Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

HUKUM CINTA KASIH

BC - 100164P | Kamis, 04 Juni 2020

Bacaan Hari ini:
2Tim.2:8-15
Mrk.12:28b-34

Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu."
Markus 12:29-30

†  Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Dalam bacaan injil pada hari ini diceritakan bahwa seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Yesus berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan setelah itu tidak ada seorang pun lagi yang berani menanyakan sesuatu kepada Yesus."

Saudara-saudari terkasih,
Dalam injil Markus bab dua belas, Yesus sampai tiga kali mendapatkan ujian atau cobaan dari orang-orang Israel. Pertama, Tuhan Yesus berhadapan dengan beberapa orang Farisi dan orang Herodian untuk menanyakan pendapat Yesus tentang pembayaran pajak kepada kaisar. Apakah hal itu sebuah kewajiban bagi orang Yahudi atau tidak. Yesus pun menjawab dengan tepat bahwa manusia wajib membayar pajak kepada kaisar sekaligus persembahan kepada Allah. Kedua, Yesus berhadapan dengan orang-orang Farisi yang tidak percaya dengan adanya kebangkitan orang mati. Jawaban Yesus pun mampu membuat orang Saduki bungkam. Ketiga, seorang ahli Taurat yang hendak menguji Yesus tentang hukum yang paling utama seperti yang kita dengar dalam injil hari ini. Yesus pun kembali menjawab dengan lugas, jelas dan memukau. Yesus juga tidak segan-segan memuji orang Farisi yang mengajukan pertanyaan tersebut. Yesus menilai bahwa orang Farisi ini memiliki kebijaksanaan dalam menanggapi jawaban Tuhan Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Cinta atau kasih menjadi tema utama yang paling banyak diperbincangkan oleh umat manusia dari masa ke masa. Maka tidak mengherankan jikalau ada ratusan lagu, film, buku, puisi, surat, atau gambar yang bertema tentang cinta. Hal ini pula yang membedakan manusia dengan robot, komputer, handphone, pesawat dan benda-benda lain yanga ada di sekeliling kita. Manusia memang dapat menciptakan robot yang paling cangggih, tetapi robot itu tidak bisa memiliki cinta seperti yang ada dalam diri manusia. Secanggih dan sehebat apapun handphone, tetap tidak bisa memberikan cinta dan kasih sayang kepada manusia. Dengan kata lain, cinta dan kasih sayang hanya dapat dirasakan dan disalurkan dari manusia yang satu kepada manusia yang lain. Cinta itu juga hanya dapat tersalurkan antara manusia dengan Allah. Sebab antara manusia dengan Allah terjalin relasi dan ketergantungan yang mutlak. Dalam arti tertentu, manusia hanya bisa bahagia jikalau manusia mencintai Allah sebagai sumber cinta. Dan sejak manusia ada dalam kandungan, benih cinta Allah sudah tertanam.  Maka dapat dipastikan bahwa semua orang yang lahir sudah memiliki benih-benih cinta yang telah ditanamkan Allah dalam hati manusia. Cinta kasih itu yang memampukan manusia mencintai Allah dan sesama.

Saudara-saudari terkasih,
Hukum cinta kasih yang menjadi hukum paling utama dan menjadi inti pewartaan Yesus saat ini sedang berhadapan dengan hukum kekerasan yang merebak dimana-mana. Di negara-negara Timur Tengah seperti Suriah dan Irak terjadi perang dan pembantaian yang luar biasa. Ribuan anak-anak, kaum perempuan dan orang dewasa telah menjadi korban dari bom bunuh diri dan senjata api. Selain itu, menculnya kelompok-kelompok teroris yang memakai cara-cara kekerasan dalam melakukan aksinya. Demikian pula kekerasan-kekerasan yang terjadi di negara kita. Sering muncul tawuran antara kampung, tawuran antara pelajar, tawuran serta tindak kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok geng motor. Namun dalam keadaan dunia yang tidak bersahabat dan cenderung mengedepankan kekerasan dan main hakim sendiri, warta cinta kasih harus tetap digemakan. Bahkan ketika kekerasan semakin meningkat, kita semua pengikut Yesus terpanggil untuk menjadi yang terdepan dalam mengamalkan cinta kasih. Kita juga dapat mengemakan cinta kasih di tengah pandemi virus corona dengan berbagi makanan kepada yang membutuhkan serta menolong mereka yang kehilangan pekerjaan.


REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha melawan hukum kekerasan dengan hukum cinta kasih seperti yang Yesus lakukan dan ajarkan?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah mengajarkan dan mengamalkan hukum cinta kasih sebagai hukum yang paling utama dalam kehidupan. Curahkanlah Roh cinta Kasih-Mu kepada kami semua supaya kami umat-Mu mampu mengamalkan hukum cinta kasih itu dalam kehidupan kami sehari-hari. Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.