Bacaan Hari ini:
Tb.3:1-11a,13,16-17
Nrk.12:18-274
Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga."
Markus 12:24-25
Saudara-saudari terkasih,
Orang-orang Saduki ingin mengetahui akhir dari sebuah drama pernikahan antara tujuh orang pria yang masih memiliki hubungan darah dengan seorang perempuan yang sama-sama telah menjadi isteri mereka. Artinya satu orang perempuan diperisteri oleh tujuh orang pria. Dan orang-orang Saduki yang sangat penasaran itu berkata dan bertanya kepada Yesus, kata-Nya: “Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat.
Saudara-saudari terkasih,
Dalam bacaan injil pada hari ini, Yesus dua kali menyebut kata sesat. Pertama, diayat dua puluh empat, Tuhan Yesus mengatakan kamu sesat. Kedua, diayat dua puluh tujuh, Tuhan Yesus berkata kamu benar-benar sesat. Yang menarik pada ayat dua puluh empat, Yesus hanya berkata kamu sesat. Ini tingkatan sesatnya masih wajar atau normal. Sementara di ayat dua puluh tujuh Yesus berkata kamu benar-benar sesat. Artinya kesesatannya sudah sangat parah, sehingga sulit untuk diperbaiki. Kata sesat dalam kamus bahasa Indonesia memiliki beberapa arti. Pertama, sesat artinya salah jalan. Contoh, kalau kita pergi ke sebuah tempat atau daerah namun sesat atau salah jalan, maka resikonya kita terlambat atau bahkan tidak bisa sampai tujuan. Kita pun pernah mendengar cerita orang-orang yang tersesat di hutan, sehingga tidak bisa menemukan jalan pulang. Akibat yang paling buruk adalah orang itu bisa kehilangan nyawa karena binatang buas atau meninggal karena kelaparan dan kehausan. Dan bagi kita pengikut Yesus, dunia ini ibarat hutan yang sangat luas. Kita semua bisa tersesat atau salah jalan. Jika salah jalan, maka kita tidak bisa sampai ke rumah Bapa, kita tidak dapat menikmati hidup yang kekal.
Saudara-saudari terkasih,
Makna sesat yang kedua adalah ajaran atau paham yang menyimpang dari kebenaran yang sesungguhnya. Dan hal inilah yang dialami oleh orang-orang Saduki yang tidak percaya akan adanya kebangkitan orang mati. Oleh karena itu, Tuhan Yesus berusaha meluruskan ajaran yang salah dengan mengatakan bahwa orang yang sudah bangkit tidak lagi memiliki hasrat untuk kawin atau dikawinkan seperti manusia yang masih hidup di dunia. Dengan kata lain, ada perbedaan yang sangat bertolak belakang antara cara hidup manusia di dunia dengan cara hidup manusia yang sudah bangkit. Manusia yang masih hidup di dunia ini lebih banyak memikirkan dirinya sendiri dan berusaha memiliki banyak hal termasuk memiliki pasangan, anak dan harta benda. Maka tidak mengherankan jika manusia berlomba-lomba dalam banyak hal. Sampai ada orang yang rela menyebarkan berita hoax atau berita bohong demi mendapatkan kekayaan atau ketenaran. Sementara mereka yang sudah meninggal dan hidup bahagia tidak lagi memiliki hasrat atau pikiran duniawi.
REFLEKSI:
Apakah kita sudah berusaha untuk selalu berada di jalan dan paham yang benar atau kita masih percaya dengan hal-hal yang menyesatkan?
MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengecam orang-orang Saduki telah sesat karena tidak memahami isi Kitab Suci. Curahkanlah kuasa Roh Kudus-Mu supaya menerangi hati seluruh umat manusia yang telah dipengaruhi oleh hal-hal dunia yang menyesatkan dan membinasakan hidup manusia. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.