi Yohanes mencegah Yesus, dan berkata: “Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaKu?” Yesus menjawab: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menurutiNya.
Matius 3: 14 - 15

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Yesus datang dari Galilea ke sungai Yordan untuk dibaptis oleh Yohanes. Namun Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaKu?” Ya, Yohanes mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias. Yohanes merasa tidak pantas membaptis Yesus, dan sebaliknya, seharusnya Yesuslah yang membaptis dirinya. Bagaimana tanggapan Yesus? Yesus menjawab: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menurutiNya. Ya, kebenaran dilakukan dengan cara demikian, yaitu bukan dengan ukuran standar manusia, melainkan seturut kehendak Allah, yang sering kali bertolak belakang dengan ukuran standar manusia. Yesus adalah Mesias, namun Ia tidak merasa diriNya lebih tinggi daripada Yohanes, tidak merasa diriNya direndahkan manakala Allah Bapa mengkehendaki agar diriNya dibaptis oleh Yohanes.                                         

Saudara-saudari terkasih.
Adalah seorang bapak, yang menikah lagi di usia tuanya, setelah istrinya meninggal dunia. Bapak merasa bahagia dengan keluarga barunya, yaitu istri dan ketiga anaknya, beserta cucunya. Hubungannya dengan anak kandung dan cucu kandungnya tanpa ia sadari meregang. Ya, anak-anaknya masih belum sepenuhnya dapat menerima bahwa ayah mereka memilih tinggal bersama orang lain dan bukan anaknya sendiri. Anak-anaknya sulit menerima bahwa ayahnya memuji istri barunya dan membanggakan anak-anak dari istri barunya. Anak-anaknya merasa direndahkan. Saat mengalami perlakuan direndahkan, atau tidak diutamakan, orang cenderung bertindak negatif, entah itu menghindar atau melawan. Sulit memang menanggung perasaan direndahkan maupun tidak diutamakan. Pada saat demikian, baiklah kita memohon rahmat pertolongan Allah, agar kuat menanggung segala bentuk derita dan penghinaan.                                            .                                     

Saudara-saudari terkasih.
Meski Yesus dikatakan juga sebagai Anak Manusia, namun Yesus dapat bertindak benar menggenapkan seluruh kehendak Allah. Sementara kita manusia pada umumnya, seringkali bertindak belum benar dengan mengikuti desakan keinginan pribadi, dan mengabaikan kehendak Allah. Desakan keinginan pribadi manusia ini berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang desakan keinginannya berupa hasrat online atau melekat pada HP, ada yang pada kenikmatan makanan, keindahan barang, keinginan dinilai baik atau takut dinilai buruk, dan sebagainya. Meskipun banyak macamnya, namun semuanya itu menjalankan satu fungsi yang sama, yaitu mendesak manusia untuk segera bertindak memenuhi keinginan dan menyalurkan hasratnya. Santo Ignasius dari Loyola menamainya sebagai hawa nafsu dan kelekatan tidak teratur. Para filsuf menamainya sebagai libido, yang merupakan perpaduan antara nafsu sebagai penentu objek sebagai target tindakan, dan naluri sebagai tenaga yang berupaya mencari segala jalan untuk dapat bertindak menuju target atau memenuhi nafsu.  

Saudara-saudari terkasih.
Yesus bersih dengan dibaptis Yohanes, yaitu dengan berpusat pada kehendak Allah Bapa, mengikutiNya dengan segenap hati, menanggung gejolak batin direndahkan, tidak diutamakan, diperlakukan secara tidak pantas, dan segala bentuk derita yang menghadang. Kehendak Yesus murni hanya untuk memenuhi kehendak Allah BapaNya, dan Allah Bapa pun berkenan atasNya. Santo Ignatius dari Loyola menyusun latihan rohani, yang dipraktikkan oleh para Yesuit setiap hari seumur hidupnya, untuk menundukkan hawa nafsu dan kelekatan tidak teratur, dan menumbuhkan satu-satunya keinginan hanyalah memuliakan Allah. Para filsuf mengemukakan paradigma hidup bakti, untuk meruwat libido, agar berfungsi sebagai daya produktif, dan tidak berdampak destruktif. Berpusat pada kehendak Allah berarti menyadari desakan keinginan pribadi namun tidak bersegera mengikutinya, melainkan menundanya, dan membawanya dulu ke dalam doa dan laku diam sampai desakan reda.             

          

REFLEKSI:
Maukah saya belajar berpusat kepada kehendak Allah? Maukah saya setiap waktu  untuk  menyimak bisikan Allah?    

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus, terima kasih, atas FirmanMu pada hari ini. Kami mau mengikutiMu menggenapkan seluruh kehendak Allah. Namun kami masih belum mampu mengalahkan desakan keinginan sendiri, terburu-buru mengikutinya, mengabaikan maupun mengebelakangkan kehendak Allah. Beri kami rahmat bertobat dan bersyukur secara penuh.Amin