Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

KEGEMBIRAAN SEJATI

BC - 100152 | Jumat, 22 Mei 2020

Bacaan Hari ini:
Kis.18:9-18
Yoh.16:20-23a
( Rita dr Cascia )

Yesus bersabda: “Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.”
Yohanes 16:22

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Injil Yohanes bab lima belas memuat tiga hal penting. Pertama tentang Yesus sebagai pokok anggur. Kedua, berbicara tentang perintah untuk saling mengasihi seperti Yesus mengasihi kita. Ketiga, berisi pesan dan nasehat Yesus bahwa para murid akan dibenci dan dimusuhi persis seperti yang Yesus alami. Yesus ingin agar para murid mengetahui bahwa Yesus telah lebih dahulu mengalami semua hal-hal yang pahit, buruk, penuh ketidakadilan dan penderitaan. Sementara di bab enam belas, Tuhan Yesus mengawalinya dengan pesan agar para murid tidak kecewa dan tidak menolak Yesus. Hal ini dapat kita pahami. Sebab para rasul sudah meninggalkan segala sesuatu. Artinya para rasul bisa saja kecewa dan meninggalkan Yesus, jika mereka pada akhirnya mendapatkan hal-hal yang tidak baik. Dengan kata lain, melalui pembicaraan terbuka dan terus terang, Yesus mengharapkan para rasul untuk tulus lkhlas dalam menerima semua cobaan dan tantangan. Setelah itu, Yesus berbicara cukup panjang bahwa Dia akan mengakhiri tugas-Nya di dunia dan segera kembali kepada Bapa-Nya di surga. Namun para murid tidak perlu cemas dan takut sebab Yesus akan mengirim Penolong, yakni Roh Kudus.

Saudara-saudari terkasih,
Pembicaraan dari hati ke hati antara Yesus dengan para rasul bahwa Tuhan Yesus akan segera kembali kepada Bapa di surga tentu saja membuat para rasul bersedih. Oleh karena itulah, dalam bacaan injil pada hari ini yang merupkan kelanjutan dari injil Yohanes bab enam belas, Tuhan Yesus berkata kepada para rasul-Nya: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Dari perkataan Tuhan Yesus ini dapat kita makna sebagai upaya Yesus untuk menguatkan para rasul. Para rasul adalah andalan Yesus untuk melanjutkan tugas-Nya di dunia ini.

Saudara-saudari terkasih,
Hari Kamis kemarin, kita baru saja merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus ke surga. Itu artinya tidak lama lagi kita akan menerima janji Yesus yang akan mengirimkan seorang penolong, yakni Roh Kudus. Dan di dalam Gereja  kita, Gereja Katolik sudah ada tradisi suci atau kebiasaan yang sangat baik untuk menyambut kehadiran Roh Kudus dengan novena sembilan hari berturut-turut. Maka mulai hari ini, kita secara serentak Gereja Katolik di seluruh dunia mengadakan novena Allah Roh Kudus. Novena ini dapat kita lakukan secaa pribadi maupun secara bersama-sama dalam satu keluarga. Selain itu, novena Allah Roh Kudus ini dapat kita lakukan di rumah atau di tempat tugas kita. Yang paling penting dan utama adalah kita menyiapkan diri sebaik mungkin agar Roh Kudus berkenan hadir dalam hati kita. Dan jikalau kita mengacu pada bacaan injil pada hari ini, dapat kita pahami perkataan Yesus:  “Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dari kalimat ini Tuhan Yesus menegaskan adanya kegembiraan yang akan diterima oleh para rasul. Kegembiraan yang akan diterima oleh para rasul itu tidak dapat dirampas oleh dunia dan oleh siapa pun. Sebab kegembiraan itu merupakan kegembiraan sejati yang dberikan Roh Kudus

Saudara-saudari terkasih,
Sejak bulan Desember tahun dua ribu sembilan belas, dunia digegerkan dengan penemuan Virus Corona atau biasa disebut Covid sembilan belas. Virus Coronan ini awalnya muncul di Wuhan, salah satu kota di Tiongkok. Namun virus Corona ini dengan cepat menyebar ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. Yang membuat dunia gempar dan takut adalah tngkat bahaya dari virus ini. Di salah satu negara pernah dilaporkan bahwa dalam sehari saja, ada seribu orang lebih yang meninggal karena virus Corona. Kenyataan ini mendorong presiden dan kepala daerah di seluruh dunia untuk melakukan pembatasan sosial dan fisik dengan mengurangi perjumpaan dalam skala besar. Pemerintah gencar mengkampanyekan slogan : Di rumah saja. Akibatnya banyak kantor ditutup, anak sekolah dan mahasiswa dilburkan. Kebijakan ini membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Tetapi selain pengaruh negatif yang ditimbulkan virus Corona, muncul pula pengaruh positif yakni kesadaran umat manusia untuk berdoa secara pribadi atau bersama anggota keluarga di rumah. Dan bagi kita umat Katolik, doa menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan kegembiraan sejati yang memang hanya diberikan oleh Allah kepada kita.


REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha untuk untuk mendapatkan kegembiraan sejati yang hanya kita peroleh dari Allah melalui Roh Kudus?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda: “Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.” Tuhan Yesus, bukalah hati kami supaya menyadari bahwa kegembiraan sejati hanya datang daripada-Mu. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.