Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

PERCAYALAH KEPADAKU

BC - 10497L | Sabtu, 01 Mei 2021

Bacaan Hari ini:
Kis.13:44-52
Yoh.14:7-14

Yesus berkata: “Percayalah kepadaKu, bahwa Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”
Yohanes 14: 11

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Setelah Yesus membasuh kaki murid-muridNya, Ia memberikan beberapa pesan kepada mereka: “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah meihat Dia”. Kata Filipus : “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaanNya. Percayalah kepadaKu, bahwa Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”

Saudara-saudari terkasih.
Bilamana kita adalah orang asing yang baru berkenalan dengan Yesus pada zaman itu, bagaimanakah sikap kita kepada Yesus? Mungkin seperti kebanyakan orang, kita akan merasa takjub dengan pekerjaan-pekerjaan luar biasa yang dilakukanNya, lalu tergugah untuk mendekati dan mengenalNya lebih dekat. Meski pun begitu, kita belum tentu langsung percaya pada semua perkataanNya, apalagi pernyataan Yesus bahwa Dia dan Allah Bapa adalah satu. Demikian jugalah yang dialami para muridNya. Yesus meminta mereka percaya kepadaNya, atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Yesus berkata: “Barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya.”      

Saudara-saudari terkasih.
Adalah seorang ibu yang menderita sakit kanker rahim. Ia berdoa memohon kesembuhan dari Tuhan Yesus. Meskipun begitu, sakitnya tidak sembuh-sembuh, bahkan semakin parah. Hati ibu itu seperti terbelah dua. Di satu sisi, ia sangat berharap untuk sembuh, dan menaruh pengharapan akan kesembuhannya itu datang dari Tuhan Yesus. Namun di sisi lain, ia ragu, karena doanya tak kunjung dikabulkan, bahkan kenyataannya malah cenderung menjadi kebalikan dari harapannya. Dalam kondisi iman terbelah dua tersebut, bagaimanakah ia dapat percaya penuh kepada Yesus? Apalagi percaya kepada pekerjaan-pekerjaan Yesus, karena ia sudah meminta kesembuhan secara terus terang dan berulang-ulang, namun hasilnya malah kebalikannya. Kita manusia sering kali mengharapkan sesuatu yang tidak ada di depan mata. Kita juga cenderung ingin harapan kita segera menjadi kenyataan. Saat menunggu lama, dan berkat yang diharapkan tak kunjung datang, kita mulai tidak tahan. Ada dorongan yang kuat untuk meninggalkan harapan tersebut, berpaling ke yang lain, atau pun mencari jalan pintas untuk sesegera mungkin mendapatkannya.                  

Saudara-saudari terkasih.
Yesus meminta kita untuk percaya kepadaNya, atau setidaknya pada pekerjaan-pekerjaan yang dilakukanNya, yang tidak mungkin dikerjakan dengan kekuatan manusia pada umumnya, dan merupakan buah dari kuasa luhur Allah Bapa. Yesus juga menyatakan bahwa kita pun dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti Dia, yaitu mengerjakan sesuatu bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan kuasa luhur Allah. Ini berarti, kita juga dapat menyembuhkan orang sakit, termasuk penyakit kita sendiri, asalkan kita menggunakan kuasa luhur dari Allah. Bagaimana caranya? Yesus berkata: “Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya.” Yesus adalah pribadi yang melepaskan ego dan kehendak sendiri, karena kehendak Allah Bapalah yang ingin Ia wujudkan. Kalau kita percaya kepadaNya, maka kita pertama-tama perlu melepaskan harapan kita sendiri, dan terbuka menerima apa pun kehendak Allah Bapa. Demikianlah permintaan kita dalam nama Yesus.                    


REFLEKSI:
Maukah saya melepaskan keinginan sendiri dan terbuka menerima kehendak Allah?    

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus, terima kasih, atas FirmanMu hari ini. Dalam kehidupan sehari-hari, kami sering kali terpaku pada keinginan sendiri. Kami frustrasi saat kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Kami ketakutan dan gelap hati bertindak mengikuti dorongan nafsu pribadi. Ampunilah kami dan lepaskanlah kami dari kelekatan itu serta berserah kepadaMu. Amin.