Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENCARI KESALAHAN

BC - 100163G | Selasa, 02 Juni 2020

Bacaan Hari ini:
2Ptr.3:12-15a,17-18
Mrk.12:13-17
(Marselius dan Petrus)

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Markus 12:13.14a

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!" Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Jawaban Yesus ini sungguh benar dan tepat. Ibarat sebuah pepatah atau ungkapan, jawaban Yesus ini membuat mereka mati kutu, tidak bisa berkutik. Mereka tidak menduga bahwa jawaban yang Yesus berikan sungguh luar biasa. Maka tidak mengherankan jika orang-orang itu sangat takjub mendengar jawaban Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Bacaan injil pada hari ini masih berkaitan erat dengan bacaan injil kemarin. Dalam bacaan injil kemarin, Yesus menegur orang-orang Israel lewat sebuah perumpamaan. Perumpamaan itu tentu saja sangat menusuk hati orang-orang Israel khususnya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua yang sangat berperan besar dalam bidang keagamaan, sehingga membuat mereka marah dan sakit hati kepada Yesus. Bahkan mereka ingin menangkap Yesus, tetapi mereka takut kepada orang banyak. Peristiwa ini terjadi di Yerusalem, kota kudus dimana orang-orang terpandang dan terkenal dalam bidang agama berkumpul. Maka sesungguhnya, Yesus ibarat masuk kandang harimau. Sebab sewaktu-waktu mereka dengan bebas menangkap dan membunuh Yesus. Apalagi ketika melihat sikap Yesus yang seakan-akan merendahkan dan melecehkan mereka. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat merasa harga diri mereka sirnah. Padahal sudah lama, berpuluh-puluh tahun nyaris tidak orang orang yang berani mengusik keberadaan mereka. Hal ini mendorong mereka berusaha dengan berbagai cara mencari kesalahan Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Kemarahan dan sakit hati bisa membutakan mata hati kita. Kita pun dapat melihat dan mendengar di televisi, radio, koran atau pesan lewat Handphone dimana orang-orang yang mata hatinya sudah dibutakan atau dipenuhi oleh kemarahan maupun sakit hati, sehingga mendorong mereka untuk sibuk mencari kesalahan sesamanya dalam segala hal. Ada orang-orang dari suatu agama yang berusaha menjelelek-jelekan atau mencari kesalahan agama lain. Partai yang satu berusaha mencari-cari kesalahan partai lain. Gereja yang satu mencari-cari kesalahan gereja yang lain. Tetangga yang satu berusaha mencari-cari kesalahan tetangga lain. Keluarga yang satu berusaha mencari-cari kesalahan anggota keluarga yang lain. Suami atau isteri mencari-cari kesalahan pasangannya sehingga aib atau kekurangan pasangan diketehui oleh orang banyak. Bahkan di tengah pandemi virus corona ini masih ada orang-orang yang sibuk atau gemar mencari-cari kesalahan pihak lain. Semua ini sesungguhnya merupakan sesuatu yang normal. Karena kita masih manusia biasa. Tetapi menjadi tidak baik dan tidak lagi normal jika hal itu dilakukan secara terus menerus atau disampaikan ke media sosial sehingga diketahui oleh banyak orang. Akibatnya sebuah masalah yang pada awalnya kecil bisa menjadi besar.

Saudara-saudari terkasih,
Kalau kita merenungkan, tindakan mencari-cari kesalahan orang lain tidak membawa manfaat apa-apa. Mungkin sesaat kita puas, tetapi kita bisa kehilangan salah satu teman, sahabat atau anggota keluarga. Mencari kesalahan orang berbeda dengan menegur orang yang berbuat salah. Menegur orang yang berbuat salah bertujuan baik, yakni membuat seseorang sadar dan berbalik ke jalan yang benar. Hal inilah yang dilakukan oleh Yesus meskipun para imam, ahli Taurat dan orang Farisi tidak menyukainya. Sementara para imam, ahli Taurat dan orang Farisi mencari kesalahan Yesus dengan tujuan untuk menjatuhkan dan merendahkan Yesus. Oleh karena itu, sebagai pengikut Yesus pilihan dan sikap kita sudah sangat jelas, yaitu meniru apa yang Yesus lakukan dengan menegur orang yang berbuat salah demi kebaikan orang itu dan tidak mencari kesalahan sesama kita. Sebab kita sendiri tidak luput dari kesalahan. Dan jikalau kita sibuk mencari kesalahan orang lain, kita lupa untuk memperbaiki segala kekurangan dan kelemahan kita yang mungkin saja lebih banyak dari orang lain. Selain itu, mencari kesalahan orang lain membuat kita tidak bisa melihat kebaikan dalam diri sesama kita.


REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha untuk melihat kebaikan dalam diri sesama atau kita hanya sebuk mencari kesalahan sesama kita?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau tidak menghendaki orang-orang yang sibuk mencari kesalahan sesamanya. Mohon ampun sebab pun sering mencari kesalahan sesama dan lupa memperbaiki kesalahan kami sendiri. Terangilah hati kami agar kami selalu menyadari diri sebagai orang berdosa.  Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.