Bacaan Hari ini:
Yes.49:1-5
Mzm.71:13-4a.5-6ab. 15.17
Yoh.13:21-38,36-38
( Hr selasa dalam Pekan Suci )
“Yesus sangat terharu lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Kata Petrus: Aku akan memberikan nyawaku bagiMu.” Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
Yohanes 13:21.37-38
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Pada hari Selasa dalam pekan suci ini, gereja kudus menampilkan dua sosok murid Yesus yang memiliki karakter yang sangat “berbeda” dari sepuluh rasul yang lain. Mereka itu adalah Yudas Iskariot dan Simon yang disebut Petrus. Di awal perikop ini gereja menghadirkan apa yang dirasakan oleh Tuhan Yesus; Ia sedih dan bisa jadi kecewa, sebab sepertinya “pendidikan” yang diajarkan kepada ke 12 muridNya itu tidak semuanya berjalan mulus. Seorang dari antara mereka “berkianat” padaNya dan akan menyerahkan DiriNya kepada para pembenci Yesus. Orang itu adalah Yudas Iskariot. Di akhir perikop yang diwartakan gereja pada hari ini, gereja menampilkan sosok kuat dan temperamental yaitu Simon Petrus; ia mau tampil terdepan dan akan membela Gurunya, bahkan ia siap menyerahkan nyawanya demi membela Yesus.
Saudara-saudari terkasih,
Tentang Yudas Iskariot itu Tuhan Yesus berkata: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti setelah AKu mencelupkannya.” Ia mengambil roti dan memberikannya kepada Yudas Iskariot dan kataNya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera!” Para murid yang lain tidak mengerti maksud perkataan Yesus, kecuali bahwa Yudas akan pergi berbelanja untuk keperluan perjamuan, atau memberi santunan untuk orang miskin. Yohanes memberi catatan, setelah Yudas pergi, hari sudah malam. Yudas masuk dalam kegelapan dosa pengkianatan yang akan dikerjakannya. Tentang Petrus yang siap membela diriNya, Yesus berkata: “Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangka.
Saudara-saudari terkasih,
Marilah kita sejenak masuk lebih dalam, untuk merenungkan apa yang diwartakan oleh gereja kudus pada hari ini. Apa yang dilakukan oleh Yudas Iskariot, yang telah mengikuti Yesus dan dipercaya sebagai bendahara, sedikit banyak menggambarkan, apa yang sudah kita renungkan dalam perayaan pada hari Minggu Palma. Pada hari Minggu Palma itu, kita menemukan orang-orang yang mengikuti Yesus memuji dan menyanjung Yesus dan mengagungkannya sebagai Anak Allah ketika Ia memasuki kota Yerusalem. Tetapi orang yang sama, beberapa hari kemudian melawan Yesus, dan berpihak pada para pembenci Yesus, mereka berteriak-teriak: Salibkanlah Dia, salibkanlah Dia, salibknlah Dia! Itulah juga watak Yudas yang sudah mengalami Yesus dan menjadi muridNya, tetapi segera berbalik melawan Yesus, demi “uang dan mammon” yang ditawarkan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Injil yang ditulis setelah Yesus bangkit dari wafat memberi catatan tentang murid ini adalah: Yudas Iskariot yang mengkianati Dia (Markus 3:19) Tentang Petrus, penulis Injil menguraikan bahwa Petrus bukanlah orang sekuat “omongannya” mau membela GuruNya dengan menyerahkan nyawanya. Ketika orang mengatakan dia adalah salah seorang dari murid Yesus, Petrus menyangkal “mengenal” Yesus yang katanya mau dibelanya. Sebanyak tiga kali Petrus menyangkal Yesus, karena ingin selamat, karena ia takut dan akan ditangkap seperti Yesus Gurunya.
Saudara-saudari terkasih,Inilah tantangan yang sedang dibentangkan ke hadapan kita pada hari ini. Sudah sekian lama kita menjadi pengikut Tuhan Yesus dan percaya serta menerima Dia sebagai Juruselamat kita. Apakah kita akan setia kepada Yesus dan mengikuti Dia dalam jalan salib yang ditunjukkannya? Tuhan Yesus berkata: barangsiapa mau mengikuti Aku, ia harius menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku. Bukan mengkianati Dia seperti Yudas Iskariot; atau memikirkan dan mengusahakan keselamatan untuk dirinya seperti Petrus, yang bahkan tidak takut dan malu menyangkal bahwa dirinya mengenal Yesus. Orang-orang Kristen seperti Yudas rela meningalkan imannya untuk tawaran dunia, kenikmatan hedonisme dan jaminan hidup oleh uang dan harta. Tetapi ada juga orang seperti Petrus yang takut mati karena imannya. Seharusnya kita tidak gentar dan siap menjadi martir untuk mengakui iman kita kepada Yesus. SabdaNya: Barangsiapa kehilangan nyawaNya karena Injil dan Aku, ia akan mendapatkan nyawanya kembali.
REFLEKSI:
Apakah aku akan setia kepada Yesus sekalipun harus menderita dan dibenci?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, bebaskanlah kami dari keinginan untuk kenikmatan tak teratur akan tawaran dunia ini.Tambahkanlah iman kami dan mampukanlah untuk setia sepada Yesus, sekalipun kami dibenci dan ditolak. Sebab Dialah Kristus, Tuhan kami. Amin.