Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

DI DALAM YESUS

BC - 10143H | Rabu, 13 Mei 2020

Bacaan Hari ini:
Kis.15:1-6
Yoh.15:1-8
(SP Maria dr Fatimah)

Yesus bersabda: “Tinggallah di dalam Aklu dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”  
Yohanes 15 : 4.

†Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Pada perikop: “Pokok anggur yang benar.” Yesus bersabda: “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah. “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting, tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamu ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak; sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku, dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yoh.15:1-8.) Itulah sabda-sabda yang diucapkan sendiri oleh Tuhan Yesus. Ada janji-janji dari Yesus, ada ajaran-ajaran Tuhan Yesus dan ada pula kehendak-kehendak Tuhan Yesus, yang supaya  kita lakukan dalam hidup ini.

Saudara-saudari terkasih.
Bacaan Injil hari ini melukiskan bagaimana cabang anggur akan menghasilkan buah ketika masih menempel dan bersatu bersama pokoknya. Pokok anggurlah yang akan memberi kehidupan, sari makanan; sehingga cabang-cabang itu menghasilkan banyak buah anggur. Inilah gambaran kehidupan para murid Yesus. Penggilan utama kita para murid Tuhan Yesus adalah menghasilkan buah dalam kehidupan kita. Kita dipanggil untuk bermakna dan berguna bagi seama.  Syaratnya adalah tetap menyatu, menye rap kekuatan dari Tuhan Yesus. Kesatuan dengan Tuhan Yesus  yang dihidupi melalui ketekunan menerima Sakramen-sakramen Gereja, memampukan kita untuk meng hasilkan buah dalam hidup sehari-hari. Ketika kita menjauh dari Tuhan, yang kita hasilkan hanyalah amarah, kebencian, peselisihan dan kekerasan. Kita tidak membawa cinta dan persatuan; tetapi hanya menciptakan kerusuhan, pertikaian dan perpecahan. Kita tidak membawa cinta, persatuan; tetapi hanya menciptakan perpecahan dan permusuhan. Kita sadar, betapa kita sering merasa kering hidup rohani kita.  Marilah kita buka mata kita dan telinga kita, agar kita bisa menangkap kehadiran Tuhan dan mendengar suara Tuhan.

Saudara-saudari terkasih.
Ada orang yang enggan mengikuti pertemuan “reuni” sekolah, karena merasa “malu”. Karena teman kelas yang dulu sering diejek, diremehkan, ternyata saat ini berhasil dan memiliki kedudukan di tempat kerjanya, punya pasangan hidup yang yang sukses, sementara yang dulu merasa dirinya jago, malah hidupnya terpuruk. Seperti dialami oleh Yesus. Kenyataan bahwa Ia anak tukang kayu, membuat misiNya ditolak, pribadiNya disangsikan. Apa yang salah dan jelek dari seorang tukang kayu? Apa pula yang jelek dan salah sebagai anak tukang kayu? Haruskah Yesus malu mengakui Yusuf adalah ayahNya, karena dia hanya seorang tukang kayu? Apa jelek dan salahnya bila Yesus menghormati Maria, ibuNya, hanyalah isteri seorang tukang kayu? Yusuf adalah seorang pekerja, tukang kayu, ia mengangkat tinggi nilai sebuah pekerjaan tangan. Pekerjaanya memuliakan Allah, dan membantu rencana keselamat an Allah. Yusuf tidak berkata sepatah kata pun dalam Injil Yesus. Namun pekerjaannya berbicara lebih kuat dari kata-kata. Pada bulan Mei, bulan Maria ini; kita merenungkan Yusuf, seorang pekerja yang pendiam. Apakah kita bangga melihat pribadi dan karyanya? Apakah kita pekerja yang suka bikin ulah,  tidak jujur, suka menuntut kenaik an upah yang lebih baik?

Saudara-saudari terkasih.
Diri dan pribadi Yusuf, adalah contoh ranting yang  menempel pada pokoknya.Yusuf bisa tumbuh, berkembang dan berbuah banyak, bebuah kasih yang lebat, yang melimpah bagi keluarganya, bagi Maria, isterinya dan Yesus anaknya.  Ada cerita, dari seorang Pastor, yang pernah tinggal di Perancis. Dia sangat tertarik dengan kebun anggur yang tidak jauh dari biara tempat ia tinggal. Pastor itu mengatakan, bahwa setelah melihat sendiri, barulah ia bisa memahami lebih baik mengenai perumpaan mengenai: pokok, ranting dan buah anggur yang tertulis di dalam Injil. Nyaris semua dahan dan ranting berbuah sangat lebat. Petani anggur menerangkan padanya, bahwa tugas utamanya adalah memotong ranting-ranting yang tidak produktif. Dipotong pastilah terasa sakit. Tetapi mengakibatkan hasil yang maksimal pada ranting yang lain. Harus ada pilihan, dipotong atau berbuah? Dengan berkorban merasa sakit sewaktu dipotong, ranting yang lain akan segera mekar dan berbuah lebat sesuai impian yang Empunya, Pemilikya ialah Allah. Bagaimana dengan diri dan hidup kita; beranikah kita merasa sakit karena bagian yang tidak berguna bagi hidup kita dipangkas dan dibersihkan. Dengan kata lain, apakah kita bersedia melepaskan “sebagian” dari milik kita?


REFLEKSI:
Apakah kita berani dipangkas, dibersihkan; seperti pohon anggur agar kita  menerima sari makanan dari Yesus?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus, kami bersyukur telah menjadi rantingMu. Semoga kami semakin  menempel padaMu, berani dipangkas, dibersihkan agar bisa menerima  sari makanan yang Engkau berikan. Bantulah kami menjalani kehidupan kami, meski kami dirolak karena kami muridMu, ya Yesus... Doa ini kami persembahkan dalam namaMu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.