Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENGENAL BAPA

BC - 10498L | Senin, 03 Mei 2021

Bacaan Hari ini:
1 Kor. 15:1-8
Yoh.14:6-14
( Ps St. Filipus dan Yakobus, Ras )

Filipus berkata: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, itu sudah cukup.” Jawab Yesus: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Yohanes 14: 8 – 9

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah meihat Dia”. Kata Filipus: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Jawab Yesus: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaanNya. Percayalah pada Ku, bahwa Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku; atau setidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”

Saudara-saudari terkasih.
Hari ini adalah hari raya Santo Filipus. Teladan Santo Filipus adalah ia murid Yesus. Hidupnya ia isi dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus, yaitu melepaskan ego dan keinginan sendiri, serta menyapu ruang batin setiap hari agar bersih dan terang melihat kehendak Bapa untuk ia wujudkan. Namun, hidupnya bukan berarti bersih dari kesalahan. Sebagai manusia biasa, ia juga digerakkan oleh dorongan hawa nafsu pribadi. Sebagaimana ketika Yesus berkata bahwa Ia adalah jalan kebenaran dan hidup untuk menuju Allah Bapa, ia terburu-buru menanggapi perkataan Yesus itu dengan meminta Yesus menunjukkan Bapa kepada mereka. Sekilas, tanggapannya ini terlihat baik dan benar, yakni bahwa hal utama dan satu-satunya yang ia harapkan hanyalah Allah Bapa saja. Namun di sisi lain, Yesus menangkap ketidaktahuannya dan ketidak percayaannya kepada Bapa yang menya takankuasaNyamelaluihidupYesus.

Saudara-saudari terkasih.
Dalam hidup sehari-hari, kita sering kali kurang sadar dan terburu-buru bertindak mengikuti keyakinan sendiri, seperti saat Santo Filipus menanggapi pernyataan Yesus dalam Firman hari ini. Sejak remaja, kita mulai bertanya-tanya apa tujuan hidup kita, entah itu dalam pekerjaan, nilai-nilai luhur, pasangan hidup, dan lain sebagainya. Pada saat kita mempertanyakan apa yang sebaiknya kita putuskan dan kita lakukan, jawaban solutif tampaknya tidak ada di depan mata. Keadaan kita ini sama seperti Santo Filipus yang tidak melihat keberadaan Bapa di dalam kehadiran Yesus yang ada di hadapannya. Sering kali, jawaban solutif atas pertanyaan-pertanyaan hidup sesungguhnya sudah ada di depan mata kita, namun kita tidak mempercayainya sebagai jalan kebenaran. Bagaimana caranya agar kita dapat terbangun dari ketidaksadaran ini? Nasihat bijak menyatakan agar kita sadar bahwa kita sedang tidak sadar, sehingga ketidaksadaran berhenti dan beralih menjadi kesadaran. Baiklah kita diam sejenak, menerima kebimbangan kita, bukan terburu-buru ingin mencari jawaban sendiri.      

Saudara-saudari terkasih.
Saat diam sejenak, kita dapat melihat gerak-gerik pikiran dan perasaan kita secara lebih jelas. Saat kita lanjut diam sejenak, kita turut menyaksikan bagaimana gerak-gerik pikiran dan perasaan kita tadi reda dan pelan-pelan ikutan diam. Dalam diam itu, cakrawala batin kita tidak lagi terhalang oleh tembok-tembok pikiran dan emosi. Cakrawala batin yang lapang dan luas membantu kita menyadari jawaban solutif yang disediakan oleh Bapa untuk kita lakukan. Yesus berkata: “Barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya.” Meminta sesuatu dalam nama Yesus artinya memohon rahmat untuk dapat menyadari dan berpusat pada kehendak Bapa, mengikuti kehendak Bapa dengan penuh minat, kuat menanggung derita, akibat kita mengikuti kehendak Bapa, tanpa menyalahkan sesama.                                    


REFLEKSI:
Apakah saya bertahan diam sampai batin tenang dan terang?     

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus, terima kasih, atas FirmanMu pada hari ini. Kami akui bahwa setiap hari kami acap kali kurang sadar dan terburu-buru bertindak mengikuti keyakinan kami sendiri. Berilah kami rahmat untuk percaya dan melakukan pekerjaanMu seumur hidup kami. Ajarilah kami untuk tidak langsung mengikuti dorongan, tapi  diam sampai batin kami tenang. Amin.