Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

IKUTLAH AKU

BC - 100160 | Sabtu, 30 Mei 2020

Bacaan Hari ini:
Kis.28:16-20,30-31
Yoh..21:20-25

 “Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,   itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku..”                                                                                           
Yohanes 21:21-22

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Besok kita merayakan hari raya Pentekosta. Injil hari ini masih terkait dengan renungan kita kemarin, yaitu Tuhan meminta Petrus untuk “serius” menggembalakan domba-dombaNya. Tapi ternyata fokus Petrus belum 100 persen. Ia masih disibukkan dengan memikirkan urusan “orang lain”, ia menanyakan “nasib” murid yang dikasihi Yesus. Namun dengan tegas Tuhan meminta Petrus kembali fokus: itu bukan urusanmu, tugasmu adalah “Ikutlah Aku!” Keingin-tahuan Petrus tentang masa depan seseorang dikawatirkan oleh Tuhan akan menyita perhatiaannya dan mengalihkan perhatiannya akan tugas yang baru saja dipercayakan kepadanya, yaitu : Gembalakanlah domba-dombaKu! Kalaulah dia memiliki komitmen untuk “mengasihi” Yesus melebihi siapapun maka ia harus mendengarkan Yesus dan tidak sibuk dengan yang lain.

Saudara-saudari terkasih,
Kita sering juga tidak fokus pada tujuan atau target yang ingin kita capai, lalu mencoba menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak berguna. Yang di depan mata saja belum kita kerjakan, kita mau menyelesaikan sesuatu yang belum pasti. Sampai sekarang pun masa depan tetap merupakan misteri bagi kita, termasuk soal kematian. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok atau nanti, juga tentang kapan kita akan mati. Nasib orang lain itu bukan urusan kita, apakah dia akan sukses atau akan terpuruk, hanya Tuhan yang tahu. Tuhan menghendaki Petrus untuk fokus pada perintahNya: Gembalakanlah domba-dombaKu. Caranya mudah: Ikutlah Aku. Mengikut seseorang selalu menuntut disposisi kerendahan hati untuk mengarahkan hati pada orang yang kita ikuti, termasuk di dalamnya memasrahkan diri kepada pribadi tersebut.  Mengikut apa yang dikehendaki Tuhan, mengikuti apa yang sudah diajarkan oleh Tuhan, mengikuti apa yang telah diteladankan oleh Tuhan. Mengikuti Tuhan Yesus berarti berada tepat di belakang Tuhan, melihat, mendengar lalu mengerjakan semuanya dengan baik, tekun dan setia. Itu saja.

Saudara-saudari terkasih,
Albert Einstein pernah diusir dari sekolah karena lamban berpikir. Thomas Alfa Edison hanya menempuh pendidikan formal beberapa bulan. Shakespeare seorang lumpuh tetapi menjadi sastrawan terkenal. Beethoven seorang yang tuli tetapi menjadi komponis musik klasik terkenal. Napoleon Bonaparte postur tubuhnya sangat pendek tetapi menjadi seorang pejuang yang terkenal. Louis Braille buta karena alat penjahit sepatu, namun dengan alat yang sama, ia menciptakan huruf Braille untuk orang buta. Tuhan memakai mereka secara unik sesuai rencana-Nya. Tuhan Yesus sempat mengingatkan Petrus bahwa ia harus belajar, bahwa Tuhan mempunyai rencana berbeda-beda untuk setiap orang yang dikehendaki-Nya. Bagaimana tentang Yohanes ke depan itu adalah urusan Tuhan. Ia juga  punya rencana yang khusus bagi Petrus, sehingga yang penting Petrus ikut Dia saja. Terkadang kita juga “usil” dengan urusan orang lain, sementara urusan kita sendiri tidak kita selesaikan gara-gara sibuk yang bukan urusan kita.

Saudara-saudari terkasih,
Dalam karya pelayanan di gereja, kita juga dipanggil seperti Petrus sesuai dengan bakat dan kemampuan kita masing-masing. Ada yang dipanggil untuk melayani liturgi kudus, ada juga dipanggil untuk pelayanan sosial karitatip, serta ada pula yang ditugaskan untuk karya-karya pewartaan. Masing-masing memiliki peran dan fungsi serta kemanfaatannya untuk membangun gereja Allah. Namun sering terjadi muncul “watak” atau “kecenderungan” yang ada pada diri Petrus, “mempersoalkan” yang bukan menjadi bagian tanggungjawabnya, lalu bagian yang dipercayakan kepadanya malah kacau dan tak terawat. Maka masih relevanlah perkataan Tuhan Yesus ini: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,   itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku..” Tuhan menginginkan, agar kita fokus pada tugas atau karya pelayanan yang telah dipercayakan kepada kita masing-masing. Kalau kita sibuk dengan hal-hal lain, maka hampir dipastikan akan terjadi kekacauan dalam mengemban tugas yang menjadi bagian kita. Setiap orang diberi anugerah yang berbeda-beda, dan anugerah itu dimaksudkan untuk membangun jemaat Allah. Jadi kalau kita mengikuti Tuhan Yesus, marilah kita mengerjakan bagian yang telah dipercayakan kepada kita dengan sebaik dan sesempurna mungkin. Mengikuti Yesus dan belajar daripadaNya, dan  biarkanlah Dia yang menyempurnakannya.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah melakukan yang dipercayakan Gereja kepadaku dengan baik?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa yang baik, terimakasih telah mengingatkan kami untuk tidak “serakah’ dalam tugas pelayanan. Bantulah kami tetap rendah hati, dan melayani Yesus dalam gerejaNya dengan cinta yang suci. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.