Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

JANGAN GELISAH HATIMU

BC - 10495G | Jumat, 30 April 2021

Bacaan Hari ini:
Kis.13:26-33
Yoh.14:1-6

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu..”
Yoh 14:1-2

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Hati yang gundah, jiwa yang gelisah, batin yang sedih, merupakan pengalaman manusiawi kita. Penyebab dari itu semuanya tentu saja beragam, tiap-tiap orang mempunyai pengalaman yang berbeda. Ada orang yang gelisah, karena tidak kunjung mendapat pekerjaan; yang lain gelisah karena penyakit orang yang dikasihinya tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera pulih dan menjadi sehat; orang tua yang gundah karena anak gadisnya tidak segera mendapat pasangan hidup, sedang umurnya sudah merambat menjelang 40, sementara dia sendiri mulai usur usianya; dan masih ada banyak lagi kegelisahan yang bisa kita amati atau yang justeru menjadi pengalaman kita masing-masing. Perikop hari ini, biasanya digunakan untuk bacaan saat ibadat peringatan arwah orang beriman. Tujuannya tentu saja untuk memberikan harapan dan peneguhan kepada saudara-saudarinya yang ditinggalkan untuk percaya pada Yesus Kristus sang Juruselamat yang diimaninya. Wejangan Yesus sebelum Ia diangkat ke sorga ini, bertujuan untuk kebaikan orang-orang yang percaya kepadaNya sebagai Anak Allah yang hidup; Dialah Juruselamat sejati yang akan memberikan tempat di dalam Kerajaan BapaNya yaitu sorga.

Saudara-saudari terkasih,
Tuhan ketika mengatakan hal ini, tentu tahu betul bahwa kita adalah manusia yang rapuh dan dipenuhi oleh rasa takut akan masa depan yang kita hadapi. Mungkin salah seorang dari saudaraku saat ini adalah “korban” bencana alam, entah itu banjir, entah itu tanah longsor, entah itu angin puting beliung, entah itu gempa bumi. Saya mungkin tidak bisa menggambarkan kekacauan hati dan pikiran saudara-saudariku, tapi saya bisa merasakan kalau saya menjadi salah seorang dari saudara. Rumah hilang, pakaian sisa di badan, makanan tunggu dari bantuan yang dibawa relawan, adalah kebingungan dan kegelisahan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, yang oleh reporter dikatakan lewat sepenggal tanya: “Apa yang bapak ibu butuhkan saat ini?” Sebetulnya jawabannya  jelas. Mereka butuh perhatian dan belaskasihan; mereka butuh tempat berlindung, mereka butuh makanan pengisi perut mereka, mereka butuh pakaian untuk melindungi badan mereka, anak-anak butuh susu dan seterusnya dan seterusnya. Pada saat seperti ini, apa yang bisa kita katakan sebagai penghiburan? Tidak ada. Mereka membutuhkan tindakan nyata. Mereka butuh aksi yang nyata.

Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus hari ini memberikan kepastian kepada orang-orang percaya yang gelisah, yaitu suatu tempat untuk mereka berlindung dan mengalami suatu rasa “bahagia”. Dia ingin kita tahu bahwa kepergiannya kepada Bapa adalah menyiapkan tempat yang diperuntukkan bagi kita. Yang dibutuhkan dari kita adalah “percaya” kepada firmanNya itu. Percaya kepada Dia dan percaya kepada Bapa yang telah mengutusNya. Tuhan Yesus memberikan jaminan keselamatan kepada kita yang percaya kepadaNya yaitu tempat kediaman bersamanya di sorga. Untuk apa kita hidup? Kalau pertanyaan itu ditujukan kepadamu, apa jawabanmu? Atau ada yang bertanya kepadamu : “Mana yang benar, “Hidup untuk makan atau makan untuk hidup?” Tentang pertanyaan “untuk apa kita hidup?”, jawaban setiap orang sangat bervariasi. Ada yang mengatakan “untuk memperoleh banyak harta”; yang lain lagi berkata “untuk bisa bersenang-senang dan jalan-jalan ke luar negeri”; beberapa orang menjawab “agar memiliki cukup sandang, pangan dan papan”; tetapi siapakah yang berkata “Agar aku kelak masuk sorga”? Pertanyaan kedua: Hidup untuk makan atau makan untuk hidup, mana yang dipilih, jawabannya seharusnya “makan untuk hidup”, sebab jika tidak hidup, orang tidak bisa mencari makan; tetapi kalau hidup untuk makan, maka dia tidak lebih baik dari seekor binatang. Mudah-mudahan saya tidak salah. Tetapi siapakah yang menjawab: Hidup untuk berguna bagi sesama supaya memperoleh sorga?

Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus sesungguhnya sedang mengingatkan kita, bahwa hidup yang kita jalani ini, bukanlah hidup yang mudah; hidup ini adalah “jalan salib” yang diwarnai oleh rasa takut, gentar dan gelisah. Tetapi barang siapa memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku, sabdaNya, ia akan beroleh hidup yang kekal. Salib kehidupan itu selalu bersama kita, jangan takut untuk menyambut dan memikulnya. Sendirian memikul mungkin terasa berat, tidak demikian jika kita menggotongnya bersama Yesus. Kita harus menyambut salib kehidupan ini dengan kegembiraan, bukan dengan kegelisahan; kita harus menyongsong salib Tuhan itu karena menaati kehendak Bapa dan bukan untuk memenuhi keinginan diri sendiri. Percaya kepada Yesus berarti taat kepada sabdaNya dan setia melaksanakan kehendak BapaNya. Kepada orang-orang beriman yang seperti inilah Tuhan Yesus menyediakan tempat di rumah BapaNya. Maka kalau dalam ibadat sabda memperingati arwah orang beriman dibacakan sabda yang kita dengar hari ini, itu sungguh memberikan peneguhan iman bagi saudaranya yang ditinggalkan. Sebab mereka telah mati dan dibaptis bersama Kristus, maka mereka akan hidup dan memerintah juga bersama Kristus. Jadi tidak ada alasan lagi untuk gelisah; yang diperlukan adalah memupuk iman kepada Tuhan Yesus yang telah mengalahkan maut dan bangkit serta naik ke sorga. Kita juga akan ke rumah Bapa.


REFLEKSI:
Apakah aku percaya akan Tuhan Yesus Kristus yang peduli akan nasib kita kelak?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, Tuhan Yesus kembali kepadaMu untuk menyiapkan kediaman bagi kami yang percaya kepadaNya. Tambahkanlah iman kami, jangan membuat kami gelisah; buatlah kami gembira mengikuti jalan salibNya. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.