Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

IMAN YANG SEJATI

BC - 10955G | Rabu, 03 Agustus 2022

Bacaan Hari ini:
Yer.31:1-7
Yer.31:10,11-12ab,13
Mat.15:21-28

“Tuhan Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
Matius 15:25-27

 Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Kutipan Injil di atas adalah cuplikan percakapan Yesus dengan seorang perempuan dari Kanaan. Saya sempat berhenti sejenak, terkejut dan terhenjak, ketika mendengarkan atau membaca bagian perikop Injil ini. Suatu gambaran yang ditulis oleh Matius, yang menulis Injilnya untuk orang-orang Kristen eks pemeluk agama Yahudi. Orang Kanaan dalam pandangan orang Yahudi tidak dianggap sebagai umat pilihan. Namun wanita Kanaan itu datang kepada Yesus dan berkata: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Katanya lagi: “Tuhan, tolonglah aku.” Namun jawaban Tuhan Yesus terlebih lagi hendak menegaskan “sikap” tersebut, namun Tuhan Yesus tidak memastikan, melainkan “mempersoalkannya”. Orang yang dianggap tidak layak itu dengan sangat sabar dan rendah hati merespons pandangan tersebut dengan berkata: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Menyikapi jawaban ini Tuhan berkata: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki!

Saudara-saudari terkasih,
Ini merupakan sebuah pendidikan iman atau sebuah katekese untuk umat perdana pada waktu itu, yang secara khusus digabungkan kepada para pengikut Yesus yang setia, yang berasal dari akar yang sejati, yaitu dari keturunan bangsa Israel, bangsa Yahudi. Betul mereka mendapat tempat yang diutamakan dalam kelompok orang-orang yang percaya, namun “keistimewaan” itu tidak serta merta boleh menutup hati dan pikiran mereka terhadap orang-orang yang bukan termasuk “umat pilihan”, yaitu mereka yang percaya kepada Yesus yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Perempuan Kanaan adalah contohnya. Penginjil mau mengatakan kepada orang-orang Kristen awal, yang berasal dari kalangan Yahudi, bahwa di luar mereka masih ada banyak orang yang menaruh harapan pada Yesus dan menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka. Wanita itu berkata: Tuhan, tolonglah aku! Mereka juga menerima Yesus sebagai Tuhan; sekalipun mereka tidak digariskan sebagai pewaris langsung karya keselamatan Tuhan melalui bangsa Yahudi, mereka juga diakui dan dipuji oleh Tuhan Yesus, karena iman sejati mereka yang tidak boleh disepelehkan.

Saudara-saudari terkasih,
Inilah sebuah teguran yang ditujukan kepada orang-orang Kristen perdana yang berasal dari akar sejati yaitu orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihan Yahweh. Mereka diingatkan oleh Tuhan Yesus, bahwa Dia datang tidak hanya untuk bangsa Israel, melainkan juga kepada semua orang yang akan percaya kepadaNya dan menerima Dia sebagai Juruselamat mereka, karena pewartaan para rasul. Tuhan Yesus sendiri berfirman: “Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” (Yohanes 10:16). Orang-orang Kristen diingatkan untuk tidak memiliki “rahmat keselamatan” yang dari Allah untuk kelompoknya saja, sebab pemikiran seperti itu sudah kuno, sudah usang dan tidak sesuai dengan maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini. Santo Lukas dalam Injilnya menulis dengan jelas apa yang dikatakan oleh malaikat kepada para gembala di padang saat Yesus dilahirkan: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu, Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” Lukaslah yang mencoba sejak awal membuka cakrawala misi kelahiran Yesus; Dia datang untuk segala bangsa.

Saudara-saudari terkasih,
Ada beberapa pesan yang dapat kita petik dari pewartaan liturgi gereja pada hari ini melalui Injil ini. Pertama, kita sebagai orang Kristen, memang patut berbangga dan bahagia karena telah dibaptis dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat; namun kita diingatkan juga untuk menjadi saksi tentang apa yang sudah kita miliki sebagai anugerah, yaitu iman kepada Yesus. Kedua, kita juga harus merasa bahagia, kalau semakin banyak orang datang kepada Yesus dan percaya kepadaNya sebagai Juruselamatnya. Mereka itu boleh jadi orang-orang - seperti orang Kanaan - yang tidak termasuk “umat pilihan”, namun oleh kesaksian hidup kita dan pewartaan gereja menjadi percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka. Kita harus membantu mereka untuk berjumpa dengan Yesus yang “menguji” kesungguhan hati mereka untuk menjadi “anak-anak” Tuhan. Mereka itu adalah orang-orang di sekitar kita yang atas kemauannya sendiri, bermaksud untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Tugas kita adalah membantu mereka, membimbing mereka, sehingga mereka akhirnya hanya berharap kepada Yesus sebagai Allah dan Tuhannya. Tugas kita adalah memberi mereka peluang untuk bertemu dengan Yesus, jangan kita malah menjadi batu sandungan, penghambat atau penghalang bagi mereka.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah menghayati imanku, sehingga orang dapat melihat kehadiran Yesus? Apakah aku sudah menjadi berkat bagi  yang belum percaya pada Yesus?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, terimakasih telah mengingatkan kami untuk tidak berpuasa diri menjadi orang Kristen. Bantulah kami untuk membawa semakin banyak orang untuk datang kepada Yesus. Sebab Dialah  Kristus, Tuhan dan pengantara kami, Amin.