Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

BERBUAH BANYAK

BC - 10498L | Minggu, 02 Mei 2021

Bacaan Hari ini:
Kis.9:26-31
1 Yoh.3:18-24
Yoh.15:1-8
( HR Mgg Paskah V )

Yesus berkata: “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu.”          
Yohanes 15: 7 - 8

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Yesus berkata: “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api, lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

Saudara-saudari terkasih.
Saat kita berdoa, kita sering kali langsung meminta sesuatu di dalam nama Yesus. Kita acap kali lupa memperhatikan prasyarat yang dipesankan oleh Yesus sebelum kita meminta sesuatu di dalam namaNya. Yesus berkata:  “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Ini berarti, hal pertama dan utama yang perlu kita lakukan bukanlah meminta sesuatu di dalam namaNya. Kita perlu tinggal di dalam Yesus agar firman Yesus juga tinggal di dalam kita. Bagaimanakah caranya? Ibarat anak yang tinggal bersama orang tua di dalam satu rumah, demikian jugalah kita tinggal bersama Yesus di dalam diri kita. Diri kita adalah bait Allah bila kita berserah kepadaNya dan membiarkan kuasa Allah saja yang boleh menggerakkan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari kita ini.                                                   

Saudara-saudari terkasih.
Kita sudah mendengar bahwa kita perlu melepaskan ego dan keinginan sendiri agar kehendak Bapa atas diri kita sajalah yang menjadi pusat perhatian, harapan, dan tujuan di dalam hidup kita. Saat kita merasa tegang dalam situasi hidup sehari-hari, itu adalah tanda bahwa kita sedang berusaha mewujudkan hasrat kita sendiri. Meskipun kebaikan yang ingin kita wujudkan, tetap saja kebaikan itu adalah ego kita sendiri. Adalah seorang awam yang berkaul untuk tidak menikah dan membaktikan hidupnya untuk mendidik anak-anak cacat. Awam ini dikenal oleh lingkungan sekitarnya sebagai orang yang sangat baik. Pada suatu hari, orang tua yang tinggal bersamanya terkena covid. Setelah dirawat di rumah sakit beberapa hari, kedua orang tuanya meninggal pada hari yang bersamaan. Sebagai anak sulung, ia merasa ingin turut hadir juga saat menguburkan kedua orang tuanya yang dimakamkan sesuai protokol kesehatan. Hanya saja, ia pun ternyata terdeteksi positif covid dan sedang isolasi mandiri di rumah. Namun rasa tanggung jawab dan cintanya kepada orang tua sangat kuat. Maka ia pun hadir dalam pemakaman kedua orang tuanya dan mengabaikan risiko ia membawa penularan kepada yang  hadir dalam acara pemakaman tersebut.

Saudara-saudari terkasih.
Atas nama kebaikan dan kebenaran, kita sering kali terburu-buru bertindak. Kita acap kali lupa bertanya kepada Allah yang bersemayam di hati nurani kita, apakah dorongan baik dan benar yang mendesak kita ini berasal dari kuasa Allah, ataukah itu merupakan libido adorandi, alias hasrat kita sendiri akan kebaikan dan kebenaran? Oleh karena itulah nasihat bijak menyatakan agar kita perlu diam sejenak sebelum bertindak. Diam sejenak akan meredakan gelora semangat yang mendorong kita bertindak untuk mewujudkan keinginan kita sendiri. Setelah reda, diamlah masih untuk sejenak lagi, agar gelora semangat mengalir tenang. Ruang batin kita ibarat lautan tenang dan bukan deburan ombak besar apalagi gelombang badai. Dalam ruang batin yang tenang, kita akan menyadari kehendak Allah Bapa yang dibisikanNya melalui hati kecil kita. Bertindak tenang mengikuti bisikan hati nurani ini akan berbuah banyak.       


REFLEKSI:
Maukah saya diam sejenak dan menenangkan hati dan pikiran kita?    

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus, ibarat lautan, ruang batin kami masih penuh deburan ombak, bahkan gelombang badai, sehingga berisik dan bisikanMu terabaikan. Kami masih bertindak mengikuti gelora semangat untuk mewujudkan keinginan kami sendiri. Tuntunlah kami untuk diam, sehingga semua debur ombak pecah dan menjadi aliran air yang menyuarakan kehendakMu. Amin.