Bacaan Hari ini:
Yes.52:13 - 53:12
Mzm.31:2,6,12-13,15-16,17,25
lbr.4:14-16; 5:7-9
Yoh.18:1 - 19:42
( Jumat Agung )
“Sesudah itu, karena Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah ia: “Aku haus!” Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai!” Lalu Ia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya.”
Yohanes 19:28 & 30
Saudara-saudari terkasih,
Dalam permenunganku hari ini, saya mau menarik perhatianmu pada firman Tuhan Yesus yang berkata: “Sudah selesai!” Pertanyaannya: Apa yang sudah selesai? Tuhan Yesus dengan sempurna telah mendengarkan kehendak BapaNya dan taat pula melakukannya yaitu dengan menyerahkan nyawaNya di atas Kayu Salib. Kalau kemarin kita telah menyaksikan contoh teladan yang ditunjukkan kepada para muridNya tentang “cara hidup” yang dikehendakiNya yaitu bahwa mereka harus saling membasuh kaki seperti yang Ia lakukan, hari ini Tuhan Yesus menggenapkan Firman yang dikatakanNya kepada kita: “Barangsiapa mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku!” Kita dipanggil untuk taat kepada Bapa seperti Yesus.
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini gereja kudus meminta kita untuk datang kepada Yesus yang tersalib dan telah menuntaskan tugas perutusan BapaNya. Inilah yang dikatakan santo Paulus kepada kita: “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di atas bumi dan di bawah bumi, dan segala lidah mengakui: “Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa!” (Filipi 2:8-11) Pada hari ini bersama gereja semesta kita memperbaharui iman kita akan kuasa salib Yesus yang menyelamatkan. Dalam devosi “Jalan Salib” pagi hariRasul Paulus kita diarahkan pada kesaksian iman gereja ini: “Kami bersembah sujud dan memuji Engkau ya Tuhan, sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia!” Inilah pernyataan Iman kita dan itulah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus : “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal!”(Yoh 3:14) Salib bagi rasul Paulus adalah pusat teologi, kekuatan Allah dan hikmat trtinggi yang menyelamatkan manusia dari dosa. Meskipun dianggap kebodohan dan batu sandungan, salib merupakan bukti kasih karunia Allah yang menghapus kutuk hukum Taurat; salib menjadi jalan hidup baru, identitas dan dasar kemegahan satu-satunya dalam mengikuti Yesus.
Saudara-saudari terkasih,
Nilai penting dari perayaan liturgy ibadat Jumat Agung pada hari ini adalah bahwa Allah itu setia, dan kesetiaanNya itu telah dipakukan di atas kayu salib dalam diri PuteraNya Yesus Kristus Tuhan kita.. Allah adalah Bapa yang mengasihi kita, Ia menganugerahkan kepada kita PuteraNya yang tunggal untuk menebus dosa-dosa kita dengan wafat di kayu salib. Setiap kali kita membuat “Tanda Salib”, kita menyatakan iman kepercayaan kita akan Tritunggal yang Mahakudus, dan bahwa kita percaya akan salib Tuhan Yesus yang menebus dosa-dosa kita. Kita harus bangga akan salib Tuhan kita Yesus Kristus. Di situlah dosa-dosa kita telah dipakukan dan kematian kita diganti dengan kebangkitanNya. Maka marilah kita mencintai Tuhan Yesus dengan memberikan hormat dan penyembahan yang pantas diberikan kepadaNya sebagai seorang Raja.
REFLEKSI:
Apakah aku dengan gembira dan bangga menyatakan imanku dalam Tanda SalibNya?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, berilah kami rasa bangga akan salib Kristus, sebab santo Paulus sangat bermegah atasnya. Tobatkanlah hati kami dan pimpinlah kami untuk mendengarkan dan menaati firman Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.