Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

BC - 10151P | Kamis, 21 Mei 2020

Bacaan Hari ini:
Kis.1:1-11
Ef.1:17-23
Mat.28:16-20
(HR Kenaikan Tuhan)

Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Yesus mereka menyembah Yesus, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Matius 28:16-17

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Tuhan Yesus diutus ke dunia untuk mewartakan Kerajaan Allah. Namun tugas Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah sangat terbatas. Dan seluruh tugas perutusan Tuhan Yesus di dunia ini berakhir dengan peristiwa pengangkatan Yesus ke surga. Peristiwa pengangkatan Tuhan Yesus ke surga juga menjadi kesempatan yang terakhir bagi para rasul untuk dapat melihat Yesus dari muka ke muka. Sebab setelah terangkat ke surga, Tuhan Yesus tidak lagi dapat dilihat secara fisik. melainkan hanya bisa dilihat dan dialami secara rohani atau spiritual. Dalam bacaan injil ini menceritan bahwa kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Yesus mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Saudara-saudari terkasih,
Sebelum naik ke surga, Tuhan Yesus memberikan sebuah perintah yang sangat penting yakni pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Dalam perintah Yesus ini, terdapat beberapa hal penting. Pertama, perintah untuk pergi. Kalau kita melihat sejarah keselamatan dan panggilan orang-orang suci dalam Kitab Suci khususnya Perjanjian Lama, kita dapat melihat ada kemiripan. Misalnya, panggilan Abraham. Abraham sesungguhnya sudah hidup nyaman dan tenang bersama keluarganya. Tetapi oleh Allah, Abraham dipanggil untuk pergi ke sebuah tempat yang tidak diketahui oleh Abraham. Dan Abraham dalam ketidaktahuan dan ketidakmengertiannya berusaha untuk setia dan patuh kepada perintah Allah. Demikian juga dengan para rasul yang saat itu tinggal sebelas orang karena Yudas Iskariot sudah bunuh diri. Para rasul tidak membantah perintah Yesus. Para rasul belajar untuk setia dan patuh kepada perintah Yesus. Para rasul itupun pergi ke seluruh dunia sesuai dengan perintah Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Hal penting kedua yang ada dalam perintah Yesus seperti tercatat dalam injil Matius bab dua puluh delapan adalah menjadikan semua bangsa murid Yesus. Saat perintah ini diberikan supaya menjadikan semua bangsa murid Yesus, jumlah umat manusia yang sudah menjadi murid Yesus mungkin tidak lebih dari seratus orang. Maka pada awalnya, perintah ini tentu saja sulit untuk terwujud. Ceritanya mungkin mirip dengan sebuah film dengan judul “Misssion Imposible” dengan bintang utama Tom Cruise. Semua film bertema mission impossible menceritakan sebuah tugas maha berat yang sangat sulit untuk dilakukan dan diwujudkan. Bahkan tidak mungkin tercapai. Sebab tantangan yang akan dihadapi oleh sang bintang utama sangat sulit dan rumit. Dan setelah melalui berbagai perjuangan, lika liku dan pengorban yang luar biasa, misi yang maha berat itu, yang sesungguhnya tidak mungkin tercapai, pada akhir terwujud bisa terwujud. Hal yang sama terjadi dengan tugas perutusan para rasul untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus. Tugas ini berat dan sangat sulit dicapai. Namun secara perlahan-lahan, Allah membuka jalan bagi tugas yang akan dilaksanakan para rasul. Salah satu cerita dalam Kisah Para Rasul yang sangat menggemparkan adalah ketika Petrus mampu meyakinkan banyak orang untuk percya kepada Yesus. Jumlah mereka yang percaya saat itu mencpai tiga ribu orang.

Saudara-saudari terkasih,
Hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus ke surga. Perayaan ini mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Allah. Kita hidup di dunia ini hanya sementara. Tetapi walaupun hanya sementara, semua perbuatan dan tutur kata kita selama ada di dunia ini sangat menentukan apakah kita bisa masuk ke surga seperti yang Yesus alami. Selain itu, peristiwa Tuhan Yesus naik ke surga menyadarkan kita bahwa tugas Yesus untuk mewartakan injil, yakni Kerajaan Allah sudah selesai. Kini tugas untuk mewartakan Kerajaan Allah itu dibebankan kepada Gereja Katolik, tidak hanya Sri Paus, para uskup, imam, bruder atau suster. Sebaliknya, tugas untuk mewartakan Kerajaan Allah merupakan tugas semua orang Katolik yang telah dibaptis. Sebelum dibaptis kita semua diberitahukan oleh para Katekis atau guru agama bahwa dengan menerima sakramen pembaptisan kita mengambil bagian dalam tiga tugas Yesus. Satu dari tiga tugas Yesus itu adalah tugas kenabian, yakni mewartakan Kerajaan Allah. Artinya setelah kita dibaptis maka dengan sendirinya kita diperintahkan oleh Tuhan Yesus mewartakan Kerajaan Allah.  


REFLEKSI:
Apakah kita sudah mengambil bagian dalam tugas Yesus untuk ikut mewartakan Kerajaan Allah agar semua bangsa menjadi murid Yesus?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau berkata: “pergilah, jadikan semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Semoga gereja-Mu terus setia mewartakan Kerajaan Allah. Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.