Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENYERAHKAN BUNDA MARIA

BC - 100162P | Senin, 01 Juni 2020

Bacaan Hari ini:
Kej.3:9-15,20 
Kis.1:12-14
Yoh.19:25-34
( Pw. SP Maria Bunda Gereja)

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Yohanes 19:26-27

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Bacaan injil hari ini menceritakan saat-saat Yesus sebelum wafat di salib. Dikisahkan bahwa dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib sebab Sabat itu adalah hari yang besar maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

Saudara-saudari terkasih,
Kalau kita menerima dan mempercayai kitab suci sebagai sabda atau perkataan yang berasal dari mulut Allah, maka kita pun tidak dapat menolak apalagi menghilangkan sebuah fakta atau sebuah kenyataan sejarah yang sangat nyata bahwa Tuhan Yesus di akhir hidup-Nya justru menyerahkan Bunda Maria kepada Yohanes, rasul yang sangat dekat dengan Yesus. Dan gereja Katolik memahami dan meyakini bahwa rasul Yohanes yang menerima Bunda Maria bukan mewakili pribadinya saja melainkan mewakili para rasul. Dengan kata lain, Tuhan Yesus sesungguhnya menyerahkan Bunda Maria kepada para rasul dan Gereja-Nya. Sebab Tuhan Yesus mengetahui bahwa para rasul termasuk seluruh umat beriman yang percaya kepada pewartaan para rasul serta para penerusnya membutuhkan kehadiran seorang ibu yang mengayomi dengan penuh kasih serta memberikan ketenangan dan kedamaian. Dan peristiwa penyerahan Bunda Maria oleh Yesus dilakukan di atas kayu salib sesaat sebelum Yesus wafat. Dari sini kita dapat menangkap bahwa peran dan kehadiran Bunda Maria dalam Gereja sangat penting.

Saudara-saudari terkasih,
Kita baru saja melewati bulan Mei yang dijadikan oleh Gereja sebagai bulan Maria. Artinya Gereja Katolik sungguh-sungguh menempatkan Bunda Maria pada posisi yang khusus. Dan penghormatan atau devosi khususnya pada bulan Mei sebagi bulan Maria sudah dilakukan sejak abad ketigabelas sebelum munculnya perpecahan antara Kristen Katolik dengan Kristen Protestan. Dengan devosi atau penghormatan kepada Bunda Maria, Gereja ingin meneladani dan menimba hal-hal yang baik dari Bunda Maria. Bunda Maria adalah panutan dan teladan dalam hal iman dan ketaatan kepada Allah. Kita pun dapat melihat bahwa Bunda Maria yang masih sangat muda belia telah menyatakan kesanggupannya untuk menjadi rekan kerja Allah, menjadi ibu Sang Juruselamat. Ini adalah keputusan yang sangat sulit bagi seorang gadis dengan resiko dihakimi massa karena mengandung tanpa suami. Bunda Maria ini pula yang telah mendampingi dan menyertai Yesus sampai di kayu salib. Maka dengan menyerahkan Bunda Maria kepada rasul Yohanes, Tuhan Yesus ingin agar Bunda Maria juga menyertai Gereja. Kita juga diyakinkan dan diteguhkan oleh penampakkan Bunda Maria di berbagai tempat khususnya di Lourdes dan Fatima, dua tempat penampakan Bunda Maria yang sangat terkenal. Namun Bunda Maria tidak hanya mendampingi kita pada bulan Mei. Tetapi Bunda Maria senantiasa setia mendampingi kita setiap bulan dengan doa-doanya yang tak kunjung putus.

Saudara-saudari terkasih,
Kita bersyukur Tuhan Yesus menyerahkan Bunda-Nya, Bunda Maria kepada kita anak-anak Allah. Keberadaan Bunda Maria sangat penting bagi kita dalam setiap situasi dan keadaan yang kita alami terutama saat-saat sulit seperti pandemi virus Corona yang melanda seluruh dunia. Kalau kita melihat sejarah, Bunda Maria pernah menampakkan dirinya di Fatima, Portugal pada tahun seribu sembilan ratus tujuh belas. Yang menarik pada waktu itu sesungguhnya sedang terjadi perang dunia pertama yang menimbulkan banyak korban jiwa dan persolan lain yang melanda hampir seluruh dunia. Orang-orang kuatir dan takut terkenal tembakan, peluru maupun bom. Keadaan pada waktu itu mirip dengan pandemi virus corona yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Oleh karena itu, marilah kita tetap setia berdoa rosario memohan pertolongan Bunda Maria agar virus corona segera hilang dari muka bumi ini. Sebab Tuhan Yesus bukan tanpa tujuan menyerahkan Bunda Maria kepada kita. Yesus tahu bahwa kita membutuhkan kehadiran seorang ibu.


REFLEKSI:
Apakah kita sudah menyadari bahwa Tuhan Yesus telah menyerahkan Bunda Maria kepada Gereja untuk menolong kita setiap saat?                                                                       

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah menyerahkan Bunda Maria kepada kami untuk menjadi pendoa bagi kami. Bantulah kami anak-anak-Mu supaya kami pun mampu meneladani Bunda Maria yang setia dan patuh kepada kehendak dan rencana Allah sampai pada pada akhir hidupnya. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.