Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENGASIHI YESUS

BC - 10141H | Senin, 11 Mei 2020

Bacaan Hari ini:
Kis.14:5-18
Yoh.14:21-26

Yesus bersabda: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu  dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama dengan dia.”
Yohanes 14 : 23

†Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Perikop Injil Yohanes hari ini berisi nasehat Yesus kepada murid-muridNya, pada perjamuan malam terakhir, supaya mereka saling mengasihi. Kasih adalah paling dasariah dalam hidup bersama orang lain. Bagi Yesus, kasih adalah usaha seseorang untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain. Kasih selalu membahagiakan orang lain. Yesus sendiri telah membuktikan ajaranNya itu. Ia berkorban, Ia memberikan nyawaNya kepada murid-muridNya. Yesus bersabda: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-saha batnya..” (Yoh. 15: 14.) Kita adalah sahabat-sahabat Yesus kalau kita melaksanakan perintahnya itu. Kasih Tuhan Yesus itu nyata bagi manusia. Ia tidak membiarkan manu sia tinggal sendirian. Meski Ia pergi, meninggalkan dunia ini, Ia tetap menyertai  mere ka dengan Roh Kudus. Roh Kudus menjadi penghibur, penolong dan penasehat bagi mereka. Roh Kudus akan meneguhkan kita. Maka janganlah kita kuatir dan jangan kita takut. Kita masih memerlukan banyak pertolongan Roh Kudus, untuk membimbing, mendampingi dan menguatkan iman kepercayaan kita. Memang, dunia akan selalu memberikan berbagai macam tawaran kepada kita, dan kita dibuatnya menjadi ragu, bimbang dan bingung. Namun percayalah, Roh Kudus akan memberi pencerahan dan pengetahuan kepada kita .

Saudara-saudari terkasih.
“Omnia vincit amor”. Kasih mengalahkan segalanya. Karena kasih, orangtua akan melakukan segala cara demi kebahagiaan bagi anak-anaknya. Dan akan meng usahakan yang baik, bagi anak-anaknya. Ada kata-kata bijak dalam bahasa Jawa: “Tego larane, ora tego patine.” Artinya: “Tega/rela akan sakitnya, tetapi tidak tega/rela akan kematiannya.” Itulah yang dilakukan orangtua terhadap anak-anaknya yang sedang menderita sakit, Maka apa pun akan dilakukan, apa pun akan dijalaninya asalkan anaknya sembuh, asalkan anaknya kembali sehat dan hidup, Tidak mati. Kiranya itulah pula yang mendorong dan menggerakkan setiap orang tua berbuat sebaik mungkin, berbuat sekuat mungkin bagi anak-anaknya. Terutama bagi anaknya yang sedang menderita sakit, bagi anaknya yang sedang dalam keadaan kritis sakitnya. Tindakan kasih memiliki daya mempersatukan, mendamaikan dan menye lamatkan. Yesus menyertakan kita melakukan yang dilakukan Yesus, “mengerjakan” pekerjaan Bapa. Kita diundang untuk  melakukan yang dilakukan Yesus. Semoga kita mampu melakukannya.

Saudara-saudari terkasih.
Yesus selalu mau hadir di tengah murid-muridNya. Yesus  bersatu dengan BapaNya, juga berkenan bersatu dengan kita. Yesus bersabda: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai sebagai yatim piatu.” “Aku di dalam BapaKu dan di dalam kamu.” Kami akan datang kepadamu dan diam bersama-sama kamu.” Yesus berkenan bersatu dengan kita. Apakah kita pun mau bersatu dengan Yesus, dan mengasihiNya?  Sudahkah hidup kita juga berbuah Roh Kudus secara nyata? Sudahkah kita belajar untuk saling menguatkan, menghangatkan dan menyembuhkan sesama dengan karya dan kata-kata kita yang baik dan membesarkan hati? Sadarkah kita, Yesus selalu hadir dan berkarya dalam hidup kita? Yesus menyembuhkan sakit hati kita, menguatkan cinta kita. Bersama Yesus, kita diundang untuk meyakini bahwa Yesus menye lenggarakan hidup kita. Sebagai balasan, marilah kita mendoakan dan memaafkan orang yang pernah menyakiti hati kita dan melukai batin kita. Kita buka pintu maaf hati dan batin kita. Kita buka jalan perdamaian dalam kasih Allah, kita buka hati kita, agar semakin hidup di jalanNya.

Saudara-saudari terkasih.
Mengasihi adalah kata yang memiliki kekuatan luar biasa. Mengasihi mampu melu luhkan kekerasan hati, meredakan kemarahan, menjernihkan sikap, membangkitkan harapan, menahan rasa sakit, memberanikan rasa takut  dan menumbuhkan pengam punan. Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita, agar kita belajar mengasihi seperti yang Dia lakukan. Kasih itu bukan kata-kata, tetapi tindakan yang membangun dan memberi harapan. Kasih juga membangun relasi yang lebih baik, tidak hanya antar sesama tetapi juga dengan Tuhan. “Barangsiapa mengasihi Aku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku  dalam dia. BapaKu juga akan ,mengasihi dia.” Marilah kita hidup saling mengasihi agar hidup kita ini menjadi lebih bermakna bagi Tuhan dan sesama. Dari antara kita, tentunya ada yang pernah hidup dalam kasih. Tetapi tentunya ada juga yang pernah hidup dalam kebencian dan relasi yang tidak baik. Bagaimana perasaan kita ketika berada dalam situasi yang sangat berbeda itu? Batapa damai dan bahagia ketika kasih itu terjadi. Sebaliknya betapa menyedihkan ketika kebencian dan relasi yang tidak baik itu terjadi. Kita hidup dalam kegelapan hati, kegelapan jiwa dan juga kegelapan penglihatan. Kita tidak bisa melihat kehadiran Tuhan, kita tidak bisa mendengar suara Tuhan. Tetapi yang bisa kita dengar dan kita lihat hanyalah kebencian, kedengkian dan keirihatian. Bagaimana mungkin kita akan bisa mengasihi dan melayani seama kita?


REFLEKSI:
Sudahkah kita mengasihi Yesus lewat mengasihi sesama, dalam keluarga, tetangga dan rekan di tempat kerja?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus, syukur atas anugerah Roh KudusMu dalam hidup kami. Semoga hidup kami senantiasa disembuhkan, dikuatkan dan dihangatkan oleh cinta dan kasihMu, sehingga hidup kami semakin bisa berbuah rohani secara nyata bagi orang lain setiap harinya, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu yang Kudus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.