Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

TIGA PULUH UANG PERAK

BC - 12292G | Wednesday, 01 April 2026

Bacaan Hari ini:
Yes.50:4-9a
Mzm.69:8-10.21bcd.22.31,33-34
Mat.26:14-25
( Hr Rabu dalam Pekan Suci )

“Kemudian pergilah seorang darti keduabelas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus.”  
Matius 26:14-16

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Kemarin kita sudah merenungkan dua sosok murid Tuhan Yesus yang unik tetapi sekaligus menggemaskan: mereka itu Petrus dan Yudas Iskariot. Hari ini kita mendengar lagi apa yang akan diperbuat oleh salah seorang dari antara mereka; dia adalah Yudas Iskariot. Yudas menemui para imam kepala yang menghendaki Yesis untuk ditangkap dan dibunuh. Lalu dia bernegosiasi dengan para pembenci Gurunya itu, katanya: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan dia kepada kamu?” Tidak terdengar atau dicatat rekaman pembicaraan mereka, tetapi kepada Yudas, imam-imam kepala itu menawarkan tiga puluh uang perak. Nampaknya Yudas sepakat dan ia mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Kalau kita merujuk nilai tiga puluh uang perak pada masa itu, boleh dikatakan itu adalah nilai yang relative sangat kecil; nilai itu setara dengan harga seorang budak yang diperjual belikan pada masa itu. Pengkianatan Yudas untuk menyerahkan Yesus ini dipandang sebagai penggenapan nubuat yang dapat kita temukan dalam kitab Zakaria bab 11:12-13; “Lalu aku berkata kepada mereka: Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak biarkanlah.” Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.” Untuk dimengerti saja, bahwa satu talenta itu sama dengan 60 mina, tetapi satu mina itu nilainya adalah 60 uang perak. Jadi harga yang ditawarkan Yudas untuk menyerahkan Yesus hanya setengah mina atau 30 keping uang perak. Alkitab mencatat “Uang itu menimbulkan nafsu dalam diri manusia yang terlalu menghargainya, namun nilai sesungguhnya terbatas dan fana.

Saudara-saudari terkasih,
Yudas Iskariot sudah dipercaya memegang uang kas kelompok Yesus, bahkan ia dikatakan biasa mencuri uang itu untuk kepentingannya sendiri. Penginjil Yohanes mengatakan seperti ini: “…bukan karena ia memperhatikan nasib orang miskin, melainkan karena dia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.” (Yohanes 12:6) Apa yang dilakukan oleh Yudas untuk menyerahkan Gurunya demi sejumlah kecil uang yaitu “tiga puluh keping perak” sudah membutakan pikiran dan hatinya. Yudas sudah terbiasa pegang uang, kalau tidak punya maka ia melakukan apa saja, dan dia tidak ragu-ragu untuk menyerahkan Guru yang mendidiknya. Maka benarlah firman ini: “Akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang” (1 Timotius 6:10). Uang hanyalah alat netral, namun keinginan kuat, tamak dan cinta berlebihan terhadap uanglah yang menjadi masalah. Cinta akan uang akan dapat mendorong  perbuatan jahat, seperti penipuan, korupsi, pecurian, perzinahan dan pembunuhan. Yang terakhir inilah yang telah menjerat Yudas Iskariot. Rasul Paulus mau menekankan dan mengajarkan kepada Timotius untuk setia pada iman dan mengandalkan Tuhan, bukan uang. Ia menyarankan agar kita memiliki rasa “cukup” dan fokus pada nilai-nilai rohani dibanding mengejar hal-hal yang bersifat duniawi.

Saudara-saudari terkasih,
Hari ini telah dipertontonkan kepada kita apa yang  dipikirkan dan dikerjakan oleh seorang murid Yesus: Yudas Iskariot. Uang sudah membelenggunya, bahkan dia tidak bisa menghargai semua yang telah diberikan oleh Gurunya selama mereka hidup bersama dan mewartakan Injil Kerajaan Allah. Yudas disebut sebagai seorang “pencuri” yang sudah biasa mengambil uang dari kas kelompok Yesus yang dipercayakan kepadanya. Ia merasa nyaman dan ingin selalu berkecukupan. Uang sudah membelenggunya dan bahkan menguasainya serta memerintahnya; ia bahkan menyerahkan Gurunya asalkan dapat uang. Padahal uang yang diterimanya tidak seberapa, namun ia mau uang; dia tidak bisa hidup tanpa uang. Inilah sindiran untuk manusia masa sekarang: apa yang bisa dikerjakan kalau tidak ada uang? Tidak ada makan siang gratis. Korupsi, siapa takut! Paling masuk penjara. Hati-hati saudara, uang tidak bisa kau bawa mati, apalagi menyelamatkanmu. Hanya Yesus yang BISA, Dialah Jalan dan Kebenaran dan Hidup!


REFLEKSI:
Apakah aku dalam hdiupku ada kekuatiran yang berlebihan karena tidak punya uang?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, merenungkan Injil hari ini kami sedih akan watak Yudas Iskariot.  Kami juga bersyukur karena diingatkan untuk tidak memiliki sikap rakus dan tamak serta mengandalkan uang dalam hidup ini, tetapi Yesus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.