Bacaan Hari ini:
Yes.42:1-7
Mzm.27:1.2.3.13-14
Yoh.12:1-11
Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
Yohanes 12:10-11
Saudara-saudari terkasih,
Peristiwa Yesus membangkitkan Lazarus menjadi magnet yang dapat mendatangkan banyak orang. Penginjil Yohanes mencatat: Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang, bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkanNya dari antara orang mati. Berbanding terbalik dengan orang-orang banyak itu, para pemuka agama Yahudi, yaitu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, mereka merasa terancam, sebab mereka mulai merasa kehilangan pengaruh; sekarang orang banyak itu lebih percaya kepada Yesus dan datang kepadaNya. Mereka merencanakan untuk membunuh Yesus tetapi Lazarus juga harus mati, sebab dia menjadi sumber yang membuat banyak orang mulai dan terus mengagumi Yesus serta percaya kepadaNya.
Saudara-saudari terkasih,
Apakah kita pernah mendengar petuah atau nasihat atau kotbah yang mengatakan bahwa kita harus bergembira dengan saudara kita yang sedang bergembira dan turut berdukacita dengan saudara kita yang sedang berdukacita. Beberapa waktu yang lalu di layar-layar TV kita membaca slogan “duka bersama Aceh dan Sumatera” atau “Doa untuk korban Cisarua, Bandung Barat”. Tetapi kita juga melihat ucapan bahagia bersama mereka yang baru saja melaksanakan pernikahan atau kelahiran seorang putera yang dialami para tetangga kita, betul? Rasa-rasanya sulit dimengerti apa yang menjadi sikap orang-orang yang “tidak merasa bahagia” karena mukjizat pembangkitan Lazarus oleh Tuhan Yesus. Catatan yang terjadi dua ribuan tahun yang sudah berlalu ini, membuat saya berpikir: Koq ya ada manusia-manusia yang berperilakukan seperti itu. Saya tidak sedang berpolitik, tetapi kita bisa melihat, membaca dan menonton “kekacauan” yang terjadi berlarut-larut tentang “Kasus Ijazah” yang dipersoalkan. Diduga ijazah Presiden ke 7 palsu; polemik terjadi, tapi orang-orang ini tidak melihat apa yang sudah dikerjakan oleh eks presiden kita itu. Sampai hari ini ada saja orang-orang yang tidak bisa menerima bahwa ada orang baik yang selalu disalah-mengerti dan dicurigai niat baiknya.
Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus sudah melakukan pekerjaan-pekerjan yang mendatangkan kebaikan untuk banyak orang sejak penampilanNya di hadapan orang banyak, salah satunya Ia membangkitkan Lazarus yang sudah mati selama 4 hari. Yesus menyembuhkan orang sakit, dikatakan pelanggar hukum Sabat. Dengan banyak cara para pemuka agama Yahudi itu berusaha mencari kelemahan dan kesalahan Yesus, tetapi mereka selalu gagal. Kisah kebangkitan Lazarus yang telah menyita perhatian banyak orang ini, membuat mereka semakin membenci Yesus dan berusaha untuk membunuh Yesus. Kita sudah berada di masa pekan suci dan merenungkan penderitaan Yesus. Hal yang harus kita ingat: bahwa tetaplah berbuat kebaikan untuk orang-orang di sekitar kita seperti yang dilakukan Yesus. Terkadang “dalih kristenisasi” dijadikan alasan menolak dan membenci kita. Jangan berhenti melakukan kebaikan, sebab Yesus sudah memberi kita contohnya.
REFLEKSI:
Apakah aku tetap berusaha melakukan kebaikan sekalipun aku dibenci dan ditolak?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami prihatin bahwa masih ada orang yang tidak bisa menerima kalau kami melakukan kebaikan dan peduli pada penderitaan sesama. Mampukanlah kami setia mencintai seperti PuteraMu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.