Bacaan Hari ini:
Yes.50:4-7
Mzm.22:8-9,17-18a,19-20,23-24
Flp.2:6-11
Mat.26:14 - 27:66
( HR Minggu Palm )
“Dan ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan berkata siapakah orang ini. “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea. Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan.”
Matius 21:10-11 & Matius 27:22
Saudara-saudari terkasih,
Dalam perumpamaan tentang seorang penabur, kita tahu bahwa ada benih yang ditaburkan di tengah semak berduri, benih itu tumbuh tapi karena terhimpit oleh semak berduri atau pengaruhi kepentingan keduniaan, benih itu segera layu dan mati. Mereka senang menyambut kabar gembira Tuhan, tetapi karena kekuatiran akan kebutuhan keduniawian, mereka meninggalkan firman yang ditaburkan. Kita dapat melihat “dramatisasi” Yesus memasuki kota Yerusalem dengan menunggangi keledai atau kuda, seperti di paroki-paroki di daerah Nusa Tenggara Timur, tetapi pada bacaan Injil di dalam Ekaristi, dramatisasi selanjutnya mereka menolak Yesus, Salibkanlah Dia! (3x)
Saudara-saudari terkasih,
Pada hari ini saya ingin menarik perhatian kita semua akan fenomena yang sama: bahwa ada orang kristiani yang meninggalkan imannya; mereka yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, bukan saja beralih keyakinan, tetapi mereka juga menebar fitnah dan kebohongan bahwa selama ini mereka tidak bertumbuh dalam hidup rohaninya; mereka tidak mendapatkan kebahagiaan, kekayaan dan harta. Bahkan demi “yang katanya cinta” kepada seorang wanita yang cantik atau lelaki yang tajir melintir, saudara kita ini memutuskan “berhenti dan pensiun” untuk mengagumi Yesus dan mengandalkan Dia sebagai “Jalan dan Kebenaran dan Kehidupan”. Ada orang yang berkata: Itu kan haknya dia untuk berpindah keyakinan, bukan? Pendapatmu bagaimana? Saya mengenal seorang teman yang memiliki anak lelaki yang bukan saja ganteng, tapi juga aktivis di gereja. Lalu saya mendengar dari tetangga, kalau Mr X ini telah menikah dengan seorang wanita yang beda keyakinan, dan demi wanita itu ia meninggalkan Yesus yang selama ini dilayaninya. Orangtuanya marah dan kecewa, tetapi Mr X tetap dengan pilihannya. Apakah kita juga setuju dengan orang yang mengatakan: Dia kan sudah besar, biarkan dia membuat pilihannya sendiri!? Fakta di lapangan seperti ini masih terjadi di lingkungan gereja kita, namun kita patut prihatin dan menyayangkannya, bukan?
Saudara-saudari terkasih,
Pada hari istimewa ini, yaitu satu-satunya hari dalam liturgy gereja katolik ada dua bancaan Injil yang sangat kontradiktif pesannya; juga ada dua ungkapan yang bernada proklamatif, tetapi juga ada yang bernuansa provokatif; di awal perayaan kita berseru: Terpujilah yang datang dalam nama Tuhan, tetapi kemudian kita mendengar teriak kebencian kepada “Yesus yang sama” katanya: “Salibkanlah Dia!” Inilah momentum yang sangat khusus bagi kita yang telah percaya dan menerima Tuhan Yesus yang adalah Juruselamat kita. Kita sedang diingatkan untuk teguh berdiri dan kuat bertahan memegang iman kita dan mengandalkan Yesus sebagai Jalan dan Kebenaran dan Hidup kita. Apapun yang terjadi, kita harus siap menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus. Berbahagialah mereka yang tidak kecewa dan menolak Aku, firman Tuhan. Marilah kita taat dan setia pada Yesus, sebab Dia telah setia kepada kehendak BapaNya.
REFLEKSI:
Apakah aku akan berpegang teguh pada Yesus dan mengikuti Dia seumur hidupku?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, terimakasih untuk pendidikan iman yang diwartakan oleh Gereja untuk kami pada hari ini Bantulah dan kuatkanlah kami untuk setia kepada PuteraMu yang datang atas kehendakMu. Dialah Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.