Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENJADI SESAT

BC - 100164G | Rabu, 03 Juni 2020

Bacaan Hari ini:
2Tim.1:1-3,6-12
Mrk.12:18-27
(Pw.St.Kacolus Lwanga ,dkk)

Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga."                                                                                           
Markus 12:24-25

†  Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Orang-orang yang datang kepada Yesus tidak hanya mereka yang sakit tetapi juga orang yang mengalami pergumulan hidup dengan banyak pertanyaan. Dalam bacaan injil kemarih kita telah mendengar orang Farisi bertanya tentang kewajiban membayar pajak. Sedangkan dalam bacaan injil pada hari ini menampilkan perjumpaan Yesus dengan orang-orang Saduki yang tidak percaya akan adanya kebangkitan. Diceritakan bahwa : “Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun meninggal.                                                 

Saudara-saudari terkasih,
Orang-orang Saduki ingin tahu akhir dari drama pernikahan antara tujuh pria yang masih memiliki hubungan darah dengan seorang perempuan yang sama-sama telah menjadi isteri mereka.  Artinya satu perempuan diperisteri  oleh tujuh pria. Dan orang-orang Saduki yang sangat penasaran itu berkata dan bertanya kepada Yesus: “Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat. Dari jawaban Yesus kita ketahui bahwa orang-orang Saduki memiliki pandangan keliru tentang hidup setelah kematian.

Saudara-saudari terkasih,
Dalam bacaan injil pada hari ini, Yesus dua kali menyebut kata sesat. Pertama, diayat dua puluh empat, Tuhan Yesus mengatakan kamu sesat. Kedua, diayat dua puluh tujuh, Tuhan Yesus berkata kamu benar-benar sesat. Yang menarik pada ayat dua puluh empat, Yesus hanya berkata kamu sesat. Ini tingkatan sesatnya masih wajar atau normal. Sementara di ayat dua puluh tujuh Yesus berkata kamu benar-benar sesat. Artinya kesesatannya sudah sangat parah, sehingga sulit untuk diperbaiki. Kata sesat dalam kamus bahasa Indonesia memiliki beberapa arti. Pertama, sesat artinya salah jalan. Contoh, kalau kita pergi ke sebuah tempat atau daerah namun sesat atau salah jalan, maka resikonya kita terlambat atau bahkan tidak bisa sampai tujuan. Kita pun pernah mendengar cerita orang-orang yang tersesat di hutan, sehingga tidak bisa menemukan jalan pulang. Akibat yang paling buruk adalah orang itu bisa kehilangan nyawa karena binatang buas atau meninggal karena kelaparan dan kehausan. Dan bagi kita pengikut Yesus, dunia ini ibarat hutan yang sangat luas. Kita semua bisa tersesat atau salah jalan. Jika salah jalan, maka kita tidak bisa sampai ke rumah Bapa, kita tidak dapat menimkati hidup yang kekal. Ada orang yang tersesat dalam perjudian atau dosa dan terperangkap di dalamnya.

Saudara-saudari terkasih,
Makna sesat yang kedua adalah ajaran atau paham yang menyimpang dari kebenaran yang sesungguhnya. Dan hal inilah yang dialami oleh orang-orang Saduki yang tidak percaya akan adanya kebangkitan orang mati. Mereka tidak percaya akan adanya kebangkitan karena mereka tidak mengerti isi kitab suci dengan baik dan benar. Oleh karena itu, Tuhan Yesus berusaha meluruskan ajaran yang salah dengan mengatakan bahwa orang yang sudah bangkit tidak lagi memiliki hasrat untuk kawin atau dikawinkan seperti manusia yang masih hidup di dunia.  Dengan kata lain, ada perbedaan yang sangat bertolak belakang antara cara hidup manusia yang masih hidup dunia dengan cara hidup manusia yang sudah bangkit. Manusia yang masih hidup di dunia ini lebih banyak memikirkan dirinya sendiri dan berusaha memiliki banyak hal termasuk memiliki pasangan, anak dan harta benda. Maka tidak mengherankan jika manusia berlomba-lomba dalam banyak hal. Sampai ada orang yang rela menyebarkan berita hoax atau berita bohong demi mendapatkan kekayaan atau ketenaran. Sementara mereka yang sudah meninggal dan hidup bahagia tidak lagi memiliki hasrat atau pikiran duniawi.


REFLEKSI:
Apakah kita sudah berusaha untuk selalu berada di jalan dan paham yang benar atau kita masih percaya dengan hal-hal yang menyesatkan?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengecam orang-orang Saduki telah sesat karena tidak memahami isi Kitab Suci. Curahkanlah kuasa Roh Kudus-Mu supaya menerangi hati seluruh umat manusia yang telah dipengaruhi oleh hal-hal dunia yang menyesatkan dan membinasakan hidup manusia. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.